Pagi ini dalam program Smart Emotion Radiotalk, saya membahas sebuah konsep kepemimpinan yang menurut saya sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Namanya Ambidextrous Leadership.
Sebelum masuk ke teorinya, saya meminta host SmartFM, Audrey, melakukan sebuah eksperimen sederhana. Saya meminta Audrey menuliskan namanya menggunakan tangan kanan. Tentu saja hasilnya bagus. Rapi. Lancar. Cepat.
Lalu saya meminta Audrey menuliskan namanya lagi menggunakan tangan kiri. Hasilnya beda. Menulisnya jadi lebih lambat. Lebih kaku. Bahkan sedikit lebih kacau.
Lalu saya bertanya kepada para pendengar. Mengapa tangan kiri hasilnya tidak sebagus tangan kanan? Jawabannya ya sederhana sih.
Karena tangan kiri jarang dipakai.
Padahal tangan itu ada. Ototnya ada. Kemampuannya ada. Tetapi tidak pernah dilatih.
Di situlah saya menjelaskan bahwa kata ambidextrous sebenarnya berarti kemampuan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri dengan sama baiknya.
Dalam dunia kepemimpinan, konsep ini dipakai sebagai metafora.
Pemimpin yang ambidextrous adalah pemimpin yang mampu menggunakan dua kemampuan yang sering kali bertolak belakang secara bersamaan. Mampu menjaga stabilitas sekaligus menciptakan perubahan. Mampu mengeksekusi sekaligus berinovasi. Mampu fokus pada hari ini sambil mempersiapkan hari esok.
Masalahnya, Banyak Leader Hanya Melatih “Satu Tangan”
Dalam buku Lead and Disrupt, karya Charles O’Reilly dan Michael Tushman, dijelaskan bahwa perusahaan yang berhasil bertahan dalam jangka panjang bukanlah perusahaan yang hanya hebat menjalankan bisnis hari ini.
Mereka juga hebat menciptakan bisnis masa depan.
Para penulisnya menyebut dua kemampuan penting. Yang pertama adalah exploitation. Yakni, kemampuan menjalankan bisnis dengan baik. Meningkatkan efisiensi. Memperbaiki proses. Menjaga kualitas. Mencapai target. Saya menyebutnya Operational Excellence.
Yang kedua adalah exploration. Kemampuan mencari peluang baru. Bereksperimen. Berinovasi. Mencoba pendekatan yang berbeda. Menjelajahi masa depan. Inilah Strategic Excellence.
Masalahnya, banyak organisasi hanya kuat pada salah satu sisi.
Yang Sering Kita Lihat di Indonesia
Kita sering melihat perusahaan atau bisnis keluarga yang puluhan tahun menjual produk yang sama. Cara promosinya sama. Cara pelayanannya sama. Cara berpikirnya sama. Dulu mereka sangat sukses.
Tetapi perlahan pelanggan mulai berkurang. Kompetitor baru bermunculan. Marketplace berkembang. AI mulai digunakan. Digital marketing menjadi kebutuhan.
Tetapi mereka tetap menggunakan resep lama.
Akhirnya tersingkir. Bukan karena mereka malas. Bukan karena mereka tidak pintar. Tetapi karena mereka terlalu kuat dalam menjalankan bisnis lama dan kurang berani menjelajahi masa depan.
Di sisi lain kita juga sering bertemu startup yang kebalikannya. Setiap minggu muncul ide baru.
Hari ini bicara aplikasi. Besok bicara AI. Minggu depan bicara ekspansi. Sebulan kemudian bicara model bisnis baru. Tim menjadi bingung. Fokus berubah terus. Belum ada satu proyek yang stabil. Sudah muncul lima proyek baru. Kreatif memang. Tetapi tidak produktif. Karena eksplorasinya tinggi. Namun eksploitasinya rendah.
Mereka sibuk menciptakan masa depan tetapi lupa membangun fondasi hari ini.
Pelajaran Besar dari Netflix
Salah satu contoh favorit saya adalah Netflix di bawah kepemimpinan Reed Hastings. Banyak orang mengira ceritanya Netflix langsung menjadi perusahaan streaming. Padahal tidak.
Netflix awalnya adalah bisnis penyewaan DVD. Sama kayak Blockbuster. Dan bisnis itu menghasilkan uang.
Di sinilah banyak pemimpin biasanya terjebak.
Ketika bisnis sedang sukses, mereka merasa tidak perlu berubah. Namun Reed Hastings berpikir berbeda. Ia tetap memastikan bisnis penyewaan DVDnya lewat post-nya masih berjalan baik. Operasional tetap kuat. Pelanggan tetap dilayani.
Namun pada saat yang sama ia mulai membangun teknologi streaming. Bahkan ketika sebagian orang belum yakin streaming akan menjadi masa depan. Ia menjaga bisnis hari ini. Sekaligus menciptakan bisnis masa depan.
Itulah contoh nyata Ambidextrous Leadership.
Bagaimana Kita Mulai Melatihnya?
Pertama, milikilah visi ganda.
Pikirkan masa depan tanpa melupakan hari ini.
Jangan hanya sibuk mengejar target bulanan.
Tetapi tanyakan juga seperti apa bisnis Anda tiga atau lima tahun mendatang. Pemimpin ambidextrous selalu memiliki dua horizon waktu dalam pikirannya. Now and future.
Kedua, bangun dua mindset dalam tim. Buatlah ruang bagi inovasi. Tetapi tetap jaga disiplin eksekusi. Tim harus tahu bahwa ide baru penting. Tetapi penyelesaian pekerjaan juga penting. Jangan sampai organisasi penuh ide tetapi kosong hasil.
Ketiga, belajarlah berpindah mode. Ada saatnya menjadi explorer. Ada saatnya menjadi executor. Ada saatnya membuka ruang kreativitas. Ada saatnya menuntut penyelesaian. Pemimpin yang hebat tahu kapan harus melakukan masing-masing.
Keempat, berani mengambil risiko yang terkontrol. Tidak semua inovasi harus besar. Mulailah dari eksperimen kecil. Uji coba sederhana. Perbaikan proses. Proyek percontohan. Belajar cepat dan lakukan penyesuaian.
Kelima, jaga keseimbangan energi. Jangan terlalu jauh condong ke satu sisi. Terlalu fokus pada stabilitas membuat organisasi stagnan. Terlalu fokus pada perubahan membuat organisasi kehilangan arah. Keseimbangan adalah kuncinya.
Pemimpin Masa Depan Bukan Pemimpin Satu Tangan
Ketika Audrey menulis dengan tangan kiri pagi tadi, saya ingin menyampaikan satu poin penting. Banyak dari kita sebenarnya sedang memimpin dengan satu tangan.
Ada yang hanya menggunakan tangan operasional. Ada yang hanya menggunakan tangan inovasi. Padahal dunia saat ini membutuhkan keduanya.
Seorang pemimpin bukan hanya penjaga apa yang sudah ada. Ia juga pencipta apa yang belum ada. Bukan hanya memastikan bisnis berjalan hari ini. Tetapi juga memastikan bisnis itu tetap relevan keesokan harinya.
Yang bertahan adalah..mereka yang mampu menjaga hari ini sambil dengan berani menciptakan hari esok.
Anthony Dio Martin
Smart Emotion Radiotalk
Listen and Be Inspired
| Telp. | : | (021) 3518505 |
| (021) 3862546 | ||
| Fax. | : | (021) 3862546 |
| : | info@hrexcellency.com | |
| anthonydiomartin@hrexcellency.com | ||
| Website | : | www.anthonydiomartin.com |
