Beberapa tahun terakhir, saya semakin menyadari bahwa tantangan terbesar seorang pemimpin bukan lagi sekadar mampu menjalankan organisasi dengan baik.
Dunia berubah terlalu cepat. Teknologi berkembang hampir setiap hari. Model bisnis yang hari ini berhasil bisa saja menjadi usang hanya dalam hitungan tahun. Dalam situasi seperti ini, organisasi membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga bisnis tetap berjalan, tetapi juga mampu menciptakan masa depan.
Inilah alasan mengapa saya begitu tertarik dengan konsep Ambidextrous Leadership.
Ambidextrous Leadership adalah kemampuan seorang pemimpin untuk menyeimbangkan dua kemampuan yang tampaknya saling bertolak belakang. Di satu sisi ia harus memiliki Operational Excellence, yaitu memastikan organisasi berjalan efisien, disiplin, konsisten, dan menghasilkan kinerja yang baik. Namun di sisi lain ia juga harus memiliki Strategic Excellence, yaitu keberanian melihat peluang baru, membangun inovasi, dan menyiapkan organisasi menghadapi masa depan.
Banyak pemimpin sebenarnya sangat kuat pada salah satu sisi. Ada yang luar biasa dalam menjalankan operasional, tetapi kesulitan beradaptasi ketika perubahan datang. Ada pula yang penuh ide dan visi besar, namun lemah dalam mengeksekusinya. Padahal organisasi masa depan membutuhkan keduanya secara bersamaan.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana cara mempelajari kemampuan seperti ini?
Menurut saya, Ambidextrous Leadership bukan sekadar pengetahuan yang cukup dipahami melalui presentasi atau membaca buku. Ini adalah cara berpikir yang harus dialami secara langsung. Karena itulah dalam berbagai workshop yang saya fasilitasi di HR Excellency, saya memilih menggunakan LEGO®️ SERIOUS PLAY®️ sebagai media pembelajaran.
Belajar dengan Tangan, Berpikir dengan Pikiran
Saya sering mengatakan kepada peserta bahwa seseorang tidak berubah hanya karena mendengar penjelasan yang baik. Perubahan justru terjadi ketika ia mengalami sendiri proses belajar tersebut.
Saat peserta mulai menyusun kepingan LEGO, sebenarnya mereka tidak hanya sedang bermain. Mereka sedang memvisualisasikan cara berpikir, keyakinan, tantangan, bahkan harapan mereka sebagai seorang pemimpin.
Yang menarik, ketika tangan mulai bekerja, pikiran ikut bekerja dengan cara yang berbeda. Ide-ide yang sebelumnya sulit diungkapkan tiba-tiba muncul dalam bentuk model sederhana. Diskusi pun berubah menjadi jauh lebih hidup karena setiap model memiliki cerita yang harus dijelaskan oleh pembuatnya.
Saya berkali-kali menyaksikan peserta berkata, “Saya baru sadar ternyata selama ini saya berpikirnya dengan cara seperti ini.” Kesadaran seperti inilah yang sering kali sulit diperoleh melalui metode pembelajaran konvensional.
Dari Mengikuti Instruksi Menuju Menciptakan Masa Depan
Ada alasan lain mengapa saya merasa LEGO®️ SERIOUS PLAY®️ sangat cocok untuk mengajarkan Ambidextrous Leadership.
Dalam satu sesi, peserta diminta mengikuti instruksi secara presisi. Mereka harus memperhatikan detail, mengikuti prosedur, bekerja sesuai waktu, dan menghasilkan model yang akurat. Aktivitas ini melatih disiplin, konsistensi, dan kualitas eksekusi. Inilah yang saya sebut sebagai latihan Operational Excellence.
Namun tidak lama kemudian, tantangannya berubah.
Saya meminta mereka membangun sesuatu yang belum pernah ada. Tidak ada petunjuk. Tidak ada contoh. Mereka harus menggunakan imajinasi untuk menciptakan model yang menggambarkan masa depan organisasi, strategi menghadapi disrupsi, atau solusi terhadap persoalan yang sedang mereka hadapi.
Di sinilah mereka sedang melatih Strategic Excellence.
Dalam waktu yang relatif singkat, peserta mengalami sendiri bagaimana seorang pemimpin harus mampu berpindah dari pola pikir operasional menuju pola pikir strategis, lalu kembali lagi ketika situasi menuntutnya. Persis seperti tantangan yang mereka hadapi setiap hari di tempat kerja.
Pelajaran Terbesar Justru Saat Harus Membongkar
Salah satu momen yang paling menarik dalam workshop biasanya terjadi ketika saya meminta peserta membongkar model yang baru saja mereka bangun.
Reaksi pertama hampir selalu sama. Mereka merasa sayang. Mereka merasa model tersebut sudah bagus. Bahkan beberapa peserta bercanda sambil berkata, “Pak, jangan dibongkar dong.! Tadi susah payah membuatnya.” Padahal di situlah pelajaran besarnya.
Dalam dunia bisnis, sering kali keberhasilan masa lalu justru menjadi penghalang perubahan. Organisasi terlalu mencintai sistem yang pernah berhasil sehingga enggan membangun cara baru yang mungkin lebih relevan dengan masa depan.
Melalui pengalaman sederhana membongkar dan membangun kembali model LEGO, peserta merasakan bahwa menjadi pemimpin berarti berani melepaskan sesuatu yang baik untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.
Saya percaya pengalaman seperti ini jauh lebih membekas dibandingkan sekadar membaca teori tentang perubahan organisasi.
Ketika Semua Orang Memiliki Suara
Hal lain yang saya sukai dari LEGO®️ SERIOUS PLAY®️ adalah kemampuannya membuat semua orang berpikir.
Dalam rapat biasa, sering kali hanya beberapa orang yang mendominasi pembicaraan. Sementara yang lain memilih diam, bukan karena tidak memiliki ide, tetapi karena tidak memiliki ruang untuk menyampaikannya.
Melalui LEGO®️, semua peserta membangun. Semua peserta bercerita. Semua peserta menjelaskan makna dari model yang mereka buat.
Akibatnya, perspektif yang muncul menjadi jauh lebih kaya. Bagi saya, inilah salah satu fondasi penting dari Ambidextrous Leadership. Pemimpin yang baik bukan hanya mampu berpikir sendiri, tetapi juga mampu menggali cara berpikir orang lain.
Dari Aktivitas Menjadi Cara Berpikir
Pada akhirnya, tujuan workshop ini bukan mengajarkan peserta bermain LEGO.
Tujuan sebenarnya adalah membantu mereka membangun cara berpikir baru. Cara berpikir yang mampu menjaga keseimbangan antara disiplin operasional dan keberanian berinovasi. Antara mempertahankan apa yang sudah berhasil dan menciptakan apa yang dibutuhkan untuk masa depan.
Saya percaya organisasi masa depan tidak membutuhkan pemimpin yang hanya hebat menjalankan bisnis hari ini. Mereka juga membutuhkan pemimpin yang mampu membangun bisnis untuk lima atau sepuluh tahun ke depan.
Karena itu, menurut pengalaman saya selama memfasilitasi berbagai organisasi, LEGO®️ SERIOUS PLAY®️ bukan sekadar media belajar yang menyenangkan. Ia adalah laboratorium kepemimpinan. Tempat para pemimpin berlatih berpikir, mengambil keputusan, berkolaborasi, dan mengalami sendiri apa artinya menjadi seorang Ambidextrous Leader.
Di tengah dunia yang semakin kompleks, saya percaya kemampuan untuk berpindah secara luwes antara Operational Excellence dan Strategic Excellence bukan lagi sebuah keunggulan tambahan. Kemampuan tersebut telah menjadi kebutuhan setiap pemimpin yang ingin membawa organisasinya tetap relevan, bertumbuh, dan memenangkan masa depan.
| Telp. | : | (021) 3518505 |
| (021) 3862546 | ||
| Fax. | : | (021) 3862546 |
| : | info@hrexcellency.com | |
| anthonydiomartin@hrexcellency.com | ||
| Website | : | www.anthonydiomartin.com |
