1

Inilah 6 Cara Mengatasi Kebosanan Saat Mengerjakan Tugas dan Pekerjaan

Ada pepatah menarik, “Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan”. Anda pasti akan setuju dengan saya. Ketika menunggu, tidak melakukan appaun. Tidak jelas waktunya. Anda punya harapan akan ada sesuatu yang menyibukkan Anda, justru tidak ada apapun. Diam. Makanya jadi bosan.

Nah, sebenarnya sifat bosan ini ada gunanya. Penelitian menunjukkan rasa bosan itu ada hubungannya dengan evolusi manusia. Kebosananlah yang membuat orang berpindah, bertumbuh, belajar dan berkembang. Hanya saja, masalah kebosanan juga bisa jadi hal yang perlu diwaspadai. Khususnya jika seseorang harus menyelesaikan proyek yang penting, namun mengalami kebosanan sehingga tak kunjung selesai.

Untuk itu, ada 6 langkah yang disarankan saat mengalami kebosanan tatkala mengerjakan tugas atau kerjaan.

Pertama-tama. Re-commitment. Yakni melihat dan membuat komitmen ulang. Kembalilah pada pemikiran dan pertimbangan awal mengapa Anda memutuskan untuk melakukan pekerjaan itu. Atau, kalau itu sesuatu yang terkait dengan pihak lain, ada baiknya dibicarakan lagi mengapa pekerjaan itu perlu dilakukan. Jangan-jangan, dengan berjalannya waktu memang tak perlu dikerjakan lagi. Tapi kalau tetap diperlukan buatlah komitmen ulang. Lebih baik sesuatu bisa diselesaikan meski terlambat, daripada tidak pernah diselesaikan sama sekali.

Kedua. Break down. Kadang ada pekerjaan yang menjadi terlalu bosan karena gambaran yang “terlalu besar”. Ini sama halnya, berkendara di jalan raya yang panjang sekali. Tapi, karena sangat panjang, sama, dan tidak ada ujungnya, membuat jadi bosan. Jadi apa yang harus dilakukan? Membagi-bagi dan membuat progress kecil. Sama seperti teka teki, “Gimana caranya makan satu ekor gajah?”. Jawabannya cuma sederhana, “Ambil pisau. Potong dan makan sedikit demi sedikit!”. Begitu juga dengan pekerjaan besar. Break downlah. Bagi-bagi atau potong menjadi bagian-bagian kecil. Dengan demikian, ketika ada kemajuan yang bisa dilihat, kita bisa menjadi lebih excited. Kebosanan bisa lebih berkurang.

Ketiga. Imajinasikan. Kenapa imajinasikan. Ada sebuah hasil penelitian tentang otak yang mengungkapkan bahwa ketika mengimajinasikan otak sulit membedakan realita atau imajinasikan. Dan ada sebuah eksperimen menarik. Beberapa sukarelawan yang diminta membayangkan pekerjaan mereka yang membosankan. Mereka diminta mengimajinasikan sedang melakukan hingga menyelesaikan pekerjaan itu. Ternyata, setelah buka mata kembali, para sukarelawan ini melaporkan lebih antusias melakukan pekerjaan yang membosankan itu.

Keempat. Pleasure. Emosi itu menggerakkan. Salah satu perasaan yang menggerakkan adalah rasa senang. Tatkala melakukan hal yang bosan, salah satu penyebabnya adalah karena perasaan kita menjadi netral, tanpa rasa bahkan cenderung merasa tidak menyenangkan. Itulah sebabnya perasaan ini bisa dibalik. Yakni dengan membayangkan apa rasa senang dan bahagianya ketika kita bisa menuntaskan pekerjaan ini. Apa yang akan kita rasakan? Apa yang akan kita peroleh. Bayangkan dan rasakanlah, kalau perlu perbesarlah perasaan itu.

Kelima. Pain. Perasaan lain yang juga menggerakkan adalah rasa sakit. Cobalah bayangkan apa rasa sakitnya kalau proyek dan pekerjaan yabg seharusnya selesai ini, ternyata tak kunjung selesai. Kesulitan apa yang Anda dapatkan? Apakah ada omelan? Komentar negatif serta perasaan bersalah yang akan kamu rasakan, tatkala pekerjaan ini tak kunjung selesai.

Keenam. Variasi. Terkadang, setelah sekian lama melakukan sesuatu yang monoton dan berulang-ulamg, otak mengalami kebosanan. Untuk itu, otak kadang butuh stimulasi yang lain. Oleh karena itulah variasi lain, bisa berguna. Cara memvariasikan bisa dengan menambahkan elemen-elemen yang berbeda dalam hal yang kita lakukan. Atau, jika tidak memungkinkan bisa dilakukan dengan cara memvariasikan dengan aktivitas yang lain. Jadi, diselang selingi dengan aktivitas yang lain.

So, itulah beberapa hal yang terbukti berhasil dilakukan oleh beberapa orang yang terkenal dengan produktivitasnya dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contohnya adalah teknik imajinasi termasuk yang suka digunakan oleh Walt Disney. Sementara teknik selang seling kadang dipakai oleh sutradara terkenal Stephen Spielberg, sehingga ada beberapa hal yang dikerjakan untuk mengatasi kebosanannya.

Semoga tips ini bermanfaat, apalagi kalau pekerjaan itu terkait dengan hal yang sangat penting untuk diselesaikan.

Share this article:

You might also like this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun kebutuhan di seputar seminar & training, Anda dapat menghubungi Anthony Dio Martin melalui alamat :

Location HR Excellency
  Address
Jl. Tanah Abang V No.32,
Kompleks Ruko Tanah Abang V, Jakarta Pusat 10160.
  Phone
021-3518505 / 021-3862521 (Hunting)
  Whatsapp
085771221352
  Email
info@hrexcellency.com
admartin@indo.net.id
Master Trainer HR Excellency-MWS International, Speaker, Entrepreneur, Author & Media Personality.