1

EQ Parenting: 10 Sikap Orang Tua Yang (Kadang Tak Disadari) Yang Bisa Mengganggu Perkembanga Mental Anak

Semua orang kenal Bridney Spears. Ada hal yang menarik dalam kehidupannya. Terdapat hubungan kontroversial antara Britney Spears dan orang tuanya. Selama bertahun-tahun, Britney Spears mengalami tekanan publik dan pengawasan ketat dari orang tuanya. Bahkan, sampai dibawa ke pengadilan. Hal ini telah menimbulkan masalah kesehatan mental dan emosional bagi Britney. Hal ini bahkan memuncak dalam gerakan #FreeBritney, yang berusaha membebaskan dia dari pengawasan yang berlebihan oleh orang tuanya.

Pengawasan yang berlebihan dan kurangnya otonomi yang diberikan kepada Britney merupakan salah satu contoh sikap orang tua yang bisa merusak kesejahteraan mental (mental wellness) si anak. Meski setiap situasi adalah unik, kasus ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan dalam mendukung anak-anak kita.

Orang tua, Perlu Waspada!

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dan kesejahteraan mental anak-anak mereka. Dalam dunia yang terus berkembang dan berubah, pengaruh orang tua sangatlah krusial dalam membentuk fondasi yang kuat untuk anak-anak. Namun, kadangkala orang tua tanpa disadari dapat melakukan tindakan atau memiliki kebiasaan yang merusak kesejahteraan mental anak-anak mereka. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa perilaku yang sebaiknya dihindari oleh orang tua agar anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental.

Sebelum kita masuk ke dalam daftar perilaku yang harus dihindari, penting untuk memahami mengapa kesejahteraan mental anak adalah hal yang sangat penting. Kesejahteraan mental yang baik pada masa anak-anak dapat membentuk dasar yang kuat untuk perkembangan mereka di masa depan. Ini tidak hanya berdampak pada aspek psikologis, tetapi juga pada kemampuan mereka dalam berinteraksi dengan orang lain, menghadapi tantangan, dan mencapai potensi mereka secara penuh.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental biasanya lebih mampu menghadapi stres, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah. Mereka juga cenderung memiliki hubungan sosial yang lebih baik dan mampu berkontribusi positif pada masyarakat.

10 Tindakan atau Perilaku yang Dapat Merusak Kesejahteraan Mental Anak

Sekarang, mari kita lihat beberapa tindakan atau perilaku yang sebaiknya dihindari oleh orang tua agar tidak merusak kesejahteraan mental anak-anak:
1. Penelantaran Emosional: Tidak memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anak dapat berdampak buruk pada kesejahteraan mental mereka. Contoh kasus yang mencolok adalah ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas pribadi mereka sendiri, sehingga anak-anak merasa ditinggalkan dan tidak penting.

2. Kekerasan Verbal: Berkata kasar, menghina, atau melakukan kekerasan verbal terhadap anak dapat merusak harga diri mereka dan meningkatkan risiko masalah emosional. Contoh kasus adalah saat orang tua secara berulang kali menghina atau menghakimi anak secara verbal, yang dapat menyebabkan luka emosional yang dalam.

3. Pengabaian Fisik: Tidak memenuhi kebutuhan dasar anak seperti makanan, pakaian, atau tempat tinggal dapat memberikan dampak negatif yang serius pada kesejahteraan mereka. Contoh kasus adalah ketika anak-anak terlantar dan tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

4. Kontrol Berlebihan: Memiliki kontrol yang berlebihan terhadap anak, tanpa memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan otonomi, dapat menyebabkan masalah kecemasan dan kurangnya rasa percaya diri. Contoh kasusnya adalah ketika orang tua tidak membiarkan anak-anak membuat keputusan sendiri atau menjalani pengalaman yang normal untuk perkembangan usia mereka.

5. Perbandingan dengan Orang Lain: Membandingkan anak dengan anak orang lain atau saudara-saudara mereka dapat mengarah pada perasaan rendah diri dan tidak cukup. Contoh kasus adalah ketika orang tua selalu menggambarkan prestasi anak sebagai lebih rendah dibandingkan dengan teman-teman mereka.

6. Penolakan Emosi: Tidak mengakui atau menghormati perasaan dan emosi anak dapat membuat mereka merasa tidak dihargai. Contoh kasus adalah ketika orang tua tidak mendengarkan ketakutan atau kekhawatiran anak dan meresponsnya dengan ketidakpedulian.

7. Pengabaian terhadap Masalah Mental: Tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah mental anak, seperti depresi atau kecemasan, dapat memperburuk kondisi mereka. Contoh kasus adalah ketika orang tua mengabaikan tanda-tanda bahwa anak mereka menderita masalah mental dan tidak mencari bantuan yang diperlukan.

8. Tidak Memberikan Batasan atau Struktur: Tidak memberikan anak aturan atau batasan yang jelas dapat membuat mereka merasa bingung dan tidak memiliki struktur dalam hidup mereka. Contoh kasus adalah ketika orang tua tidak menetapkan aturan yang konsisten untuk perilaku anak-anak mereka.

9. Tidak Mendengarkan: Tidak mendengarkan pendapat dan perasaan anak dapat membuat mereka merasa diabaikan dan tidak dihargai. Contoh kasus adalah ketika orang tua tidak memberikan waktu untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan anak-anak mereka.

10. Menunjukkan Ketidaksetujuan Konstan: Terlalu sering menunjukkan ketidaksetujuan atau kritik terhadap anak dapat merusak hubungan dan perkembangan psikologis mereka. Contoh kasus adalah ketika orang tua selalu mengecam atau mengkritik setiap tindakan atau keputusan anak.

Pentingnya Komunikasi dan Dukungan Positif

Penting untuk diingat bahwa setiap anak adalah individu yang unik, dan apa yang dapat merusak mental satu anak mungkin tidak berlaku untuk yang lain. Namun, komunikasi yang terbuka, kasih sayang, dan dukungan yang positif adalah kunci dalam mendukung kesejahteraan mental anak-anak. Orang tua harus mendengarkan perasaan dan kebutuhan anak-anak mereka, memberikan ruang untuk mereka berkembang, dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.

Menghindari perilaku yang dapat merusak kesejahteraan mental anak adalah langkah pertama dalam menciptakan lingkungan yang sehat untuk perkembangan mereka. Dengan kasih sayang, perhatian, dan pemahaman, orang tua dapat memberikan kontribusi besar pada kesejahteraan mental anak-anak mereka, membantu mereka tumbuh menjadi individu yang kuat, bahagia, dan siap menghadapi dunia.

Share this article:

You might also like this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun kebutuhan di seputar seminar & training, Anda dapat menghubungi Anthony Dio Martin melalui alamat :

Location HR Excellency
  Address
Jl. Tanah Abang V No.32,
Kompleks Ruko Tanah Abang V, Jakarta Pusat 10160.
  Phone
021-3518505 / 021-3862521 (Hunting)
  Whatsapp
081298054929
  Email
info@hrexcellency.com
anthonydiomartin@hrexcellency.com
Master Trainer HR Excellency-MWS International, Speaker, Entrepreneur, Author & Media Personality.