1

Aturan Sosial Tidak Tertulis Dalam Bekerja {Bagian Ke-2}

32. Karyawan biasa, kerja dari jam 8 sampai jam 5. Tapi, karyawan luar biasa bekerjanya terbalik, jam 5 sampai jam 8. So, kamu mau jadi karyawan dengan nasib dan karier biasa-biasa saja atau yang kariernya melesat luar biasa? Itulah ongkosnya!

33. Percuma kamu kerja sampai tengah malam, jika atasan tidak mengetahui kerjamu. Kalau kamu bisa bekerja, kamu juga harus memastikan atasan mengetahui pekerjaanmu. Itu penting buat kariermu.

34. Bacalah dengan cepat politik di kantormu. Seringkali boss yang namanya tertulis di struktur organisasi, bukanlah atasan sesungguhnya. Siapa pembisiknya? Berapa kelompok di perusahaanmu? Siapa tidak suka dengan siapa? Siapa yang sesungguhnya berpengaruh? Mengetahui politik di kantor, penting buat masa depanmu.

35. Aturan pertama, atasan selalu benar. Aturan kedua, jika atasan benar lihatlah aturan pertama. Aturan ketiga yang tidak banyak orang tahu, jangan mempermasalahkan aturan ini, apalagi memperkarakannya!

36. Ketika kamu punya problem pribadi, baik kehidupanmu ataupun pekerjaamu jangan mengumbarnya di kantor. Tidak semua orang akan merasa kasihan padamu. Malahan, ada yang senang mendengarkan bahwa kamu punya masalah. Simpan sendiri masalahmu dan tak perlu cerita kepada pihak yang tidak perlu.

37. Jangan membalas email saat sedang marah. Tapi kamu boleh menulis jawabannya, hanya saja jangan langsung dikirimkan. Simpanlah sehari. Besok pagi-pagi, bacalah dan kalau kamu merasa bahasanya masih santun, kamu boleh kirim. Tapi, umumnya kamu akan membatalkannya.

38. Jangan senang tatkala atasan berbuat salah. Tugasmu justru menutupi dan memperbaiki kesalahannya, bukan untuk menertawakannya.

39. Tahan pintu lift ketika orang mau masuk. Kalau tanganmu dekat tombol lift, pencetkan nomer lift buatnya. Ini hal kecil, tapi penghargaan orang justru diperoleh dari hal-hal yang kecil.

40. Boss besar yang suka menyuruh dan memerintahkan orang kantor dengan cara-cara yang merendahkan, justru membuat dirinya menjadi kecil. Tapi, boss kecil yang ternyata mau dan bersedia hal-hal yang sepele dan remeh, justru membuat dirinya menjadi besar di mata karyawannya.

41. Wajar bagi seorang karyawan untuk melakukan hal-hal sepele dan remeh. Tapi, ketika seorang atasan yang bersedia dan mau melakukan hal sepele dan remeh, justru membuatnya menjadi semakin besar.

Share this article:

You might also like this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun kebutuhan di seputar seminar & training, Anda dapat menghubungi Anthony Dio Martin melalui alamat :

Location HR Excellency
  Address
Jl. Tanah Abang V No.32,
Kompleks Ruko Tanah Abang V, Jakarta Pusat 10160.
  Phone
021-3518505 / 021-3862521 (Hunting)
  Whatsapp
085771221352
  Email
info@hrexcellency.com
admartin@indo.net.id
Master Trainer HR Excellency-MWS International, Speaker, Entrepreneur, Author & Media Personality.