1

5 Tanda KKK (Keluarga Kurang Kerjaan)

Keluarga Kurang Kerjaan

Konon, Thomas Alva Edison sampai pernah menaruh sebuah tulisan di depan pintunya, “Kalau kamu di depan dan merasa tidak ada kerjaan, semestinya kamu masuk ke dalam dan membantuku”. Thomas Alva Edison memang dikenal sebagai orang yang sangat produktif dengan banyak sekali temuan yang ia pernah patenkan. Tidak ada waktunya yang terbuang sia-sia. Ia termasuk orang yang paling gemas melihat orang yang tidak ada kerjaan. Parahnya, kita seringkali menyaksikan mereka yang udah nggak ada kerjaan tapi mengganggu pula.

Nah terkait dengan itu, kita sering kali melihat orang yang kurang kerjaan. Mereka nongkrong-nongkrong di kopi tiam, cafe atau kesana kemari tanpa jelas arahnya. Malahan, kadang kita bertemu dengan keluarga yang kurang kerjaan di sekitar kita. Bagaimana ciri-ciri Keluarga Kurang Kerjaan (KKK) ini?

1. Pertama dan terutama, hobi gossipin dan bicarakan orang lain. Mereka suka membicarakan orang-orang, tetangga ataupun orang disekitarnya. Tak jarang, gossip itu ditambah lagi dengan berbagai bumbu sama mereka. Mau tahu perkembangan terbaru? Tanyakan sama mereka. Tapi, ingat berhati-hatilah jika kita menjadi bagian dari mereka juga.

2. Kepo alias mau tahu aja. Ketika ada kejadian dan apapun disekitarnya merekalah yang paling muncul duluan. Salah satu tujuannya adalah menceritakan hal ini kemana-mana. Jadi, kehadiran mereka terkadang bukan untuk membantu, melainkan hanya sekadar ingin tahu saja. Tak jarang mereka ikut memberikan komentar, tapi ya itu, komentarnya juga tidak terlalu menolong.

3. Mereka suka membuat hal kecil menjadi besar. Misalkan saja ketika ada anggota keluarga berbuat salah, mereka inilah yang paling getol mengumpulkan dan mengadili yang bersalah. Semua urusan suka dibikin heboh sama mereka.

4. Suka bikin gara-gara. Kadang-kadang mereka suka mempermasalahkan hal-hal kecil serta menciptakan masalah dengan tetangga ataupun sanak saudaranya sendiri. Misalkan seorang tetangga menyiram kebun tetangganya dengan oli hanya gara-gara daun kering dari pohon kebun tetangganya masuk kehalamannya dia. Atau, kempesin ban kendaraan tetangganya gara-gara bagian belakang kendaraan tetangga masuk ke areal dia. Padahal kendaraannya sendiri tidak terganggu. Bagi mereka, perasaan itu lebih penting daripada hubungan tetangga, saudara ataupun pertemanan.

5. Nggak ngapa-ngapain, cuma nongkrong dan TV nyala sepanjang hari. Repotnya mereka suka mengajak dan mengganggu mereka yang sibuk dengan berbagai urusan mereka. Kadang mereka suka mengajak ngobrol panjang lebar untuk hal yang tidak penting.

So, kalau memiliki sanak keluarga yang demikian harus bagaimanakah?

Paling bagus adalah menerapkan strategi 3K dari kita juga. Pertama-tama, KENALI pola mereka yang demikian dan jangan tanggapi dengan serius. Jangan juga masuk dalam lingkaran mereka. Jangan senang ikut mereka menggossip sebab besok-besok kamulah yang akan jadi bahan gossipnya mereka juga. Setelah itu KURANGI pergaulan dengan mereka. Apalagi kalau terkait dengan hal-hal yang tidak perlu dan akhirnya, KETEGASAN sikap juga diperlukan, khususnya kalau mereka ini mulai dianggap mulai mengganggu. Misal: keberanian untuk secara tegas mengatakan, memberitahukan ataupun menghindari keluarga yang memang akan menghabiskan banyak energi Anda ini.

Salam Antusias!

Anthony Dio Martin

Share this article:

You might also like this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CONTACT US

Jika Anda mempunyai pertanyaan ataupun kebutuhan di seputar seminar & training, Anda dapat menghubungi Anthony Dio Martin melalui alamat :

Location HR Excellency
  Address
Jl. Tanah Abang V No.32,
Kompleks Ruko Tanah Abang V, Jakarta Pusat 10160.
  Phone
021-3518505 / 021-3862521 (Hunting)
  Whatsapp
085771221352
  Email
info@hrexcellency.com
admartin@indo.net.id
Master Trainer HR Excellency-MWS International, Speaker, Entrepreneur, Author & Media Personality.