Cerdas Emosi Dengan Puasa dan Memaafkan

July 23, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD

Smart Emotion Radio Talk, 23 Juli 2014

Di bulan suci Ramadhan ini, dimana-mana kita melihat poster dan spanduk ucapan selamat berpuasa dan ajakan untuk saling memaafkan. Memang, berpuasa bukan saja menjadi kewajiban agama tetapi sekarang juga sudah menjadi tradisi. Tak mengherankan alasan berpuasa bukan lagi bagus secara spiritual, tetapi dalam praktek kesehatan fisik, dan juga mental pun disarankan untuk melakukan puasa.  Dan setelah puasa di bulan Ramadhan, kita pun menunggu tibanya hari raya Idul Fitri.  Salah satu pesan penting selama Idul Fitri adalah saling memaafkan. Memaafkan…memaafkan yang salah pada kita, memaafkan masa lalu dan membuka lembaran yang baru. Nah, soal memaafkan pun tidak saja bagus secara spiritual, tetapi juga secara psikologis.

Pelajaran Soal Memaafkan:

“Pak-pak, ingat nggak kesalahan papi sepuluh tahun lalu?”.”Lho,bukannya kamu udah maapin. Iya, sih. Mami cuma mau ingatin, sepuluh tahun lalu papi pernah salah!”.Ini udah maapin atau belum?

Diusir oleh papanya dari rumah: tapi akhirnya ia bisa telpon: “Papa, meskipun papa pernah usir saya dan saya terluka, saya mau bilang saya memaafkan papa hari ini. Saya menerima papa untuk menunjukkan bahwa diri saya lebih baik dari papa”.

Ada 4 Tipe Orang Soal Mengingat dan Memaafkan!

§  TIDAK melupakan, TIDAK memaafkan: Si  PENDENDAM!

§  BERUSAHA lupakan, TIDAK memaafkan:  Si MUKA MANIS!

§  TIDAK melupakan, TAPI memaafkan: Si LUKA BATIN

§  BERUSAHA melupakan, JUGA memaafkan: Si IKHLAS HATI

Alasan kenapa kita nggak mau memaafkan:

·          Karena kita belum mau lepas kemarahan kita, kita masih marah (belum bisa gw maapin krn gw masih marah!! Ok, mau sampai kapan?)

·          Kita inginkan keadilan: “biar tau rasa tuh orang, semoga ditabrak becak!”

·          Memaafkan itu seakan-akan membiarkan orang itu lepas, tanpa dihukum, “Enak aja, kalau maafin berarti semaunya selesai dong!”

·          Rasanya ingin membalas, sebagaimana kita sudah disakiti: “Sebelum saya balas perbuatannya, saya nggak kan puas”

·          Mereka belum jera atau belum minta maaf: “Tapi kayaknya dia belum nyesal tuh Pak!”

·          Tidak percaya mereka akan berubah

Bagaimana Cara Pikir Orang Yang bisa Memaafkan?

Fred Luskin dalam buku “Forgive for Good” menyimpulkan 3 alasan mengapa mereka bisa memaafkan:

·          Mereka dapat memberikan suatu penjelasan rasional tertentu terhadap sikap orang lain yang telah membuat diri mereka tersinggung (psikologis)

·          Mereka tahu bahwa menyimpan rasa marah dan dan dendam justru merusak orang yang menyimpannnnya (kesehatan)

·          Mereka  percaya bahwa kemarahan dn rasa benci menyimpan energi negatif yang menolak dan membuat berbagai berkat dan anugrah Tuhan tidak bisa hadir (spiritual)

Apakah Anda sungguh-sungguh memaafkan??

Periksalah Rasa Marahmu!

“Habis dia menyakitiku”

“Aku cuma benci dgn dia”.

Tapi, emosi pasti ada alasannya.

Carilah Alasan, kenapa orang itu membuat kamu marah, karena semakin tahu alasan, semakin mudah mencari solusinya!

Terimakasihlah Atas Pembelajaran itu!

“Setelah hutan terbakar, semak dan tanaman baru akan muncul kembali”

Setiap orang yang membuat kesalahan pada kita akan memberikan pelajaran kepada kita

§  Membuat kita untuk menjadi lebih berhati-hati

§  Boleh percaya tetapi tetap harus waspada

Let it Go-lah atau hal itu akan menghantuimu!

Kisah tentang seorang tua yang anaknya ditabrak mati lalu, dia mendendam selama sepuluh tahun. Lantas, akhirnya ia memaafkan. Lalu, ia pun bisa membangun suatu lembaga bantuan bagi orang tua yang anaknya tertabrak!

“Seandainya saya maafkan sepuluh tahun lalu. Entah sudah berapa banyak orang yang bisa saya bantu. Tapi saya terlalu sibuk selama sepuluh tahun degan kemarahan saya”

Apakah Anda  sungguh-sungguh minta maaf?

·        Apa yang kamu lakukan, mungkin kamu tidak pernah mengerti akibatnya! Jadi cobalah meminta maaf, sesedikit apapun kesalahan kita!

·        Kasih waktu bagi orang untuk memaafkanmu. Jangan menuntut!

·        Meminta maaf itu gampang, tetapi melaksanakan permintaan maaf itu lebih mulia.

·        Berjiwalah ksatria, lakukanlah empat mata

·        Jika orang itu belum bisa langsung memaafkan, sabarlah dan mengertilah.

INFORMASI PENTING!!

Mau menjadi trainer yang genius dalam mengajar dengan menggunakan metafora?

Juga ahli dalam storytelling, menciptakan dan bermain game, dan pengajaran yang membuat orang terkagum-kagum bahkan tahu menghafal rahasia menghafal seluruh headline koran?

Nah, ini hanya buat yang betul-betul serius dan tertarik menjadi trainer bersertifikasi internasional.

Inilah program yang melatihan Anda menjadi trainer berkualitas dan berlisensi internasional.

“Great Trainer in Action”  11-14 Agustus 2014

Kapan Workshop Great Trainer In Action ini diadakan?

Tanggal     : 11-14 Agustus 2014

Jam      : 08.00 – 18.00

Tempat       : Hotel Santika Premier, Jakarta

Daftarkan Diri Anda dan Tim Anda sekarang juga!

MWS Indonesia

(021) 351.8505 atau 386.2521

Metafora Yang Mengubah Hidup Anda!

July 16, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

DOWNLOAD

Smart Emotion Radiotalk, 16 Juli 2014

Setiap harinya kita membaca status twitter, facebook yang berisi kalimat-kalimat inspiratif dan motivasional yang sangat menggugah hidup kita. Misalkan saja, “Bersatulah, seperti sapu lidi. Kalau bersatu, sulit dipatahkan!”, Atau yang ini, “Belajarlah dari padi makin berisi, ia makin menunduk!”. Atau di tengah masa puasa ini ada pula yang berkata, “Puasa dan doa, adalah ibarat sayap yang mengantar kita ke surga”. Nah, banyak diantara kalimat itu yang dikaitkan dengan perumpamaan dan analogi. Ternyata praktek menggunakan analogi ini telah digunakan sejak zaman dulu, bahkan sejak jaman para Nabi. So, itulah yang juga kita sebut METAFORA. Apakah metafora itu? Dan mengapa orang mengajar dan menginspirasi dengan metafora?

Apa yang Menarik Soal Metafora?

·         Ketrampilan yang paling klasik dan sudah sejak lama dilakukan, para nabi misalnya: “Jangan keras seperti batu!”

·         Artistoteles mengatakan, “Hal terhebat adalah menjadi ahli dalam metafora. Ini adalah tanda kejeniusan. Karena untuk menciptakan metafora yang hebat, butuh mata yang bisa melihat  suatu kesamaan”

·         Personal: berusaha melatih ketrampilan membuat metafora. Misal awal tahun: Horse Spirit (salah satunya adalah soal kesetiaan seekor kuda seperti Pangeran Diponegoro dengan TuranggaSeta), di Piala Dunia yang baru selesai, 10 Pelajaran Kehidupan dari Sepak Bola (Pintar saja nggak cukup harus bisa bekerjasama dengan orang lain).

·         Para trainer & motivator menggunakan metafora untuk mengubah kehidupan orang!

o   Zig Ziglar, “Kesuksesan itu seperti tangga, bukan elevator. Kamu mesti menaiki dan melaluinya”

o   Stephen Covey, “Tentukan dulu golmu dan prioritasmu. Jangan sampai kamu beut-buru menaiki sebuah tangga, tahu-tahu ketika sampai di ujung atas tangga, kamu baru sadar kamu berada di tangga yang salah!”

Mengapa Menggunakan Metafora?

1. Mengajarkan Sesuatu!

o  Para nabi melakukannya! Begitu juga orang tua kita dulu “Kalian bersaudara, jangan jadi seperti kucing dengan anjing!”, “Jadi pemimpin, jangan jadi orang yang pendiriannya seperti air di daun talas!”

o  Kitab Suci: AlQuran (Al-Baqarah 261): memberikan harta dijalan Allah itu seperti menumbuhkan buah biji, lalu tumbuh tujuh bulir yang masing-masingnya bulir ada seratus biji. Begitulah Allah melipatgandakan! Alkitab: kisah anak yang hilang!

o  Orang menolak logika, tetapi tidak bisa menolak perumpamaan

2. Menyindir

o  Biasanya untuk memperhalus, supaya orang tidak merasa tersinggung

o  “Dia itu seperti katak dalam tempurung!”, “Kamu naksir dia itu ibaratnya punuk yang merindukan bulan”

o  Gusdur: “DPR kita itu seperti taman kanak-kanak”

3. Menyederhanakan dan Mempermudah Suatu Pesan

o  Penjelasan yang panjang lebar dengan mudah bisa ditangkap

o  William Shakespeare: “Dunia ini panggung sandiwara, dan kitalah pemain-pemainnya!”

“Sekejam-kejamnya ibu tiri, tidak sekejam ibu kota”

Apa Rambu-Rambunya Dalam Menggunakan Metafora?

1. Jangan Membingungkan!

o  Harus mudah, sederhana dan gampang ditarik maknanya! Masuk akal!

o  “Jangan melakukan pekerjaan sia-sia seperti mau menegakkan benang yang basah!”

2. Harus disesuaikan dengan level audiensnya!

o  “PRJ kemarin itu kayak anai-anai bubus”. Lha orang tahu nggak anai-anai itu apa? (anai-anai=semut putih)

3. Bisa Membuat Tersinggung, Jadi harus berhati-hati!

o  Kasus YKS, “Bayangkan anjing ini lucu seperti Benjamin”

Tips Caranya Menjadi Ahli Dalam Menggunakan Metafora?

1. MElihat metafora-metafora yang ada selama ini!

o  Pelajari paternnya, lihat gaya dan caranya!

2. TAmbahkan metafora dalam setiap obrolanmu!

o  Waktu ngajarin, waktu bicara dan waktu menasihati orang ataupun waktu menulis!

3. FOkuskan terus melatih mencari kesamaan yang mudah dipahami!

o  Latih dan praktekkan dan latih lagi!

4. RAsakan kesenangan dalam menggunakan metafora untuk memperkaya komunikasimu

o  Ingat kembali waktu nasihatin orang dengan metafora dan berhasil!

INFORMASI PENTING!!

Mau menjadi trainer yang genius dalam mengajar dengan menggunakan metafora?

Juga ahli dalam storytelling, menciptakan dan bermain game, dan pengajaran yang membuat orang terkagum-kagum bahkan tahu menghafal rahasia menghafal seluruh headline koran?

Nah, ini hanya buat yang betul-betul serius dan tertarik menjadi trainer bersertifikasi internasional.

Inilah program yang melatihan Anda menjadi trainer berkualitas dan berlisensi internasional.

Ikutilah “Great Trainer in Action”  11-14 Agustus 2014

Benefit Buat Anda!

·   Sertifikasi ELT (Essential Licensed Trainer) dari MWS International yang telah mempunyai network luas di Indonesia, Malaysia, Singapura, Jerman, China, danAustralia

·   Materi-materi dengan standard International yang lengkap, praktis dan komprehensif untuk melatih Anda menjadi seorang trainer profesional

·   Setelah diberikan training dan LULUS, profil Anda diakui dan Anda akan mendapat sertifikat kelulusan, dimentor dan masuk dalam komunitas trainer ELT MWS Indonesia

·   Kesempatan dan Peluang untuk menjadi mitra bisnis MWS Indonesia di masa depan

Kapan Workshop Great Trainer In Action ini diadakan?

Tanggal     : 11-14 Agustus 2014

Jam          : 08.00 – 18.00

Tempat     : Hotel Santika Premier, Jakarta

INVESTASI : Rp. 11.000.000,-

Daftarkan Diri Anda dan Tim Anda sekarang juga!

MWS Indonesia

(021) 351.8505 atau 386.2521

Cerdas Emosi di Kampus!

July 2, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 2 Juli 2014

Mengapa sih perlu cerdas emosi di kampus? Bukannya kalau di kampus tugasnya adalah belajar, menimba ilmu, kejar IP yang tinggi lalu secepatnya di wisuda dan cari kerja? Tapi sebaliknya, ada yang menganggap kampus sebagai masa bersuka ria, mumpung lepas dari pengawasan orang tuanya karena mereka kuliah di kota lain. Makanya, tak mengherankan banyak berita tidak sedap pun muncul dari kalangan mahasiswa mulai dari geng, narkoba, hingga sex bebas ala anak kost. Masa kampus adalah masa persiapan penting menuju ke jenjang dimana seseorang mulai bekerja dan dianggap dewasa. Masa kampus, adalah masa transisi yang tidak sepele. Salah melangkah, masa depan bisa dipertaruhkan!

Berbagai Tipe Mahasiswa:

1.      Tipe Semut (Semuanya Ikut): aktif baget sana sini tapi nggak rampung2 kuliahnya, jadi Mabad (Mahasiswa abadi)

2.      Tipe Kupu-Kupu (Kuliah Pulang – Kuliah Pulang): hanya kuliah only!

3.      Tipe Kumbang (Kemanapun Bimbang) : nggak jelas dengan tujuan kuliahnya, ikut-ikutan kuliah!

4.      Tipe Kecoa (Keinginannya Coba-Coba Aja): coba kuliah, setengah hati, nggak serius, drop out!

5.      Tipe Nyamuk (Nyaman dan Maunya Untuk Kesenangan): hedonis, mall, free!

6.      Tipe Belalang (Bela-belain Banting Tulang): kuliah sambil kerja

7.      Tipe Capung (Cari Pinjaman Utang): banyak hamburkan uang, pinjam sana sini

8.      Tipe Lalat (lama lama dan telat) : kuliahnya lama banget nggak lulus-lulus

Mengapa Perlu Cerdas Emosi di Kampus?

1.      Prestasi Akademik. Penelitian di Univ Gunadharma, menunjukkan bahwa ada korelasi antara kecerdasan emosi dengan IP korelasinya 0,38!

2.      Bisa Atasi Masalah Lebih Efektif. Masa kuliah itu kan up and down, Pasti ada masalah. Mahasiswa yang lebih sadar tinggi EQ, lebih sadar kondisi dirinya serta fokus pada masalah, bukan emosi. Bukan melampiaskan ataupun lari dari masalah, tapi berusaha atasi!

3.      Stress lebih Terkendali. Pasti stress, apalgi dekat ujian. Trus ada target dari orang tua, belum lagi kalau pacar ortu udah menuntut anaknya dinikahi cepat. Stress!

4.      Perilakunya Dipikirkan Matang. Banyak mahasiswa yang “sikat dulu urusan belakangan”, akibatnya banyak hal yang jadi masalah belakangan. Yang matang, ada consequential thinkingnya.

5.      Lebih teraktualisasi. Cerdas emosi, bisa mengatur dirinya. Sehingga tidak terjebak jadi mahasiwa galau, mereka bisa fokus pada potensi, bukan dilemahkan oleh masa lalunya!

6.      Disukai, Dipilih dan Dibantu ketika Punya Masalah. Kehidupan sosialnya bagus, bisa masuk ke manapun. Seringkali populer dan kalau ada masalah, ia akan dibantu!

7. Jadi “oase” dan “obor” bagi rekan-rekannya. Hidupnya tampak menyenangkan dan matang, sehingga orangpun datang untuk minta nasihat dan pertolongan!

8. Hubungan Yang Baik, Bisa Atasi Problem Pelik! Karena bisa jaga relasi dengan baik, banyak masalah dalam akademik, problem dengan dosen, dll bisa diatasi!

Contoh: Nyaris tidak lulus mata kuliah karena kelamaan di Timtim, tapi karna hubungan baik dengan dosen (memberikan berita dan info penting), tetap bisa ujian dan lulus dengan nilai A.

Tips Emosi di Kampus?

1. Sadari & Very Important: Kuliah is Preparation Time! Jangan kelamaan tapi juga jangan hanya kupu-kupu! “Kupu-kupu itu bodoh, kelamaan itu idiot” Kampus itu hanya transisi, persinggahan terakhir dunia pendidikan menuju ke dunia kerja. Mereka yang cerdas emosi di kampus, seringkali juga tidak punya masalah tatkala masuk dalam pergaulan kerja!

2. Terapkan Jeda 6 Seconds, sebelum melakukan sesuatu! Kadang suka mengambil risiko, suka emosional! Tapi pikirkan akibatnya!

3. Bangun 4 Area Penting dalam Kecerdasan Emosional! Kedasaran Diri, fokus pada kelebihanmu. Manajamen Diri: kelola emosimu dengan kelola cara berpikirmu; Kesadaran Sosial: peka dan baca emosi orang dan belajar mendengarkan; Social Relationship: gaul dan interaksi bahkan konflikpun bisa mematangkan dirimu

Incoming search terms:

Productive Holiday!

June 25, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 25 Juni 2014

Biasanya, Anda ngapain kalau liburan? Umumnya, liburan hanya sekedar jalan-jalan, menghabiskan uang, main game, ataupun kegiatan yang kurang produktif. Memang sih ada yang berkelit, “Lho namanya juga liburan, ya harus bersenang-senang aja dong?” Memang benar. Tetapi bagi anak sekolah, bagi lingkungan kampus, sebenarnya masa liburan selain untuk “bersenang-senang” bisa juga direncanakan untuk berbagai aktivitas yang bermanfaat. Bahkan, ide radiotalk inipun bisa dipakai beai mereka yang bekerja untukmenggunakan masa cutinya dengan lebih efektif dan produktif. Nah, bagaimanakah membuat “liburan yang produktif” itu. Ayo, kita perbincangkan!

Apa itu Productive Holiday?

·        Liburan yang memberikan multiple positive, yakni dampak positif yang banyak bagi berbagai aspek kehidupan kita!

·        Productive holiday tidak identik dengan membawa kerjaan kantor ke tempat berlibur. Itu artinya cuma pindah lokasi! Karena itulah, butuh perencanaan kerja yang baik, supaya bisa menikmati liburan produktif ini!

·        Nah, aspek apa saja?

o   Aspek fisik: istirahat dari rutinitas kerja fisik kita. Jadi tubuhpun punya kesempatan untuk mengalami pembaharuan!

o   Aspek beban mental: segala beban pikiran kita diletakkan sesaat! Ini terkait dengan STRESS!

o   Aspek hubungan: meningkatkan hubungan dan keakraban dengan orang-orang yang kita banyak berinteraksi

o   Aspek team work: konflik bisa berkurang, kerjasama bisa menjadi lebih baik,muncul pemahaman

o   Aspek pengetahuan:memberikan pemahaman dan pengertan yag baru, baik sisi pengetahuan

Pertanyaan untuk Smart Listener:

“Bolehkah diceritain, pengalaman kamu mengisi liburan dengan baik, yang pernah kamu lakukan atau yang masih tetap kamu lakukan sampai sekarang?”

Penelepon:

Pak Simon:

Karena saya bekerja dan istri berjualan makanan, maka ketika liburan lebaran, Anak-anak kumpul semua, dan mereka kami ajarkan untuk bersih-bersih rumah, berkumpul dan menunjukan bagaimana sulitnya mencari uang dengan berjualan makanan. Ketika pekerjaan selesai, kami sekeluarga jalan-jalan ke Mall.

Pak Aryo:

Kalau saya mengisi Liburan dengan mengikuti Seminar-seminar yang diselenggarakan di Universitas di Meda, karena sayapun sudah membuat budget tersendiri khusus untuk mengikuti kegiatan-kegiatan akademik spt itu. Dan juga saya pergi ke Perpustakaan, Museum bersama teman-teman.

Pak Eddy:

Kebiasaan saya dari dulu sampai punya anak spt sekarang, saya menganjurkan untuk Liburan keluar Indonesia ke Negara yang lebih maju dari kita. Kita harus menimba pengalaman apapun yang lihat disana. Contoh: ahun 1991 sewaktu saya ke Singapore, mereka pakai Kantong Sampah. Di Makassar tahun 91 tidak ada orang yang memakai kantung sampah. Alangkah susahnya mensosialisasi kantong sampah itu, dan baru 10 tahun saya menimba hasilnya.

Hati-hati dengan MULTIPLE NEGATIVE!

·        Fisik: Setelah liburan, malah fisik menjadi bertambah capek. Malahan sakit setelah liburan. Karena kurang tidur, ikut jadwal tur yang terlalu padat!

o   Pulangnya jangan mepet!

·        Konflik Hubungan & Team: justru hubungan menjadi tambah rusak setelah pergi liburan bareng.

o   Kalau perlu: tetapkan dan sepakati soal mental selama bepergian!

·        Fisik libur, pikiran nggak! Pada waktu ketika liburan, Liburkan juga pikiran kita dari hal-hal yang membuat kita stress

Beberapa Point Penting Soal Productive Holiday!

1.      Liburan itu penting, untuk menjaga keseimbangan hidup kita! Seperti alam, ada berbagai musim. Dimaksudkan supaya kita pun beristirahat!

2.      Banyak orang yang bangga ketika tidak mengambil cutinya sama sekali. Ada 3 kemungkinan, (1) kerjaan Anda terlalu banyak dan saatnya untuk ditambah orang lain untuk bantu; (2) planning kerja Anda buruk atau (3) Anda ketagihan kerja!

3.      Productive holiday tidak identik dengan membawa kerjaan kantor ke tempat berlibur.

4.      Semua liburan pasti bermanfaat, tetapi tidak semuanya produktif.

5.      Untuk bisa produktif, itu harus direncanakan.

6.      Perencanaan itu lebih baik tahunan. Kalau tidak, berbagai aktivitas akhirnya akan merampok waktumu sehingga jadi tidak punya lagi waktu untuk berlibur!

7.      Tips FOCUS Celebrity: Fun, Object Work, Celebrate & Cheerleading, Understanding, Stress Reduction On!

Becoming a Great Speaker!

June 18, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

DOWNLOAD
Smart Emotion – Radio Talk, 18 Juni 2014

Belakangan ini, kita menyaksikan debat calon presiden Republik Indonesia. Debat ini begitu menentukan, karena beberapa rakyat di Indonesia menilai kualitas presiden dari kemampuan orasi, berkomunikasi serta berdebatnya. Bahkan ada beberapa yang berkata, “Saya tidak akan menentukan memilih siapa-siapa, justru dari kualitas mereka di dalam debat inilah, saya akan menentukan akan memilih siapa!”. Begitulah kekuatan berkomunikasi dan berkata-kata. Persepsi, penilaian serta minat seeorang ternya sangat dipengaruhi dari cara dia berkata-kata!

Mengapa Pilih Topik Ini???

·         Debat Calon Presiden! Kesimpulan: Nasib seseorang bisa ditentukan oleh kemampuan untuk berbicara! “Anda bisa sepintar apapun, tapi kalau Anda tidak bisa bicara, tidak ada yang mau mendengarkan. Kalau tidak ada yang mendengarkan, maka tidak akan ada orang yang kenal Anda!”

·         Berbagai email dan SMS yang menanyakan:

Ø  “Pak Anthony. Saya seorang mahasiswa yang punya keinginan untuk menjadi seorang motivasional speaker. Saya ingin apa yang saya katakan, bisa mengubah orang. Apa yang harus saya lakukan?”

Ø  “Pak, saya bosan dengan pekerjaan saya dan saya berpikir untuk menjadi seorang pembicara dan trainer seperti yang Bapak lakukan. Saya sudah sering bicara di forum-forum kecil. Bagaimana cara saya memulainya untuk menjadi seorang pembicara yang dikagumi dan disukai orang?”

Ø  “Pak Anthony. Saya pensiunan dari salah satu perusahaan ritel. Beberapa tahun sebelum pensiun, saya pernah ikut kelas training for trainer dengan menggunakan model Quantum Teaching. Alhamdullilah Pak. Sekarang meskipun sudah pensiun, saya masih tetap sibuk mengajar. Ternyata benar kata bapak, pengalaman sebagai praktisi ditambah kemampuan training, membuat saya tidak akan pernah pensiun! Saya tidak pernah lupa pelajaran dari Bapak soal teknik bercerita, teknik membuat analogi, dll. Terima kasih”

The Story…

Suatu ketika, ada seorang mahasiswa nyaris lulus, menunggu wisuda yang mendapatkan undangan untuk mengikuti sebuah seminar. Ini adalah seminar motivasi. Si mahasiswa ini adalah seorang aktivis mahasiswa yang sedang berlibur. Ia diajak oleh temannya. Tiketnya gratis. Tapi pembicaranya, adalah pembicara terkenal. Si mahasiswa ini duduk diantara seratus lebih peserta yang ada disitu. Rata-rata yang diundang dan hadir adalah para karyawan dan pebisnis. Masalahnya, yang mengadakan adalah sebuah asosiasi bisnis. Si mahasiswa duduk di tengah. Ia pun berkenalan dengan bapak-bapak semejanya. Saat kenalan, ia tidak punya kartu nama karena cuma seorang mahasiswa. Salah satu bapak di meja berkata, “Ow, cuma mahasiswa toh?” Tidak tahu mengapa dia berkata demikian, si mahasiswa ini tidak peduli karena dia penasaran, seminar motivasi itu apa sih? Tapi, seminarpun dimulai. Si pembicara dengan antusias bercerita. Kisahnya menghibur dan pengalaman hidup si pembicara begitu memotivasinya. Tetapi, yang membuat si mahasiswa itu kagum adalah tatkala ia menatap wajah-wajah yang tertawa, terhibur bahkan mengangguk-angguk oleh kisah si pembicara itu. Si mahasiswa itu berpikir, “Sungguh mulia dan luar biasa, bagaimana si pembicara itu menyentuh dan mengubah kehidupan orang-orang ini. Saat keluar dari sini, mungkin mereka menjadi pribadi yang berbeda”. Saat itulah, si mahasiswa itu membayangkan dirinyalah yang kelak akan berdiri di depan dan saat itulah si mahasiswa bermimpi, kelak dialah yang akan diundang oleh asosiasi yang sama.  Belasan tahun kemudian sejak kejadian itu berlalu. Si mahasiswa terus melatih kemampuan berbicaranya. Dan akhirnya, seperti diimpikan, suatu ketika, undangan berbicara di asosiasi itu tiba. Dan si mahasiswa yang kini berprosesi pembicara itu, berbicara seperti impiannya. Dan mahasiswa itu adalah SAYA!

Bagaimana Bisa Menjadi Pembicara yang Hebat?

1.      Tentukan Pesan Apa yang kamu mau sampaikan!

  • Kamu harus punya “pesan” personal, message, jadi harus ada “content”-nya.
  • Jangan pesan yang terlalu “generic”
  • Nah, kamu tertarik dengan bidang apa? Kalau kamu sendiri nggak tertarik, bagaimana orang lain akan tertarik?

2.      Bangun dan latih kemampuan public speakingmu!

·         Bangun fundamental

·         Ikuti kelas – kelas menjadi seorang Speaker.

3.      Berlatih bicara secara obsesif dan minta feedback

  • Bicaralah dimanapun, kapanpun
  • Jangan pedulikan berapa kamu dibayar

4.      Cari mentormu dan komunitasmu

  • Bisa mentor secara langsung, bisa pula mentor yang “imaginer”
  • Bacalah sebanyak-banyaknya soal mentormu

5.      Siapakah audiensmu

  • Dalam bisnis “KYC” Know Your Customer
  • Kenali bahasa mereka sehari-hari apa sih? Jangan pakai bahasa yang susah kalau level pendidikan mereka beda

6.      Belajarlah mulai menjual ide-idemu

  • Bikin website, bikin blog, status di twitter, facebook

7.      Belajarlah menulis artikel dan buku

  • Menulis adalah kemampuan untuk menuangkan pikiran secara tertata dengan baik
  • Dan Buku menunjukkan passion kita

8.      Terus-meneruslah improve dan belajar

  • Harus berani investasi untuk mendapatkan hasil
  • Rajin-rajinlah membaca buku

HOW EQ SOLVE ORGANIZATION HEADACHE!

June 4, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 04 Juni 2014

Baru-baru ini, buku Smart Emotion karya Anthony Dio Martin yang merupakan intisari pembelajaran soal Kecerdasan Emosional yang disiarkan rutin di SmartFM, diterbitkan kembali bekerjsama dengan Gramedia Pustaka Utama (GPU). Pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana sih Kecerdasan Emosional bisa membantu menghilangkan problem dan berbagai permasalahan yang ada di dalam organisasi? Apakah sebenarnya EQ hanya untuk keperluan persoalan pribadi saja?  Jawabannya? Tentu saja TIDAK! EQ bukan hanya untuk personal, untuk organisasipun paling tidak ada 6 “kepusingan” yang bisa tertolong dengan EQ yang tinggi!

Contoh organisasi yang dipusingkan dengan masalah EQ pada karyawannya:

·         Pada Oktober 2011, karyawan McDonald memukul pelanggannya dengan batang besi. Tapi ia dibebaskan karena dianggap melindungi.

·         Agustus 2012, manager PLN Kota Prabumulih memukul asisten officer administrasi karena saat ditanya pekerjaannya, dia bilang tidak sanggup.

·         Eksekutif perusahaan mining mengamuk di bandara karena dua kali ketinggalan flight.

Kesimpulan:

·         Organisasi tidak tidak salah, yang salah adalah orangnya. Tapi orang tetap mengkonotasikan dengan organisasi.

·         Akibat dari organisasi dan orang yang EQnya jongkok: ketidakpuasan, konflik terpendam, boikot terselubung, image perusahaan, bahkan urusan hukum.

Salah satu kesalahan terbesar ketika kita belajar EQ adalah Tidak Boleh Marah. EQ itu belajar tegas, mampu mengungkapkan perasaan kita sesungguhnya.

“Kepusingan” yang sebenarnya bisa tertolong oleh EQ yang Tinggi:

  1. Stress yang Tinggi!

·            2 macam Stress: Ada jahat (ditress)  dan stress baik (eu-stress). Akibat buruk dari stress:  sulit berkonsentrasi, sulit tidur, gampang menjadi marah dan tersinggung, imun tubuh menurun jadi gampang sakit. EQ mengajarkan untuk mengenali gejala, ambang batasnya, dan melakukan de-stress (cara menghilangkan stres).

  1. Konflik yang melumpuhkan!

·            EQ mengajarkan: komunikasi emaptik, membangun tabungan emosi! how do you feel, how other feel? What to say!

  1. Team kerja yang tidak solid!

·            Dalam team ada Tipologi tim beda2, kebutuhan emosional tiap orang beda, CHEMISTRY orang beda! Jika sedang Low EQ: klik, kelompok2, politicking jadi tinggi. Dalam EQ, kita diajarkan tentang  L-Factor  (Likeability Factor) bisa membuat diterima dimanapun.

  1. Komunikasi yang tidak terbuka dan tidak simpatik!

·            Komunikasi: (1) terbuka, tapi nggak simpatik (KASAR); (2) Nggak terbuka, tapi simpatik (BOM WAKTU); (3) nggak terbuka, nggak simpatik (PERANG); (4) terbuka, simpatik (SEHAT)

·            Ketika Komunikasi bermasalah: pesan tidak sampai,tidak percaya (curiga), tidak bisa kerjasama, hasil tidak bisa optimal! EQ mengajarkan  soal CARE (concern-attention-relation-emotion),

  1. Logika jangka pendek yang bisa menghancurkan profit!

·            Orang logis, biasanya nggak merasa nyaman dengan EQ, dianggap terlalu soft! Tetapi, Keputusan logis, belum tentu cerdas emosi

  1. Ketidakpuasan yang menjadi bom waktu!

·         Puas bisa menambah 10-25% terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, kalau tidak puas akan terjadi: wasting time (bergosip, fokus pada masalah, dsb) , contagius effect (karyawan yang tidak puas bisa berdampak pada servis yang mereka berikan kepada pelanggan), loss of business (karyawan memboikot), deal with law (urusan hukum, perusahaan dicari kesalahannya dan dilaporkan).

“People will forget what you say but they will never forget how you make them feel!” (Orang akan lupa dengan apa yang kamu katakan, tapi orang tak akan perlu lupa bagaimana kamu membuatnya merasakan sesuatu)

WASPADA, PSIKOPAT DI SEKITAR KITA!

May 28, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 28 Mei 2014

Belakangan ini, kita banyak mendengar kasus pembunuhan sadis. Juga banyak kejahatan kepada anak-anak. Termasuk juga pembunuhan dan kejahatan dalam keluarga. Yang membuat miris, banyak diantaranya yang berkomentar, “Terus terang, saya tidak menyangka dia akan seperti itu. Orangnya berpenampilan baik dan ramah saja kok!”. Karena itulah topic kita kali ini adalah membahas soal psikopat. Pengidap psikopat sulit dideteksi karena 80% lebih pengidap psikopat lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa. Lagipula, tidak mudah menyembukannya, sebab mereka sendiri mungkin tidak menyadari bahwa mereka punya kecenderungan psikopat. Psikopat juga memiliki beberapa ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri semestinya tidak langsung dipakai untuk dengan cepat melabel bahwa seseorang menderita gejala psikopat.Nah, Bagaimanakah definisi psikopat yang sesungguhnya? Bagaimanakah gejala-gejala psikopat secara umum yang perlu mesti diwaspadai? Jangan-jangan kita sendiri punya gejala psikopat dalam diri kita? Benarkah? Bagaimana mengetahuinya? Ayo simak!

Psikopat itu apa?

· Asal kata “Psyche” (jiwa) dan “pathos” (penyakit)

Psikopat: seseorang yang pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.

· Psikopat: (1) tidak punya empati atau simpati pada korbannya. (2) Mereka tak bisa merasakan rasa bersalah dan bisa menyakiti siapapun dengan brutal. Inilah yang membuat psikopat menjadi menakutkan. (3) Meski begitu, psikopat juga bisa terlihat sangat tenang, ramah, dan tidak mencurigakan.

Fakta Penting soal Psikopat!

1. Psikopat, tak bisa membedakan rasa takut dengan wajah netral. Penelitian Georgetown University dengan 36 anak. Bahkan ada yang menjawab, “Saya tak takut itu ekspresi apa tapi itu ekspresi, sebelum saya menusuknya!”

2. Kecanduan dopamine. Dopamine bekerja tatkala kita merasa senang, dapat hadiah, jatuh cinta, makan makanan kesukaan. Nah, psikopat ingin terus-menerus merasakan hal spt ini, termasuk dengan membunuh

3. Rasa empati seorang psikopath seperti lampu saklar. Mereka bisa menghidupkan: sehingga tampak ramah, baik dan meyakinkan. Tapi kalau dimatikan: bisa membunuh dengan brutal

4. Believe it or not: Dunia bisnis banyak dipenuhi psikopat. Di th 2013, peneliti Oxford, Kevin Dutton, menyebut beberapa jenis profesi yang menarik bagi psikopat: polisi, ahli bedah, atau pengacara. Namun, salah satu profesi yang juga paling banyak diminati oleh psikopat adalah bidang bisnis. Mereka jadi boss yang buruk, sulit berteman dan sukses karena manipulasi. Tapi suka ciptakan teror!

5. Suka ngetroll, atau trolling di internet. Hobinya suka mengerjai. Kalau main game jadi musuh. Suka ngerjain, menyakiti dan ngak punya sopan santun.

6. Indra penciumannya buruk. Umumnya orang bisa kenal 10 jenis bau. Psikopat punya kesulitan. Ini tes yang sulit mereka lewati.

7. Psikopat itu bisa baik! Contoh kasus, peneliti James Fellon. Secara DNA ia melihat ada kecenderungan untuk jadi agresif dan dalam keluarganya memang ada keturunan seperti itu. Dirinya agresif dan kompetitif. Sama cucunya, nggak mau ngalah, sulit simpati sama orang. Tapi, kecenderungan psikopatnya tidak muncul bahkan penyayang dan sosial, karena: ia dibesarkan dalam keluarga yang penyayang!

Apa yang perlu kita waspadai dan lakukan?

1. Jangan cepat melabel dulu. Jangan gara-gara ciri-ciri ini lantas kita melabel orang!

2. Start from yourself. Jangan-jangan kita punya kecenderungan seperti itu! Wasapadai!

3. Waspadai orang di sekitar kita yang punya kecenderungan seperti itu: khususnya anak-anak kita. Latih mereka!

4. Wasapadai psikopat di tempat kerja. Dr John Clarke, organizational psychopath: berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi, mengorbankan, dan menghancurkan rekan kerja. Semuanya dilakukan tanpa rasa bersalah maupun penyesalan.

Tips Apa yang Bisa Dilakukan?

· Jadi orang kepercayaannya. Biar dia bisa terbuka cerita dan jangan melabel dia!

· Kasihani dia, tapi jangan sampai dimanipulasi oleh dia. Kadang harus tegas kepadanya!

· Buka mata. Biasanya gampang merayu, pujian, hadiah. Jangan gampang terbuai!

· Kalau bicara, lebih banyak pendekatan logika untuk menjelaskan. Misalkan kenapa tidak boleh mematah-matahkan kaki kecoak? Jangan bilang: karena kasihan tapi ada hal lain yang lebih menyenangkan untuk dilakukan

· Jangan telan 100% apa yang dikatakan, cek ricek fakta dan opininya

· Ajak dalam kegiatan positif, khususnya yang social

· Jauhi dari lingkungan yang negative ataupun cenderung buruk

· Pendidikan itu penting!

The Power Of Celebration

May 21, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

Radio Talk 21 Mei 2014

Dalam setahun, hal apa saja yang kita rayakan? Dan pertanyaannya, apa saja yang yang pantas untuk dirayakan dalam kehidupan kita? Apa makna merayakan bagi kesehatan mental, serta bagi kehidupan kita? Bagaimana membangun semangat “merayakan”? Oprah Winfrey berkata, “Semakin banyak yang kamu rayakan dan hargai, semakin banyak hal yang bisa kamu rayakan dan hargai”. Sungguh kalimat yang menarik untuk direnungkan.

Mengapa merayakan itu penting?

1.Celebrating is an important part of living a happy and balanced life.

2.Celebrating is time to stop and look back to appreciate and look forward to feel excited.

Kisah Inspirasi…

Seorang sahabat yang sedang sekarat menulis sebuah surat kepada sahabatnya. Ia didiagnosa penyakit terminal dimana dokter memvonisnya hanya bisa hidup beberapa bulan lagi. Dalam suratnya ia berkata, “Sahabatku, biasanya aku hanya merayakan kehidupanku setahun sekali. Namun sejak aku terbaring di rumah sakit, saya jadi belajar menghargai kehidupan. Apa yang membuatku bertahan adalah kenangan demi kenangan yang indah yang pernah aku lewati. Dan setiap pagi, tatkala aku masih bisa membuka mataku, aku berkata, “Terima kasih atas setiap hari yang masih boleh aku nikmati”. Dan tahukah kamu sekarang, setiap hari menjadi perayaan untukku. Karena besok, mungkin tidak pernah aku nikmati lagi.

Apa problem kita dengan merayakan? Sering terjadi sebuah perayaan tidak bermakna. Penyebabnya:

1. Merayakan hanya menjadi sekedar ceremonial, hanya tradisi.

2. Merayakan biasanya menjadi kata pasif (menunggu diucapin selamat, menunggu pesta kejutan dsb), saatnya menjadi kalimat aktif.

3. Merayakan banyak yang dari sifatnya eksternal (kado, karangan bunga, ucapan), menjadi sesuatu yang bersifat internal.

4. Merayakan sebagai menciptakan “emotional connection” daripada sekedar hadiah-hadiah, pesta, atau upacara.

5. Perayaan pembuktian tentang kebermaknaan hidup. Bersyukurlah ketika ada yang masih merayakan bersamamu, itu artinya mereka berterimakasih atas kehadiranmu.

Apa pembelajaran dan tips penting dari merayakan? Belajarlah dari kata CELEBRATION.

C: Cherish: menyayangi dan menghargai orang-orang yang disekitarmu, diri kita, apa yang kita lakukan. Bagaimana kalau hari ini kita lebih menyayangi dan memeluk orang-orang yang kita sayangi dan kita cintai?

E: Enthusism: banyak orang yang hidupnya zombie, tidak punya ekspresi. Bagaimana hari ini kita bisa lebih ceria dan  lebih hidup? Bagaimana caranya lebih antusias lagi?

L: Live with passion. Hiduplah dengan penuh gairah.

E: Excitement: kegembiraan. Hukum “Lifetime Growth”, jadikanlah kegembiraan yang kamu rasakan lebih besar daripada apa yang kamu kerjakan.

B: Belief: apa yang kamu yakini? Apakah selama ini lebih banyak membatasi atau lebih banyak memberdayakan?

R: Rejoice: bersukacita, bergembira, bersemangat.

A: Attitude and Action: sikap kita akan menentukan ketinggian kita.

T: Time: bagaimana kita melewati hari-hari kita?

I: Imagination: bagaimana kita membayangkan hari-hari yang akan kita lewati?

O: Opportunity: bagaimana kita melihat kesempatan-kesempatan yang masih tersedia di dean kita?

N: Now: yang penting adalah saat ini dan di sini. (am)

HOW TO SOLVE THE REAL PROBLEM OF YOUR ORGANIZATION?

May 15, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

(Bagaimana Menyelesaikan Masalah Riil Organisasi Anda?)

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 14 Mei 2014


DOWNLOAD

A

da masalah, berarti ada kehidupan. Tanpa masalah berarti tidak ada kehidupan. Begitulah juga kehidupan organisasi. Kadang sukses, kadang juga dilanda prahara. Selalu akan ada masalahnya, akan ada problemnya. Ada problem dengan sistem, ada problem dengan produk, ada problem dengan layanan, macam-macamlah. Termasuk juga problem dengan manusianya. Nah, kalau organisasi mau sukses, mereka harus mampu mengatasi semua masalah ini. Memang, masalah tidak akan pernah selesai. Tapi paling tidak organisasi harus belajar MEMINIMALISASInya. Untuk itulah, radiotalk kali ini akan menginspirasi para professional, pebisnis dan para pimpinan bagaimana menyelesaikan masalah organisasimu dengan lebih tuntas.

Contoh keputusan salah?

·         Henry Ford menciptakan mobil T di tahun 1908. Mobil keren, tapi di makin lama, penjualan makin turun. Di tahun 1912, setelah perjalanan dari Eropa, para teknisi bikin surprise dengan menciptakan desain yang unik, lebih panjang dan menarik. Hendry Ford berkeliling hingga dua kali, lalu dengan kasarnya merobek pintunya, dan menghancurkan dan menendang prototype mobil itu! Dari market share 57%, turun hingga 20%, karena nggak mau ubah desain!

·         Di tahun 2007, Apple lagi bersaing dengan Microsoft dan berbagai industry. Shea O’Gorman, 9 tahun pengemar Ipod Nano dan mengirimkan ide perbaikan missal: ada lirik lagu biar orang bisa nyanyi. Lantas, ia dapat balasan surat ancaman bahwa Apple tidak akan pernah terima ide risat dari rang yang tidak diperlukan dan ia nggak boleh lagi kirim surat seperti itu. Sejak itulah lahir: kelompok pembenci Apple!

Apa yang paling sulit dalam menyelesaikan masalah organisasi? Read more

SHERPA LEADERSHIP: JADILAH PEMIMPIN YANG MENYUKSESKAN!

May 7, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


DOWNLOAD
Smart Emotion Radiotalk, Rabu 07 Mei 2014

Longsoran salju raksasa menyapu lereng Gunung Everest pada Jumat, 18 April 2014 di sepanjang rute pendakian yang biasa digunakan para pendaki untuk naik ke puncak gunung tertinggi di dunia itu. Akibatnya, setidaknya 12 pemandu pendakian gunung warga Nepal tewas dan 3 orang lainnya hilang. Itulah risiko yang harus diambil para pemandu pendakian atau yang biasanya disebut dengan Sherpa. Sherpa paling terkenal yang sering dicatat dalam sejarah pendakian adalah Tanzing Norgay yang pertama kali membawa seorang pendaki asal Aucland, Selandia Baru Sir Edmund Hillary sampai ke puncak tertinggi di dunia.Sungguh banyak hal yang bisa dipelajari dari seorang pemandu pendakian atau yang biasa dikenal dengan istilah Sherpa ini. Diantaranya membawa orang kepada kesuksesannya dalam melakukan pekerjaan mereka. Selain itu, menyiapkan jalan serta mempersiapkan “rute” yang harus ditempuh para pendaki agar bisa selamat sampai ke puncak. Sungguh mulia, sungguh tidak mudah, berisiko tetapi kepuasan tertinggi juga bisa dirasakan tatkala bisa membawa seseorang sampai pada puncak pendakiannya.

“Siapakah orang yang menurutmu telah membuatmu sukses dan apa yang telah dilakukannya?”

Apa itu Sherpa Leadership:

·         Sherpa:  aslinya Sherpa adalah nama suku di Nepal dan di Tibet. Mereka  ahli mendaki dan kenal medan. Namun terjadi pergesereran, diartikan sebagai pemandu meskipun belum tentu berasal dari suku Sherpa

·         Sherpa Leadership: Kepemimpinan yang menyukseskan orang lain, membantu mendorong supya orang lain bisa sukses dan berhasil. Namun para Sherpa ini sendiri kadang jarang dikenang, padahal merekalah yang membuat bayak pemimpin menjadi sukses!

Kisah inspiratif soal Sherpa

Kisahnya, sepanjang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, 7 tim ekspedisi telah berusaha menaklukkan Mount Everest, namun gagal. Akhirnya, pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia. Dan karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris, Elisabeth II yang baru saja dilantik saat itu. Sir Edmud Hillary pun menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia. Namun banyak orang lupa, dibalik keberhasilan Sir Edmund Hillary adalah seorang pemandu bernama Tenzing Norgay yang “nyaris” dilupakan. Maka suatu ketika, ada seorang reporter yang memutuskan mewawancarai Tanzing Norgay. Berikut cuplikannya :

Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali!

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary? Tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan Edmund Hillary untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia ini.

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu?

Tenzing Norgay : Karena itu adalah impian Edmund Hillary, bukan impian saya…..impian saya adalah…berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih impiannya.

Apakah Pelajaran Sherpa Leadership?

(1)     Tugas Mulia kita sebagai pemimpin: Membawa Orang Lain lebih sukses!

·               Harus legowo, ketika orang yang kita pimpin menjadi sukses

·               Bahagia dengan keberhasilan dengan orang lain!

(2)     Tidak egois: hanya memkirkan dirinya sendiri

·               Kalaupun dia sukses, dia tidak keberatan dengan kesuksesan orang lain

·               Mau sharing dan membagikan pengetahuannya

·               Bahkan kadang harus mengorbankan dirinya dan egonya sendiri

(3)     Berjalan bersama timnya

·               Bukan teriak dari kejauhan atau cuma liatin, tapi jalan bersama

·               Mau mendampingi, bahkan memegangi ketika timnya jatuh

(4)     Bikin strategi untuk timnya agar berhasil

·               Timnya mungkin buta dan tidak tahu, jadi ia memikirkan ke depan dan buat perencanaan

·               Menyiapkan strategi kalau-kalau ada halangan, apa yang harus dilakukan

(5)     Mendengarkan dan menyesuaikan

·               Tahu kondisi timnya (capek, susah) dan tidak memaksakan kehendaknya

·               Menyesuaikan dengan kondisi timnya : kapan jalan, kapan berhenti

(6)     Kerjasama bagus: Yang satu mau memandu, yang lain mau mendengarkan

·               Pemimpin mau merelakan dirinya dan waktunya untuk memandu, tapi timnya harus mau mendengarkan

Next Page »