Cerdas Emosi Mengelola 3 Tipe Tim Kerjamu!

April 10, 2015 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radiotalk, 09 April 2015

“Team Work Make the Dream Work!” (Kerjasama Membuat Mimpi Kita Tercapai). Itu idealnya!  Nyatanya, kadang tidak semua tim kerja kita betul-betul mudah untuk kita kelola. Malahan, tujuan kerja jadi semakin berantakan karena anggota tim yang nggak supportif. Karena itu, salah satu teknik sederhana untuk menggolongkan tim kerja adalah dengan membagi tim atas dasar supportif, menjadi 3 tipe utama: ikan lumba-lumba, ikan tuna, dan tipe ikan hiu. Nah, waspadai dan ketahuilah tergolong yang mana sih anggota tim Anda?

Bagaimana Ciri Ke3 Tipe Tim Kerja Itu? Read more

SUCCESS & SACRIFICE: Tiada Sukses, Tanpa Pengorbanan!

April 4, 2015 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


Smart Emotion Radiotalk, 02 April 2015

“No Pain, No Gain” itulah istilah yang banyak dipakai orang. Memang kalau kita mendengar kisah sukses banyak orang, dibaliknya kita akan mendengarkan kisah yang mengharu-biru dan dramatis. Biasanya kisah itu dimulai dengan penderitaan yang luar biasa sulitnya. Lantas setelah melewati penderitaan yang  panjang, kesuksesan pun menyambut diujungnya. Namun melewati serangkaian penderitaan itu tidaklah menyenangkan. Tak heran, tidak banyak yang tidak rela ataupun tidak berani membayar ongkos untuk menjadi sukses itu.

Kisah-kisah inspirasional…

Kisah TATOO kehidupan! Read more

Becoming a STAR Empoyee: Jadilah Karyawan Bintang!!

March 27, 2015 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radiotalk, 26 Maret 2015


Siapa yang nggak ingin menjadi karyawan yang mendapat plakat “STAR Employee?” Disayang, karir bagus dan masa depan menjanjikan. Wuiihhh!! Perusahaanpun pastinya senang dan berusaha untuk bisa mencetak yang namanya STAR Employee ini. Tapi, seringkali yang didapatkan bukannya star employee tapi malahan employee yang STRESS, GAGAL, NYASAR dan bikin NIGHTMARE! Makanya, perusahaan amat berhati-hati merekrut dan justru berusaha membina (sebelum dibinasakan), agak karyawannya bisa jadi STAR! Nah, bagaimana caranya menjadi dan menghasilkan karyawan STAR ini?

Read more

JADI “PEMBURU” ATAU “PETANI”: WIRAUSAHAWAN ATAUKAH KARYAWAN?

March 20, 2015 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radio Talk, Kamis 19 Maret 2015, Pkl. 07.00 – 08.00 wib

Banyak buku dan tulisan yang mengatakan, “Kalau mau jadi kaya raya, ngapain lama-lama jadi karyawan”. Sebaliknya, ada juga yang mengungkapkan, betapa tidak mudahnya jadi pebisnis: banyak yang bangkrut dan keluarganya juga jadi taruhannya karna kerjanya 24 jam 7 hari seminggu. Karena itu, banyak orang kemudian mempertanyakan, enakan jadi apa sih: jadi pebisnis ataukah jadi karyawan? Read more

“SIKAPI EMOSI NEGATIFMU SECARA POSITIF!”

March 6, 2015 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radio Talk, 5 Maret 2015

Dalam berbagai kesempatan kita seringkali mendengar orang bilang, “Seandainya aku bisa membunuh semua rasa marahku, rasa dendamku, rasa iriku, pastilah hidup saya akan lebih baik”. Akibatnya, banyak orang berpikir bahwa memang ada  emosi yang betul-betul perlu dienyahkan ataupun dilenyapkan dari muka bumi ini. Padahal Tuhan memberikan segala emosi pastilah dengan tujuan. Dan ingatlah, “All emotion is information”. Semua emosi kita adalah bentuk informasi berharga kalau kita menyadarinya. Sayangnya kita lebih melihatnya sebagai hal yang buruk daripada belajar dari emosi ini. Dan, dalam radiotalk kali ini kita akan belajar bahwa yang kita sebut emosi negative itu, ternyata tidalah senegatif yang kita pikirkan!

Kisah Inspirasi… Read more

“SIAP DITOLAK”

October 23, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radiotalk, 22 Oktober 2014

Ditolak? Siapa sih yang mau ditolak?! Siapa sih yang siap? Tapi ditolak adalah bagian dari permainan kehidupan yang penting. Ditolak idenya, ditolak usulannya, ditolak cintanya, ditolak dagangannya. Itulah risiko kita menawarkan sesuatu kepada orang lain.Dalam Smart Emotion Radio Talk kali ini, The best EQ Trainer Indonesia, Bp Anthony Dio Martin akan sharing mengapa secara psikologis takut ditolak? Bagaimana menyiapkan mental untuk ditolak?

Penelepon

Pak Joko Kristianto

Dalam hidup saya mengalami banyak penolakan, saya terinspirasi dengan kalimat: Masa Depan itu sungguh ada dan harapan itu tidak akan hilang. Ketika saya mengalami sebuah penolakan, saya berpikir, Mungkin… saat ini dia belum membutuhkan saya, tapi suatu hari dia pasti butuh saya. Yang kedua, saya berusaha memperbaiki diri saya, produk yang saya jual, informasi yang disampaikan. Dari situ saya berpikir memang Harapan tidak akan hilang kalau saya mau memperbaiki diri saya. Saya bersyukur bisa bekerja di kantor ini, ini sudah kantor yang ke 16. Penolakan-penolakan yang saya alami mendatangkan sebuah kebaikan.

Mengapa Orang Menolak?

(1) Tidak suka karena setiap orang memiliki selera yang beda!

(2) Tidak mau diganggu – waktunya nggak tepat! Pintar-pintarlah mencari waktu yang lain.

(3) Belum paham – mungkin mereka tidak terbiasa, cara berpikirnya belum nyampe, jadi sabarlah dalam menjelaskan.

(4) Belum percaya - pengalamannya pernah salah sehingga mereka sulit percaya, atau karena belum kenal, jadi bangunlah hubungan yang baik serta kepercayaan.

Zig Ziglar: “Setiap penjual akan menhadapi lima “TIDAK”: Tidak ada keperluan, tidak ada uang, tidak buru – buru, tidak ada keinginan, tidak ada kepercayaan”.

Tips Mengubah “TIDAK” menjadi “YA”:

“Jika Anda sering mendengar kata tidak, mungkin itu merupakan sebuah petunjuk jika ada “sesuatu” yang salah”, George Costanza pemain sitcom Seinfield!”

1.      Don’t take it personally: ketika ditolak, kibaskan tanganmu dan katakan, “Next!”

2.      Pake statistik: seorang sales yang punya statistik 10:1. Artinya, dia tahu kalau sudah 9 penolakan, maka dia akan mencapai 1 kesuksesan. Jadi, penolakan, hanya akan mengantar dia ke sukses berikutnya!

3.      Teknik 10 Jack Canfield. Setiap kali mempresentasikan proposalnya, dia akan bertanya “Apakah sudah bernilai 10? Kalau belum, bagaimana caranya bisa jadi 10?”

4.      Jadi detektif. Caritahu “sesuatu” yang membuat dia menolak Anda? Apakah Seleranya salah, atau cara penyampaiannya salah?

5.      Dengarkan kata TIDAK bukan sebagai penghakiman, tapi usulan! Usulan agar kami tampil lebih rapih, kalimatnya diperjelas, contoh diperbanyak, grafisnya diperbaiki!

6.      Persiapkan! Makanya, dalam dunia sales diajarkan “handling objection/rejection” sehingga dengan cepat merespon!

Apa yang membuat orang takut ditolak? PAIN!

1.      Motif dasar: ingin diterima, karena terkadang orang berpikir penolakan berarti tidak diterima

2.      Rasa gagal: rasa sakit dan tidak menyenangkan, karena merasa telah gagal! Penolakan, adalah batu pijakan menuju ke “YA” berikutnya! Jadi jangan menyerah. Penolakan, tidak pernah menjadi hukuman mati, kecuali Anda menyerah saat itu juga!

3.      Overgeneralisasi: Kita merasa penolakan terhadap apa yang kita tawarkan (barang, jasa, usulan) adalah penolakan terhadap diri kita

4.      Pengalaman & pembelajaran: pengalaman yang nggak enak dan belajar dari orang yang salah! “Kemarau dihapus hujan sehari”, penolakan-penolakan yang kamu terima akhirnya akan impas, saat akhirnya kamu berhasil “gol”

“When you get rejected, don’t be angry but improve! And you will see how far you will go!”

Silvester Stallone “Rocky”: “Saya mendengarkan penolakan ibarat orang berteriak ke kuping saya untuk menyuruh saya bangun dan minta saya bergerak lebih tungguh lagi. Bukannya menyuruh saya mundur!”

Joe Girard, salah seorang penjual terbaik yang namanya tercantum dalam rekor dunia mengatakan dengan bagus sekali. “Seorang penjual yang baik tidak melihat penolakan dengan marah dan emosional. Tetapi, ia justru bingung dan penasaran, kok ada orang yang menolak produk mereka yang bagus, yang mereka tawarkan”.

“BECOMING A MASTER PERSUASION”

October 16, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


Smart Emotion Radiotalk, 15 Oktober 2014

Anda setiap saat dibujuk!!! Setelah melihat sebuah iklan, tiba-tiba ada dorongan yang begitu kuat untuk membeli suatu barang yang diiklankan. Bahkan, ketika Anda pergi ke toko untuk membeli sesuatu, tanpa sadar suatu merk tertentu langsung muncul di kepala Anda. Tatkala setelah membaca sebuah buku yang emosional isinya, Anda jadi ikut-ikutan emosional. Setelah mengikuti sebuah kelas motivasi, semangat Anda jadi menggebu-gebu. Pikiran Anda yang sudah bulat, tiba-tiba berubah setelah dikasih beberapa fakta tambahan. Begitulah contoh berbagai bentuk persuasi di jaman sekarang. Ya, inilah era dimana entah kita membujuk ataupun justru kitalah yang dibujuk untuk sesuatu. Yang jelas, hal ini bisa memberikan pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negatif. Contoh Hitler yang berhasil membujuk orang Jerman untuk melakukan tindakan kejahatan perang. Karena itulah dalam radiotalk kali ini, Bp.Anthony Dio Martin akan mensharingkan berbagai teknik persuasi tehadap orang lain.

Tiap hari kita bukan lagi hanya dipersuasi tapi dimanipulasi! Kalau kita tahu bedanya, kita akan lebih bijaksana!

Kalau kita tidak mempersuasi, berarti kita dipersuasi!

Nah, siapa yang persuasi kamu setiap hari? (Iklan, film, berita Koran, majalah, ataukah smartfm….motivasi juga sebuah persuasi lho)

Beda PERSUASI dengan MANIPULASI?

(1) Niat awal: biasanya Persuasi memiliki Niat yang baik, mau menolong orang. Manipulasi hanya memiliki tujuan tertentu. “Asalkan laku terjual”

(2) Kebenaran yg diungkapkan: Manipulasi biasanya akan banyak bohongnya. Sesuatu yang tidak benar akan dibuat benar. Hal yang diungkapkan adalah sesuatu yang keliru, sehingga orang akan salah persepsi. Persuasi – menyatakan informasi yang benar, apa manfaat yang benar.

(3) Manfaat bagi yang dibujuk

Kisah Inspiratif:

Di tahun 1930, di Inggris ada dua penjahit bersaudara. Namanya Sid dan Harry. Si Sid ini pura-pura menempelkan alat bantu dengar di telinganya. Kalau ada pelanggan datang mencoba, Maka, setelah pas, si pelanggan akan bertanya, berapa harga kemejanya? Yang terjadi adalah si Sid akan mengangkat jas itu tinggi-tinggi dan bertanya, “Herr…Herry..jasnya berapa?” Maka si Herry akan menjawab, “Lima puluh pound!”. Lalu, dengan pura-pura budeg, si Sid akan bilang, “Tiga puluh pound. Maka dia akan bergumam kepada pelanggannya: Tiga puluh pound”. Apa yang terjadi, semua pelanggan cepat2 bungkus karena tidak ingin si Sid menyadari kekeliruannya! Padahal harga Kemeja itu Tiga Puluh Pound!

Penelepon
Pak Neddy

Ini bukan hanya soal persuasif, tapi saya berhasil mendekati 1 orang, yang saya lakukan adalah dengan menatap mata orang itu. Dengan menatap mata orang itu secara mendalam (bukan Hipnotis yah…) orang itu jadi terbuka dan mau bercerita kepada saya.

Memang betul dengan tatapan mata kita bisa mempengaruhi orang, tapi harus berhati hati karena dari tatapan mata kita bisa menilai apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Ada sebuah eksperimen mengenai Tatapan Mata. Ada tatapan mata Maskulin (tatapan menantang/tajam) dan Feminim. Menurut penelitian tersebut, Tatapan Mata Feminim lebih bisa memberikan efek persuasif dibandingkan tatapan mata maskulin.

Cara-cara yang secara umum dipakai untuk membujuk!

(1) Orang cenderung suka pada orang yang punya kesamaan dengan dirinya!

  • Makanya, mengapa para penjual belajar bahasa daerah!
  • Kalau bicara dengan anak kecil, jongkok dan menyamakan ukuran tubuh kita!

(2) Orang suka dibujuk secara tidak langsung: kisah dan cerita itu membujuk!

  • Dari pada menyuruh anak makan sayur, mulailah cerita tentang anak yang korengan dan mati gara-gara tidak suka makan sayur!
  • Para penjual kemudian membuat testimonial dan kesaksian tentang orang yang telah memakainya

(3) Pertanyaan yang baik, bisa lebih membujuk daripada statement!

  • Hasil penelitian Neil Rachkam, seorang psikolog yang meneliti para penjual!
  • Pengalaman membeli produk ular pada seorang ibu-ibu penjual di Thailand!
  • “Setuju nggak kalau kita pikir training itu mahal, tapi coba pikirkan betapa lebih mahal lagi ongkos yang akan kita keluarkan karena karyawan kita bodoh dan tidak tahu cara melakukan pekerjaannya?”

(4) Ada kalimat tertentu yang punya efek seperti hipnotis!

  • “Gratis”, “Diskon”, “Jual Rugi”, “Beli dari pembelinya, tidak ada komisi perantara”, “Cuci Gudang”, “Obral Abizzz”, “Bazaar Murah”

(5) Dalam kondisi bingung, orang akan ikut begitu saja dengan apa yang umumnya lakukan!

  • Kalimat “Semua orang memakainya, mengapa Anda tidak?”
  • Metodologi survey, belakangan ini lagi marak!

(6) Dalam kondisi emosional yang tinggi, orang lebih gampang untuk dibujuk!

  • Telpon anak ditabrak dan ada di RS saat ini, harus segera transfer uang!
  • Ketawa-ketawa dan termotivasi, diminta untuk membeli!
  • Menjual, “Kalau tidak beli sekarang, besok diskonnya naik!”

Bagaimana caranya Anti Persuasi?

(1)  Hati-hati sama yang SKSD dengan kita!

  • Berusaha untuk memutuskan rantai kesamaan itu, missal “Bapak dulu kuliah di UGM Yogya, sama dong saya juga dulu kuliah di Yogya!”
  • Putus rantai kesamaan itu: “Tapi saya nggak terlalu nyaman, krn di Yogya saya punya beberapa kenangan buruk”

(2)  Cubit pikiran kita sendiri!

  • Ingat, pikiran kita gampang terpicu sama kalimat-kalimat seperti “Diskon”, “Murah”
  • Kalau perlu cek lebih jauh, “Murah dibandingkan apa?”, “Kualitasnya gimana?”, “Jangan-jangan dinaikkan harganya dulu, baru diskon!”

(3)  Tenangkan emosi sebelum ambil keputusan!

  • Jeda 6 detik!

·         Gunakan pikiran untuk me-lead emosi kita, “Apa benar?”, “Faktanya darimana?”, “Bisa nggak dipercaya sumbernya?”

THE APPRENTICE: BECOMING HIGH EQ MENTOR

September 17, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radiotalk, 17 September 2014

Masih ingat kan dengan film The Apprentice? Sungguh sebuah reality show yang inspiratif soal menciptakan pemimpin masa depan. Film Apprentice yang sempat menjadi trend itu menggambarkan bagaimana seorang pemimpin itu melalui tahapan seleksi, tes, kemudian diangkat, lalu mulai didampingi hingga sukses.   Belakangan memang muncul trend soal business coaching. Namun belakangan juga muncul harapan bukan hanya sekedar coaching saja, tapi juga mentoring. Sebenarnya sih setiap hari proses mentoring sudah kita lihat sehari-hari. Para orang tua adalah contoh mentor yang efektif bagi anak-anaknya. Nah, bagaimanakah hal itu bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari? Termasuk juga dalam kehidupan pekerjaan? Untuk meningkatkan karir Anda? Read more

ANDA BERKEPRIBADIAN PASIF, AGRESIF ATAU ASERTIF?

September 11, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Smart Emotion Radiotalk, 10 September 2014

Belakangan ini banyak status sosial yang isinya sangat agresif menyerang individu &lembaga. Sebuah persoalan pribadi yang memicu emosi, langsung diungkapkan ke ranah publik. Maksudnya mengungkapkan uneg-uneg, tetapi cenderung sudah melukai harga diri orang. Di sisi lain, ada juga pribadi yang tidak mau konflik. Tatkala ada masalah, ia cenderung menghindar bahkan tidak mau mengungkapkan apapun. Jelas-jelas, ia dibodohi atau istilahnya “dikadalin”, tetapi orang ini tetap diam dan tidak memberi respon. Tapi, ada juga pribadi yang berani mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakan, tanpa harus menyinggung perasaan orang. Dirinya tahu bahwa ia berhak untuk mengungkapkan dirinya. Ia menghargai dirinya, tetapi iapun belajar untuk menghargai orang lain. Inilah pribadi yang kita sebut ASERTIF! Inilah pribadi yang JURGAS, jujur dan tegas.. Nah, termasuk yang manakah diri Anda? Read more

BAGAIMANA CARA MEMBACA ORANG? (MENGGUNAKAN METODE SEDERHANA UNTUK MENGENALI ORANG)

September 4, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


Smart Emotion Radiotalk, 03 September 2014

Sejak dulu, berbagai kebudayaan telah berusaha untuk membaca orang. Orang ingin tahu karakternya seperti apa, orang ingin tahu masa depannya kira-kira seperti apa, juga mengenali orang yang ada didepannya berdasarkan tanda-tanda tertentu. Maka, kita mengenal adanya horoskop Barat, shio menurut Chinese, juga ada weton di Jawa. Ada yang percaya, ada pula yang tida terlalu percaya karena merasa tidak ilmiah. Karena itu, dalam psikologipun, mulai berkembang pula keinginan untuk membaca karakter dan kepribadian orang. Karena itulah, belakangan muncul pula banyak alat tes dan bentuk personality profile yang dimaksudkan untuk membaca orang. Ada DISC, yang mengenal tipe dominan, tipe influence. Atau ada juga tipe sanguinis, plegmatis, dll. Banyak sekali model membaca orang secara psikologis. Nah, kali ini, kita akan belajar pula membaca orang denngan menggunakan alat yang namanya MBTI! Read more

Incoming search terms:

Next Page »