PELAJARAN KECERDASAN EMOSI DARI PEMBUNUHAN SADIS DI JAKARTA BARU-BARU INI!

March 14, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off


Download
PELAJARAN KECERDASAN EMOSI
DARI PEMBUNUHAN SADIS DI JAKARTA BARU-BARU INI!

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 12 Maret 2014

Jakarta heboh! Rabu 5 Maret 2014, publik Jakarta dibuat geger atas penemuan mayat perempuan di tol JORR. Kepolisian pun bekerja cepat. Korban akhirnya diketahui bernama Ade Sara Angelina Suroto. Seorang mahasiswi Universitas Bunda Mulia, jurusan psikologi tingkat awal, yang baru berusia 19 tahun. Pembunuhannya pun akhirnya cepat terungkap. Ternyata, pembunuhnya adalah mantan pacarnya sendiri, Hafits bersama dengan Assyifa, kekasih Hafitd yang baru.

Polisi berhasil menangkap Hafitd, saat justru ikut datang melayat jenasah Sara di RSCM. Semua terungkap saat kepolisan bertanya kepada teman-teman Sara di RSCM dan tak sengaja, polisi melihat ada bekas luka di tangan Hafitd yang ketika ditanya lebih rinci, akhirnya mengakui bahwa itu adalah bekas gigitan Sara. Setelah itulah kepolisian membekuk Hafitd dan menangkap Syifa di kampusnya.

Dari mulut kedua pembunuh ini juga terungkap bagaimana Sara dihabisi. Sara ternyata tewas dianiaya di dalam mobil milik Hafitd. Sara pun sempat disetrum dengan setruman yang diduga berkekuatan sekitar 3.800volt hingga pingsan. Dan setelah pingsan, mulutnya pun disumpal kertas koran. Dan konon, koran inilah yang akhirnya membuat Sara kehabisan nafas dan tewas. Setelah membunuh, Hafitd membuang semua barang milik Sara di tol dan di sungai, sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah.

Setelah pulang, mereka pun berusaha menutupi kejahatannya. Bahkan, baik Syifa maupun Hafitd sempat membuat kicauan di Twitter mereka masing-masing soal perasaan duka mereka. Termasuk, bahkan Hafitd pun datang melayat Sara di RSCM yang akhirnya justru luka gigitan di tangannya, yang kemudian jadi kunci pembuka misteri kematian Sara. Dan setelah ditangkap pun, publik pun menjadi bertambah marah tatkala melihat Hafitd maupun Syifa tidak menunjukkan rasa penyesalan mereka. Bahkan, mereka tampak tersenyum dan tertawa-tawa. Mencengangkannya, pembunuhan ini ternyata sudah direncanakan selama seminggu. Ketika ditanya alasannya, Hafitd menyebutkan dendam pada Sara sebab setelah hubungan mereka putus, Sara tidak mau meladeninya lagi. Sementara Syifa sendiri mau membantu Hafitd menghabisi Sara sebab takut Hafitd akan berbaik lagi dengan Sara. Sungguh tragis karena akhirnya mereka sama-sama bahu-membahu menghabisi nyawa Sara.

Pertanyaan kepada Smart Listener:
“Apa komentar Anda tentang Kasus Pembunuhan Ade Sara Ini?”

5 Pelajaran Kecerdasan Emosional

· Ada yang masih menjadi teka-teki:
o (1) Apakah ini pembunuhan yang direncanakan atau tidak direncanakan?
o (2) Apakah kedua pasangan ini psikopat atau bukan?
· Apa pelajaran EQ dari kejadian ini?
Soal kebiasaan buruk.
· Media sempat membahas kebiasaan Hafitd
· Ada yang anggap dia sebagai anak yang baik-baik, namun tetangga dan temannya juga menangkap perilaku Hafitd yang aneh.
· Kebiasaannya adalah suka menonton film-film yang aneh dan cenderung sadis, seperti film Jackass (film yang isinya orang melukai diri atau melakukan hal-hal yang aneh dan cenderung bodoh)
· Tetangganya mengatakan Hafitd termasuk anak yang suka memarkir mobilnya sembarangan dan pernah terlihat menampar Sara.
· Keluarga mengatakan Hafitdpun seringkali mengeluarkan kata-kata makian kalau sedang marah kepada Sara.
· Hobinya Hafitd yang suka cemburuan juga, yang membuat Sara merasa tidak tahan dengannya.
· Kesimpulan: perilaku sadis itu sebenarnya tampak! Semestinya bisa mulai diantisipasi oleh orang tua ataupun pendidik. Kalau anak kita terbiasa menonton film-film sadis, suka membunuh binatang dan agak anti social, sebagai orang tua harusnya diantisipasi, dialihkan ataupun diberikan pengertian. The absent of the family!
Soal kemarahan terpendam.
· Dalam EQ, ada banyak jenis marah: situational angry, accumulated angry, exploded angry, displacement angry, hidden angry, enjoyed angry, prolonged angry.
· Jenis kemarahan yang disebut sebagai prolonged angry atau kemarahan yang berlarut-larut.
· Hafitd berusaha mengontak Sara, namun selalu ditolak sehingga akhirnya menjadi dendam. Sayangnya, Hafitd membiarkan dirinya terus dimakan oleh emosi kemarahnnya. Pikirannya terus memberikan makan energi negatif itu. Proses kemarahannya lama dan panjang.
· Alih-alih memikirkan sisi positif serta pembelajaran baginya, Hafitd justru “mengerami pikiran jahatnya”. Makin lama, ia pun makin terjebak dalam dendam dan kemarahan, hingga akhirnya berbuah menjadi tindakan kriminal.
· Kesimpulan:
(1) Dalam EQ, setiap pengalaman sebenernya memberikan pelajaran. Kalau Hafitd bisa belajar menerima penolakan serta belajar untuk membuat dirinya lebih baik, mungkin justru Hafitd bisa tumbuh menjadi remaja yang matang. Sayangnya, ia justru membiarkan emosi nengatifnya yang menang.
(2) Emosi panjang itu bisa distop, dgn berpikir positif, dengan mengalihkan kapada yg positif ataupun dibicarakan
Soal perpaduan dua emosi yang negatif bisa menghasilkan kondisi yang berbahaya.
· Dua perasaan negatif ini bertemu, hasilnya NEGATIF KUADRAT!
· Di satu sisi, Hafitd punya dendam. Sementara, Syifa, pacar barunya Hafitd juga takut bahwa cowoknya itu akan kembali lagi ke Sara. Sama-sama, mereka memiliki emosi negatif terhadap Sara. Tak heran, dengan perasaan ini mereka sama-sama bisa merencakan seminggu lamanya untuk pembunuhan ini.
· Kesimpulan: 2 emosi negative yang bergabung jadi satu, bisa menjadi sangat membahayakan. Dengan siapa kamu berkumpul? Saat lagi punya kemarahan terpendam pada seseorang, siapa yang kamu temui bisa jadi provokatormu.
Soal lemahnya berpikir konsekuensial.
· Setiap tindakan dan perbuatan, pasti ada konsekuensinya. Artinya mereka punya waktu seminggu untuk memikirkannya.
· Bayangkan? Hafitd dan Syifa melakukan tindakan penganiayaan yang telah direncanakan seminggu!
· Kesimpulan: Hal ini, akhirnya mengingatkan kita soal pentingnya berpikir konsekuensial yang sangat penting dalam EQ. Berpikir konsekuensial adalah memikirkan akibat dari tindakan kita, jadi bukan cuma sekedar melampiaskan amarah dan kebencian.
Soal pemaafan
· Pihak keluarga Sara mencoba memaafkan. Cobalah bayangkan bagaimana terlukanya keluarga yang anaknya harus meninggal dalam kondisi demikian. Apalagi, Sara anak tunggal!
· Pihak keluarga Sara tidak terlalu memperpanjang urusan ini, bahkan Ibu serta bapaknya Sara mengatakan berusaha “melupakan dan memaafkan”
· Kesimpulan: Sungguh tidak mudah belajar memaafkan dalam kondisi seperti ini. Publik saja marah dengan sikap dan perilaku kedua pembunuh ini. Masih ketawa-ketawa. Tampak tidak penyesalan dan permintaan maaf. Gimana caranya bisa memaafkan tindakan sadis seperti itu? Tapi, hidup perlu berlanjut!
o Emotional reconciliation. Butuh Kematangan Emosional dan kematangan Spiritual untuk menerima semua ini. Fakta: (1) Sudah terjadi: Sara sudah almarhum dan (2) Semarah dan sebenci apapun, tidaklah mungkin menghidupkannya kembali.
o Tetapi, sikap keluarganya yang berusaha memaafkan sebenarnya bisa menjadi teladan dan contoh pembelajaran yang mulia.
o Bagi yang ditinggal, masih harus ada kehidupan yang terus berjalan dan perlu menjadi pembelajaran bagi kita bagaimana hal semacam ini tidak terjadi pada orang lain. Sara mungkin telah hidup dengan bahagia di alam sana. Namun yang terpenting, bagaimanakah kematian Sara kali ini bisa jadi pelajaran berharga bagi keluarga dan kita yang masih hidup?
o Kisah th 1980, Aba Gayle yang putrinya Catherine Blount berusia 19 tahun ditikam berkali-kali oleh Mickey Douglas. Butuh bertahun-tahun lamanya baginya untuk memaafkan! Kata Aba Gayle, “Saya tidak menyangka saya bisa belajar memaafkan!”

Penelepon/SMS:

Pak Fadli:

Saya tertarik dengan kasus yang seperti ini. orang tua sara saat diwawancara begitu tegar. Saya merasa kl saya di posisi mereka mungkin saya tidak bisa seperti mereka. Apakah itu normal?

Pak Andreas:

Kasus yang menarik yang memiliki 2 sisi. 1 sisi faktanya ada emosional yang tidak terkendali tapi 1 sisi lain ada peran seorang Ibu yang sangat luar biasa, Sang Ibu sudah menunjukkan Pertunjukkan Kasih yang luar biasa. Ibu itu juga mempersilahkan untuk kedua tersangka memanggil dia mama. Ini adalah pelajaran berharga buat kita semua.

Bpk Andi,

Ciri-ciri dasar Psikopat seperti apa? Apakah Psikopat ada didalam setiap diri manusia?

Beberapa hasil penilitan ttg psikopat menarik, 1 % dari populasi adalah Psikopat, dan 80% dari 1% ini hidup berkeliaran lepas tanpa ketahuan, dan mereka bukan di rumah sakit jiwa, penjara dsb. Dalam psikologis, Freud mengatakan kita mempunyai unsur Thanatos (Melukai) dan bagian dari ciri-ciri itu adalah Penyeimbangan diri. Itu menjadi masalah ketika Psikopat itu mempunyai kenikmatan di dalam melukai. Rasa empatinya kurang, ketika melihat orang sakit, normalnya kita akan merasa kasihan, tetapi untuk Prikopat ada unsur kenikmatan, mereka bisa bersandiwara menutupi perasaan-perasaan seperti itu. Bagi mereka (Psikopat), memotong kepala ayam dengan memotong kepala manusia sudah tidak ada bedanya. Segala ketidakwajaran ini bisa dilacak lagi bagaimana kondisi masa kecilnya.

Makanya untuk keluarga / orang tua, jika anak-anak kita melakukan hal-hal seperti itu (membunuh binatang, jago main game kekerasan) jangan pernah diberikan reward, di tertawakan, ditepuk tangan dan dijadikan bahan lelucon. It’s not Funny!! Karena jika itu dibiarkan, itu melatih otak anak-anak kita menjadi suatu kebiasaan dan kehilangan rasa sensitive terhadap sekitarnya.

“Jangan sampai kemarahanmu 3 menit, membuat kamu menyesal selama 30 tahun”

Incoming search terms:

“Do You Smart Emotion?” 260214

February 27, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off



Download
Do You Smart Emotion?

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 26 Februari 2014

Banyak peristiwa di sekitar kita yang menggambarkan rendahnya kecerdasan emosi seseorang. Semuanya harus menjadi pembelajaran bagi kita dalam membangun “Smart Emotion”.

Salah satu contoh kasus adalah tindakan seorang ustad yang marah-marah kepada petugas sound system, dan men-smack down nya. Si ustad menjelaskan alasannya bahwa ia sedang memberi pelajaran kepada petugas sound system itu. Terkait Smart Emotion, maka menyikapi kasus tersebut adalah:

  • Bedakan kasus ini dari agama
  • Ini sepenuhnya tanggung jawab pribadi
  • Pembelajaran bagi kita adalah: harga diri kita dipertaruhkan pada saat marah. Untuk itu, berhati-hatilah saat sedang emosi
  • Pikirkan: Bagaimana mengekspresikan emosi secara cerdas. Kalau orang yang saya kagumi dalam sitausi ini, kira-kira dia bagaimana reaksinya?

5 tips agar cerdas emosi dengan “Smart Angry”:

  1. Pada waktu  kehilangan emosi, ingatlah akibat jangka panjang. Kebanyakan orang jika sedang marah-marah lupa dengan akibat jangka panjang.
  2. Ingatlah bahwa harga diri kita dipertaruhkan pada saat emosi, begitu juga dengan image kita.
  3. Ketika kehilangan emosi, ingatlah juga dengan harga diri orang lain. Hal ini juga berlaku bagi orangtua agar tidak marah-marah sampai melukai harga diri anak.
  4. Jika ingin marah-marah, gunakan marah-marah yang mengembangkan/membangun,
  5. Apakah kita sudah fokus pada solusi? Karena ketika sedang emosi/marah-marah kita tidak fokus pada solusi. Fokus pada solusi juga penting agar kejadian serupa (kejadian pemicu) tidak terulang lagi.

Bagaimana cara membangun emosi yang cerdas? Salah satu aplikasi pilihan emosi yang cerdas adalah: Pikirkanlah  “tidak apa-apa kekalahan sesaat, tetapi memberi kemenangan untuk jangka panjang”.

Bagaimana emosi bisa berpengaruh terhadap produktifitas? Bagaimana perasaanmu tentang pekerjaan, bisa menentukan berat ringannya pekerjaanmu.

Tips membangun emosi yang cerdas:

  • Renungkan dan pikirkan apa yang menyenangkan
  • Tanyakan sesuatu yang lebih mendalam dari “apa manfaat saya mengerjakan ini?”. Kalau jawabannya “untuk dapat uang”, tanyakan lagi “lalu uang itu  untuk apa?”

Contoh kisah tentang marah-marah yang mengembangkan:

  • Ada seorang ulama melihat seorang pencuri sandal di mesjid. Ulama itu  segera mengejar dan menangkap pencuri tersebut.  Dalam situasi ini, ia bisa saja mengumpat dan memaki pencuri tersebut. Tapi ia mengendalikan emosi, dan dengan tegas menghardik pencuri, “Saya tidak suka kamu mengambil yang bukan milikmu, kembalikan sandal ini ke mesjid, dan ini uang untuk kamu membeli sandal”
  • Ada juga seorang manager yang marah-marah dengan target yang tidak tercapai. Ia berkata “Saya tidak suka dengan pencapaian target seperti ini, tapi saya yakin pada bulan berikutnya kalian akan bisa mencapai target”.

“EQ COACHING FOR PEAK PERFORMANCE”, 190214

February 20, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off



Download
EQ COACHING FOR PEAK PERFORMANCE

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 19 Februari 2014

Belajar dari dunia olah raga, ketika pemainnya bermain dengan buruk mungkin yang harus dipersalahkan bukanlah pemainnya, melainkan pelatihnya. Begitu pun dalam dunia kerja, ketika karyawan yang tidak memberikan hasil maksimal mungkin sudah saatnya seorang pimpinan bertindak layaknya “coach”, berkata “Sayalah yang bertanggung jawab!”. Sayangnya, banyak pimpinan yang tidak paham bagaimana caranya ia harus melakukan coach kepada anak buahnya. Banyak diantara pemimpin ini adalah pemain alamiah yang tidak dipersiapkan. Akibatnya mereka “kagok”, “tidak tahu”, “bingung”, “sungkanan”,  atau bahkan “terlalu agresif” saat melakukan coaching.

Persamaan antara Coach Olah Raga dengan Coaching Perusahaan?

  • Coach bertanggung jawab atas hasilnya!
    • Myanmar waktu Sea Games 2013, langsung memecat Pelatihnya dari Korea Selatan Park Sung Hwa. Padahal kontrak belum selesai. Kalah 1-0 dari Indonesia. Tapi, sebagai pelatih dia beralasan tidak tahun kalau sistem yang dipakai di SEA Games adalah head to head (temu langsung). Padahal, Myanmar sudah mengantongi angka goal lebih banyak. Tetapi, krn kalah 1-0 dr Indonesia, langsung tersingkir, pelatih langsung diecat. Dan tidak dibayar!
    • Waktu kalah dari Thailand, Rahmad Dharmawan pelatih timnas U-23 mengatakan “Saya bertaggung jawab”
    • Jose Maurino bilang, “Seringkali tidak fair. Kalau kalah, yang salah pelatih. Kalau menang, yang pertama dapat nama adalah pemain”

Bagaimana Coach terkait dengan produktivitas?

  • Hasil Public Personnel Management 1997 mengatakan “Training saja meningkatkan produktivitas hingga 22 persen, tetapi training tambah coaching meningkatkan kemampuan hingga 88%”

Training: Hanya sekedar diajari Ilmu (Teoritical)

Coach: Dibimbing, untuk menemukan jalan keluar jika ada masalah (aplikatif)

  • Rumus HIGH PERFORMANCE:
    • HP = C1 x (C2 + C3 + C4)

C1=Clear Guidance (Peran seorang coach harus JELAS);

C2=Competence Kemampuan

C3=Commitment

C4=Climate

Apa Yang Bisa Dipelajari dari Coach Olah Raga Bagi Coach karyawan?

  1. Tahu siapa pemainnya (Understanding People): tahu karakter dan kondisi pribadi orang yang dicoach
  2. Tahu bagaimana cara permainannya (Understanding Job): tahu bagaimana kondisi pekerjaan saat ini
  3. Tahu bagaimana melakukan coachnya (Undertanding Proses Coaching&Counseling): bagaimana menggabungkan pemahaman tersebut untuk mengatasi masalah yang ada

1. Bagaimana Understanding People?

  • Konsep James Collins (seperti menaikkan orang ke bis)
    • MULAI (Start) : Pimpinan yg Good to Great bicara denga orang dulu, ntar visi dan strategi belakangan
    • MASUKKAN (MOVE IN) : Masukkan orang yang tepat ke dalam bis,
    • KELUARKAN (MOVE OUT): Keluarkan orang yang nggak satu tujuan
    • DUDUKKAN (ASSIST): Dampingi orang sesuai dengan kursi yang tepat
    • JALAN (HOW): tentukan mau dibawa kemana?
  • Salah satu tools Understanding People adalah MBTI yang dikembangkan oleh Katherine Briggs & Isabel Myers (1917-1941)

1956: Educational Testing Service (MBTI sebagai alat tes yang standar)

1. Manusia unik

2. Meski unik, bisa digolongkan berdasarkan POLA-nya

3. POLA ini hasil gabungan antara satu orang dengan orang lain

Tools MBTI membantu kita punya landasan yang baik untuk memetakan, memahami dan mengembangkan orang.

MBTI mengukur 4 hal:

1.Bagaimana seseorang mengarahkan energinya

2.Bagaimana seseorang mengambil informasi

3.Bagaimana cara seseorang membuat keputusan

4.Bagaimana cara gaya hidup seseorang

2. Bagaimana Understanding Job?

  • Pemikiran Robert Mager & Peter Pike:

Performance Analysis  : Memahami Persoalan baru bertindak.

  • Cek apa yang sering dikomentarin saat ada orang yang tidak bisa kerja?
  • “Mereka malas!”; “Mereka perlu detraining!”,  “Mereka menuntut gaji lebih!”
  • Problem dalam Pekerjaan! “Ketika seseorang nggak bisa bekerja…”
    • Tidak selalu karena kesalahan individu, bisa jadi ada sebab lain
    • System thinking!
    • Kalau cuma fokus individu, kita terhenti di urusan individu nggak melihat yang lain!
    • Akar masalah tetap aja nggak tersentuh

3. Ada 4 Teknik UNDERSTANDING PROCESS:

GROW adalah suatu Proses untuk kita melakukan Coach ang baik.

Goal                :  Apa sih yang mau dicapai? Apa yang kamu inginkan sebagai coach?

Reality            :  Bagaimana kenyataannya sekarang? Masukan secara kondisi nyata.

Options          :  Apa alternative solusinya? Apa yang mungkin bisa dilakukan untuk menjadi lebih baik?

Way Out         : Ke depannya harus bagaimana?

Penelepon:

Bapak Edo:

Orang di Indonesia itu pemalas, tidak seperti di Luar Negeri, kalau seminar yang diadakan Swasta selalu ramai, tetapi kalau di Mesjid tidak? Adakah saran untuk bisa lebih baik lagi?

Jawaban untuk Pak Edo,

Kita di Indonesia punya problem disitu, awalnya begitu hangatnya, setelah itu kehilangan semangat, itulah salah satu challenge besar kita. Belajar dari filosofi orang-orang jepang, di Jepang tidak terlalu banyak metode, dibandingkan dengan di barat. Tapi jika ada 1 metode, mereka akan lakukan secara konsisten. Dan itu benar-benar dilakukan sampai mendapatkan hasil. So, apa yang bisa kita pelajari dan lakukan:

1. Pemimpin harus terus mengingatkan dan jangan pernah bosan

2. Semua system hasilnya harus direward

Bapak Umar:

Saya dosen mengajar di beberapa institusi, kadang mengalami persoalan dalam mengenali orang yang diajarkan. Maksud saya apakah dalah proses coach ini perlu mengenal person to person dulu baru bisa memulai atau adakah tipologi mengajar, bagaimana ilmu komunikasinya?

Jawaban untuk Pak Umar,

Training Coaching & Counseling, salah satu yang diajarkan adalah tipe kebribadian yang disebut MBTI, dengan kita mengenali tipe-tipe masing-masing orang, akan lebih mudah untuk memulai hubungan dan banyak solusi yang bisa kita ciptakan.

Incoming search terms:

“HOW TO DISCIPLINE YOUR EMPLOYEE, COMFORTABLY?”, 120214

February 13, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

HOW TO DISCIPLINE YOUR EMPLOYEE, COMFORTABLY?

(Nyaman Mendisplinkan Karyawan)

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 12 Februari 2014

Ketika karyawan Anda bersalah, seberapa nyamankah engkau mengatakan kepadanya? Mendiamkan, memaki-maki atau menyebarkan gossip kepada orang lain? Seringkali, orang membiarkannya tetapi menggerutu dalam hati atau yang lainnya,  berterus terang kepadanya, namun terus terang tersebut cenderungnya adalah menyakiti.  Dalam budaya kita di Indonesia, memang lebih banyak yang merasa sungkan untuk mengungkapkan hal itu kepada tim nya. Jangankan di tim kerja, di dalam kelurga sendiri, dimana orang tua harus mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada anaknya sendiri, itu pun bukanlah perkara mudah! Namun, jika suatu organisasi ingin menjadi kokoh, pimpinannya harus berani mengatakan hal yang tidak menyenangkan, termasuk mendisiplinkan karyawannya. Nah, bagaimanakah langkah terbaik dalam mendisiplinkan karyawan?

  • Apa persoalan yang terkait dengan topic ini?
    • SMS:

(1) “Pak. Saya baru diangkat menjadi supervisor di sini. Rata-rata bawahan saya sekarang adalah teman saya dulu. Masalahnya, kalau saya menegur dan mengatakan sesuatu kepada mereka untuk serius, mereka akan berkata “Alaaa..sok jadi supervisor ya? Nggak terlalu serius dong!” Jadi saya serba bingung bersikap kepada rekan-rekan saya ini”

(2) Survey (2000-an), Towers Perrin “Seberapa nyaman kamu mengatakan terus terang kepada bawahan? Mengapa nggak?”

  • Takut bikin tersinggung, Takut hubungan jadi rusak, Takut dia pergi, suasana jadi nggak enak, takut nggak disayang lagi

  • Komentar Soal 3 Tahapan Kematangan Supervisor: ”Teori Kue dalam Oven”
    • Tahap 1: Kue masih mentah (belum jadi supervisor, paradigmanya masih kayak staff biasa)

Belum bisa membedakan dirinya sebagai staff dan dirinya sebagai supervisor. Gaya dan caranya masih sama, sehingga orang tidak respect.

  • Tahap 2: Kue mengembang terlalu (jadi terlalu galak, sok kuasa)

Setelah menyandang supervisor, dia mulai kebablasan

  • Tahap 3: Kue mengempis dan pas untuk dimakan (udah matang, udah berkembang tapi juga nggak terlalu)

Ini tahapan dimana Supervisor bisa memposisikan dirinya friendly dan ada saatnya dia tegas.

Analisa tentang kondisi di tempat kerja!

Intermezzo…

Di internet pernah beredar cerita “Enakan mana jadi pimpinan apa bawahan???”

10 List kenapa lebih enak jd bawahan:

  1. 1. Bawahan gak pernah diminta teladan, yang diminta teladan adalah atasannya
  2. 2. Bawahan gak perlu malu ke kantor naik bis kota,
  3. 3. Bawahan gak perlu pusing mikirin gaji
  4. 4. Bawahan jarang kena gossip, dengan sekretaris Pribadi, dsb. Atasan yang selalu kena.
  5. 5. Bawahan bisa demo atasannya, tapi atasan gak bisa demo bawahannya
  6. 6. Waktu keja jelas, kalau kelebihan dianggap lembur.
  7. 7. Bisa gosipin Bos, tapi Bos tidak bisa gosipin bawahannya
  8. 8. Bisa berharap suatu hari jadi atasan, tapi atasan tidak pernah berharap suatu hari jadi bawahan
  9. 9. Nasib bawahan diperhatikan pemerintah, kalau Boss belum tentu

10. Selalu ada yg namanya UMR, tidak pernah ada UMB (Upah Minimum Bos)

Teori bandul: satu sisi ke sisi lain!

Seorang supervisor terkadang merasa masih belum bisa membedakan “saya staff atau supervisor yah?” tapi dengan berjalannya waktu, dia menyadari bahwa dia pimpinan. Dia bergerak ke ujung bandul yang satunya. Disatu sisi, dia tidak bisa apa-apa, tapi disisi lain dia menjadi agresif, sok kuasa. Lalu ketika bandul berayun sedemikian lama, dia akan berhenti berayun mencari keseimbangan. Nah, itulah yang dikatakan seorang atasan Matang. Seorang Atasan yang matang adalah seorang atasan yang bisa memainkan 2 sisi bandul itu, ada saatnya dia bisa mengapresiasi, memuji, friendly, dan ada saatnya dia bisa menegur, dan menasehati.

Mengapa “nggak nyaman” mendisiplinkan karyawan?

  • Pengalaman: nggak terbiasa melakukannya!

Latar belakang budaya yang sangat santun, jadi kalau mengatakan terus terang itu sesuatu yang momok sekali

  • Trauma: pernah ngelakuin, tapi reaksinya justru mendapatkan perlawanan ataupun dimarahin sama boss.

“Pak Anthony, saya pendengar setia smartfm, termasuk acara smart emotion ini. Saya mau curhat.Saya punya atasan yang sangat baik, bersikap ramah meskipun kadang agak keterlaluan karna dengan cewek bisa ramah=rajin menjamah. Ini bertolak belakang dengan saya yang keras. Akibatnya, kalau saya keras, saya dipikir sok, dan jadi bad guy di kantor. Lama-lama saya mulai mikir “Yang punya aja nggak peduli, ngapain saya peduliin, coba? Tapi, masa tega sih membiarkan kekacauan. Akhirnya, kalau saya harus menegur, saya punya perasaan yang nggak enak banget”

  • Takut Nggak Populer: takut kalau melakukan jadi nggak popular
  • Kepribadian: nggak asertif, bukan yang tegas sehingga kalau ngomong malahan jadi merasa bersalah

Penelepon:

Pak Syalim:

Bagaimana kita mendisiplinkan anak buah, kadang anak buah kurang motivasi untuk maju. Bagaimana membuat keseimbangan supaya tidak terlalu baik dan tidak terlalu galak.

Pak Arifin:

Kita jadi atasan tetapi anak buah kita adalah Family dari Big Bos kita. ketika di beri kerjaan, di belakang tidak di kerjakan. Target tidak tercapai. Bagaimana cara mengatasinya?

Jika anak buah ada hubungan family dengan Big bos, maka bisa kita minta bantuan dari Big Boss untuk memberikan suara juga untuk menegur.

Mindset supaya merasa “nyaman” mendisiplinkan karyawan?

(1) Worst Case Scenario: ada yang lebih buruk yang bisa terjadi kalau saya tidak omongkan

Tabrakan supir baru meninggal dgn anaknya, si Bapak menyesal krn supir ini seringkali ngantuk tapi dia nggak menegur

(2) Lebih baik sakit sesaat tapi sembuh, daripada membiarnya nggak kenapa-kenapa: ibarat seperti dokter menyuntik dan bikin sakit tapi kemudian sembuh.

(3) Bedakan antara peran personal dan peran pimpinan: sebagai seorang pribadi, iya harus jaga hubungan, jaga relasi. Tapi, sekarang ada “topi” lain yakni pimpinan: tanggung jawab kepada perusahaan, pada klien, pada kualitas mutu, jadi urusannya bukan “nyaman atau tidak” tapi “benar dan salah”.

Belajar dari 5 Kesalahan Orang Tua dalam Mendisiplinkan Anak:

(1) Sulit membedakan Disiplin dan Menghukum!

Disiplin: mengaskan, memberdayakan, mengatakan dengan tegas supaya kelak anak mandiri (focus pada perilaku), hukum: fokus pada orangnya

(2) Berpikir semua anak itu sama

Harus diingat bahwa Karyawan ngga sama, latar belakang beda!

(3) Berpikir, orang tua yang baik selalu dapatkan apa yang dia inginkan

Ingatlah kadang kita harus kompromi supaya win-win

(4) Berpikir, anak itu mesti selalu melakukan apa yang diminta, setiap saat

Ingat bahwa anak dan karyawan bukan robot

(5) Berpikir, orang tua harus menang, inget selalu ide  win-win

“HOW TO WORK WITH AN IDIOT?”, 050214

February 6, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off



Download
HOW TO WORK WITH AN IDIOT?

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 05 Februari 2014

Salah satu pertanyaan klise yang sering diajukan oleh Smart Listener adalah, “Saya ingin menerapkan dan mempraktekkan hal-hal yang baik. Saya begitu ingin memberikan kontribusi. Tapi, bagaimana caranya jika lingkungan yang saya hadapi adalah orang-orang yang tidak menyenangkan, bahkan cenderung brengsek? Mulai dari rekan kerja, termasuk juga boss saya?” Langkah paling gampang adalah keluar dari lingkungan seperti itu, namun selamanya kita tidak akan pernah bertumbuh, jika tidak belajar menghadapi situasi seperti itu. Nah, dalam radiotalk kali ini kita akan bicara soal bagaimana bekerja bersama dengan orang bermasalah di sekitar lingkungan kerja kita?

Bagaimana mendefinisikan IDIOT itu!

  • IDIOT adalah singkatan

I=IQnya jongkok;

D=Doyan yg gampang & malas;

I=Isinya nggak ada;

O=Otaknya nggak di kantor;

T=Tidak ekonomis (berapa dia dibayar dengan berapa yang dia kontribusikan)

  • IQ jongkok:
    • Seringkali kalau ngomong kagak nyambung
    • Nggak bisa diajak diskusi, dikasih tahu apa nanti kesimpulannya bisa lain
    • Orang ngetawain dia, tapi dianya nggak sadar, bahkan bangga!
  • Doyannya yang malas dan gampangan:
    • Datang siang, pulang awal (not an a good example)
    • Kerja maunya yang gampangan (bantu angkat tas, tapi yang paling ringan)
    • Kerja dikit, berkeluh kesah dan cerita kemana-mana seolah-olah paling berjasa
  • Isinya nggak ada:
    • “Saya punya anak buah yang nggak tahu apa-apa. Nggak ada yang bisa diharapin, tapi masalahnya dia masih punya hubungan sama boss. Jadi untuk kerjaan dia, saya mesti bayar orang luar yang ngerjain”
    • Nggak tahu menahu soal kerjaannya
  • Otaknya nggak di kantor:
    • Main Game, Facebook
  • Tidak ekonomis:
    • Gaji selangit, hasil seuprit!
    • Almost doing nothing (datang, duduk, diam, duit!)

Gimana cara menyikapi IDIOT itu?

  • I= Intinya tetap berpikir positif:
    • Kalau dia nggak tahu apa-apa, kesempatan untuk membantunya. Kesempatan buat kita untuk kelihatan, so see the positive!
  • D= Dekati tanpa punya harapan apapun:
    • “Salah satu cara terbaik untuk tidak kecewa dengan siapapun adalah janganlah punya harapan apapun terhadap siapapun”
    • Malahan lebih aman, berharap yang terburuk yang akan terjadi, jadi kita udah siap!
  • I= Identifikasi Polanya dan Antisipasi:
    • John Hoover, mengkategorikan ada 10 tipe boss:
      • Good Boss
      • God Boss (narsis, maha tahu, nggak bisa dilawan) tips: perlakukan dia, ikuti dia spt yg dia mau
      • Machiavellian Boss (ambisius, nginjak) tips: kasih tau dia, lapor, jangan by pass
      • Sadistic Boss (suka nyiksa) tips: harus banyak bilang aduh biar dia happy, tampak sibuk
      • Masochistic Boss (menyiksa diri): tips: jangan diajak senang-senang
      • Paranoid Boss (kuatir dan merasa terancam): tips: kalau lagi ngomong dan dia lewat, ajak dia kalau nggak dia akan kuatir
      • Reluctant Boss (malas jadi boss); tips: jangan lagi bilang betapa sengsaranya jadi boss, kuatkan dia
      • Unprepared Boss (nggak siap jadi boss); tips: bantu dia jangan salahi, dukung denga informasi, bantu dia belajar
      • Buddy Boss (temen, gak kayak boss); tips: kita sendiri harus sadar diri dan tahu batasan
      • Idiot Boss (nggak punya IQ, nggak kompeten)
      • Antispiasilah mereka
  • O= Omongannya jangan dimasukin ke hati:
    • “Jangan sampai kamu minum racun dan berharap si Idiot itu mati”
    • Memikirkan siang malam, itu sama artinya minum racun!
  • T= Tunggu tanggal mainnya:
    • Seperti interviewer, tahu dimana mesti masuk dan menginterupsi!
    • Pikirkan 3 kolom: (1) Apa yang bisa saya ubah?; (2) Apa yang aku nggak bisa ubah; (3) Dimanakah saya sebaiknya memfokuskan energy saya?

Penelepon:

Pak Syalim

Pengalaman saya dengan orang idiot adalah perlu pembinaan yg khusus dengan langkah detail. Menurut saya tipe manusia begini, harus diberikan instruksi detail, tapi biasanya orang idiot suka ngeyel dan merasa sok tau, jadi bagaimana kita bisa menghandle manusia yang satu ini?

Kita jangan terlalu expect terlalu tinggi, ketika kita expect terlalu banyak malah kita yg depresi. Harus konsisten dan sabar dalam memonitor orang spt ini, sehingga kita tahu dimana kita bisa menempatkan orang ini secara benar. Cara menghadapi ke”ngeyel”an adalah dengan catatan atau data kapan diberikan instruksi, kapan dilakukan dsb. Jadi ketika melakukan coaching & counseling  bukan hanya memberikan kesan tentang dia tapi miliki data agar mereka bisa melihat sendiri progress kerjanya.

Pak San

Ada advice bagaimana menghadapi orang yang sebetulnya support, tapi karena satu dan lain hal kadang-kadang dia idiot?

Ada orang yang tidak idiot, tapi dia berpura-pura idiot. Kadang2 kita hrs mempunyai ketegaan untuk menghandle situasi ini. Pada dasarnya kita ingin terlihat Nice dan tidak berani membicarakan kepada orang tsb. Hal yang harus dilakukan adalah bicarakan, ngobrol, jangan memposisikan diri kita sebagai atasan, sehingga kita bisa bicara lebih dalam dari hati ke hati.

SMS:

1. Seperti orang bodoh, apakah orang idiot menganggap pola pikirnya sama seperti semua orang? è Dia tdk menganggap, tapi memang pola pikirnya terbatas, berarti kita yang harus cerdas, bijaksana, agar kita tahu kapan kita bisa meleburkan diri untuk menolong orang-orang yang seperti ini.

2. Saya kerja dengan atasan yang berubah-ubah, menyalahkan bawahan untuk keputusan yang dia buat, tidak suka ditanya mengenai alasan keputusannya. Bagaimana menghadapinya? è Mungkin kita tidak dengan cara menyerang, tetapi kita harus tahu bagaimana cara kita berbicara dan waktu yang pas untuk berbicara.

3. Bagaimana sikap kita terhadap bos yang suka menghina dan marah-marah apakah kita harus keluar? è Ini tipe atasan Sadistic. Kalau kita mengikuti gamenya, kita harus menunjukan kita bekerja keras, tapi kalau itu sudah menusuk dan menjatuhkan harga diri anda, bicaralah, dan belajar untuk menghandle orang-orang seperti ini. jangan cepat-cepat keluar dari pekerjaan, percayalah Tuhan mengirimkan orang-orang seperti ini agar kita belajar, kelak saat kita ditempat lain, pasti akan mendapatkan orang yang seperti ini.

Incoming search terms:

“FILOSOFI SUKSES DARI SPIRIT KUDA” 290114

January 30, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off



Download
FILOSOFI SUKSES DARI SPIRIT KUDA

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 29 Januari 2014

Tahun ini disebut sebagai tahun Kuda. Sebagai zodiac ke-tujuh dalam horoskop China, kuda seringkali dikaitkan dengan kekuatan, energi serta interaksi. Konon itulah, kata-kata yang seringkali diasosiasikan dengan orang-orang yang lahir di tahun Kuda ini. Mereka dianggap sebagai orang yang gigih, bersemangat serta mudah bergaul. Namun, tulisan kali ini tidak dimaksudkan buat cerita soal zodiak. Sebaliknya, justru di tahun yang disebut tahun kuda ini, saya mengajak Anda mengambil intisari motivasi dibalik kehidupan seekor kuda. Bahkan, ada beberapa info tentang kuda ini yang mungkin tidak Anda ketahui!

Sebagai pembuka, saya ingin berkisah soal sebuah kisah inspiratif yang banyak beredar di internet belakangan ini. Kisah ini berjudul kisah dua ekor kuda. Alkisah, di suatu pertanian, hiduplah dua ekor kuda. Keduanya tampak sama secara sepintas. Namun jika diperhatikan  lebih jauh, ternyata salah satu kuda itu buta. Meski demikian kuda yang sehat, tetap setia menemani kuda yang buta. Pada kuda yang sehat, ternyata, oleh pemiliknya, di bagian lehernya diikatkan sebuah kalung berisi lonceng kecil. Sehingga, kemanapun si kuda yang sehat, si kuda buta selalu bisa mendengarnya, lalu mengikutinya. Dan yang menarik, kemanapun juga, si kuda yang bisa melihat, selalu memastikan, melihat ke belakang dan mengecek, jika si kuda buta tetap bisa mengikutinya. Dan dengan demikianlah, kedua kuda ini bisa tetap hidup bersama-sama di pertanian tersebut. Dan di akhir tulisan ini, ada kesimpulan yang menarik bahwa: Tuhanpun bersikap demikian kepada kita. Sekalipun kita cacat dan memiliki kekurangan, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia menghadirkan dalam kehidupan kita, orang-orang yang bisa menolong kita. Itulah cara Tuhan memperhatikan kita. Wow! Sebuah kisah dengan kesimpulan yang menarik untuk direnungkan.

Sebenarnya, dari kisah di atas itu sendiri, ada beberapa PELAJARAN MOTIVASIONAL DAN INSPIRATIF yang bisa diangkat dari seekor kuda. Paling tidak, ada, lima pelajaran penting dibalik kehidupan kuda.

1. Pelajaran soal KESETIAAN. Kalau kita ingat dengan berbagai kisah tentang kepahlawanan yang nyata, hingga tokoh-tokoh animatif, selalu menggambarkan kuda sebagai teman setia mereka. Bahkan, banyak diantara tokoh ini yang bisa mencapai suksesnya berkat kuda tunggangannya. Sebut saja, ada tokoh mantan Presiden Amerika yakni Teddy Rooselvelt yang selalu tampak bersama kudanya. Bahkan, konon saat itu telah muncul teknologi mobil. Namun, Roosevelt selalu menolak mengendarai mobil dengan alasan, “Keluarga Roosevelt selalu ada bersama kudanya”. Bahkan menurutnya, kuda lebih bisa dipercaya daripada mobil.  Bahkan, kita pun kenal Pangeran Diponegoro yang selalu digambarkan bersama kuda Turangga Seta-nya, kuda putihnya. Dalam beberapa tradisi suku kuno, tatkala raja meninggal, maka ia pun akan dibakar dan dikubur bersama binatang kesayangnya, termasuk kudanya.

So, apa pelajarannya? Artinya, kuda mengajarkan kita untuk setia pada orang-orang terdekat kita. Mulai dari kesetiaan terhadap keluarga hingga dalam berbisnis maupun usaha kita. Pertanyaannya, dalam kondisi suka dan duka, apakah kita masih tetap setia dengan orang-orang yang telah menghidupi kita. Misalkan, kesetiaan terhadap customer, principal bisnis ataupun distributor kita. Apakah kita hanya memanfaatkan saja, tetapi tatkala kondisi mulai tidak menyenangkan, apakah kita masih bersama-sama. Mulailah untuk belajar semakin setia di tahun ini.

2. Pelajaran soal KERJASAMA. Yang menarik justru diceritakan, seekor kuda rata-rata bisa menarik beban seberat 8000 pound (atau sekitar 3,600kg). Jadi, kuda termasuk binatang dengan kekuatan yang luar biasa. So pertanyaannya, kalau dua ekor kuda disatukan, berapakah kekuatan menariknya para kuda tersebut? Anda mungkin akan berpikir jawabannya adalah 16,000 pound. Maka, Anda salah besar! Ternyata, ketika dua kuda disatukan, kekuatan tarikan mereka justru berlipat ganda, bahkan mampu menarik hingga 32,000 pound (sekitar 14500kg). Jadi, nyaris empat kali dari kemampuan diri mereka sendiri.

Nah, disinilah pelajaran tentang teamwork menjadi hal penting. Yakinlah, ada banyak hal yang tak terbayangkan yang bisa dicapai, tatkala dua atau beberapa pihak bisa berkolaborasi dan bekerjasama dengan baik. Kita menyebutnya sinergi. Bahkan, apa yang mereka mampu capai, diluar yang mereka sendiri mampu bayangkan. Nah, dengan siapakah Anda akan membangun sinergi di tahun ini?

3. Pelajaran soal KEPEKAAN. Ada sebuah film bagus yang diperankan oleh Robert Redford yang judulnya Horse Whisperer yang bercerita soal pribadi serta hewan yang terluka. Film ini sebenarnya terisnpirasi oleh kehidupan seorang trainer kuda terkemuka yang membantu banyak orang yang bermasalah dengan kudanya, yakni Buck Brannaman.  Bahkan ia menyebut misi hidupnya membantu kuda yang bermasalah karena pemiliknya yang bermasalah. Intinya, ia mengajarkan agar orang lebih sensitif, lebih peka pada kudanya. Menurut Buck Brannaman, “Kuda adalah binatang yang sensitif. Kuda tidak pernah jahat, yang jahat adalah manusia yang tidak mampu memperlakukannya dengan baik”. Nah, apakah kita bisa belajar juga lebih peka ataukah lebih banyak menyalahkan orang-orang di sekeliling kita.  Jadi, belajar lebih peka pula di tahun ini!

4. Pelajaran soal MULTI FUNGSI. Sejak dulu, kita tahu betapa multifungsinya kuda itu. Itu juga pelajaran soal fleksibilitas yang penting. Kuda bisa berfungsi mulai dari alat transportasi penting, untuk keperluan perang, untuk hiburan bahkan untuk makanan. Dahulu, kita bahkan mengenal suku bangsa Mongol yang nomaden, yang menguasai wilayah kekuasaannya yang begitu luas dengan hanya menggunakan kuda. Berbeda dengan suku Arab yang menggunakan untanya, konon bangsa Mongol menggunakan kuda untuk melewati gurun-gurun, termasuk gurun Gobi yang begitu luasnya. Dan umumnnya, mereka akan membawa beberapa ekor kuda sekaligus dalam penjelajahan mereka. Dan tatkala haus, mereka akan meminum susu kuda atau bahkan tak segan-segan meminum darah kuda yang mereka bawa, untuk bertahan hidup.

Begitu pula, nilai kitapun terletak pada fungsi yang mampu kita berikan. Apakah kita cukup fleksibel dengan peran serta kompetensi yang kita berikan, ataukah hanya terbatas itu-itu saja yang bisa kita lakukan. Ayo kta jalankan multi fungsi kita di tahun ini. Tingkatkan pula skill kita yang lainnya!

5. Pelajaran terakhir adalah soal TIDAK MEREMEHKAN. Mungkin kita masih ingat soal istilah kuda hitam. Disinilah muncul pengertian tentang orang ataupun tim yang tidak diperhitungkan tetapi akhinya bisa menang dan menjadi juara. Bahkan, di tahun 2014 ini, beberapa peramal mengaitkannya dengan kemunculan kuda hitam dalam arena politik. Benar atau tidaknya, kita masih menunggu. Tapi yang jelas, dari kuda kita bisa belajar soal tetap percaya diri, meskipun tidak diperhitungkan. Contoh saja, pernah terjadi peperangan yang paling memalukan Inggris di tahun 1878 di Zulu Afrika. Saat itu, Inggris yang merasa menguasai bumi hitam Afrika, dengan seenaknya memaksa raja Cetshwayo untuk menyerah. Raja Cetshwayo menolak. Maka akibatnya terjadilah perang. Inggris datang dengan sangat percaya diri, bahwa teknologi dan kemampuan persenjataan mereka di atas angin. Mereka berpakaian lengkap, sangat rapi. Tapi, tatkala di medan perang, datanglah suku Zuku yang siap perang dengan tombak, telanjang dada dan tanpa mengikuti kaidah. Prajurit Inggris yang berpakaian lengkap dan gagah, bukanlah tandingan mereka. Dalam sekejap, perang berubah menjadi ajang pembataian. Inilah salah satu perang yang disebut perang Isandlwana, yang paling memalukan buat Inggris.

Nah, kembali ke pelajaran terakhir kita. Meskipun tidak diperhitungkan dan tidak dianggap, jadikanlah tahun ini sebagai tahun dimana Anda diperhitungkan.  Banyak pahlawan, yang muncul sekarang, yang dulunya adalah orang yang tidak diperhitungkan. Masalahnya Anda tidak harus mendengarkan mereka yang meremahkan Anda, tapi berusahalah untuk melakukan yang terbaik. Ingatlah, lebih baik tidak diperhitungkan lantas menjadi juara daripada disanjung-sanjung tatkala memasuki arena namun pulang dengan wajah tertunduk malu. Mungkinkah ini juga pelajaran yang akan kita nikmati bersamaan dengan ajang sepak bola dunia yang akan diadakan tahun ini di Brazil? Akankah kita melihat kuda hitam yang bersinar pula?

Semoga lima pelajaran sukses dari kuda ini menginspirasi kita menjadikan tahun 2014 ini sebagai tahun terbaik buat Anda!

“BANJIR, PASTI BERLALU….” 220114

January 23, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off



Download
BANJIR, PASTI BERLALU….

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 22 Januari 2014

Bencana, sedang terjadi dimana-mana. Makanya, sampai ada media yang menyebut “Indonesia, Darurat Bencana”. Sungguh prihatin menyaksikan semua itu terjadi. Banjir bandang di Manado, letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Lalu belum juga selesai, bencana banjir di Jakarta terjadi pula.  Ada bencana yang sulit diprediksi tetapi ada yang sebenarnya sudah bisa dipikirkan karena selalu tahunan terjadi. Bahkan seakan-akan setelah bencana berlalu, setelah itu kita melupakannya. Radiotalk kali ini, tidak akan berbicara jauh-jauh diseputar bencana. Kali ini, kita akan bahas soal kemampuan dan ketahanan menghadapi bencana.

  • Data Statistik Berita bencana:
    • 15 Januari: banjir bandang Manado menewaskan 19 warga, merendam sedikitnya 10 kecamatan membuat 80 ribu warga terpaksa mengungsi serta merusak ratusan rumah dan kendaraan
    • 19 Januari:  Jakarta banjir (293 lokasi, 11 meninggal, tahun lalu 2013 (meninggal 34), tahun 2007 (48 orang meninggal). Tapi jumlah pengungsinya bertambah (2013: 45.954 jiwa di tahun 2014: 63.958)
    • September sd sekarang: Sinabung meletus, gunung berapi setinggi 2.600 meter ini meletus secara sporadis sejak September. Letusan pada 2010 mengejutkan para ilmuwan karena gunung ini tidak aktif selama empat abad.
  • Inspiration story tentang Bencana!
    • Kisah tentang malaikat pancabut nyawa. Malaikat diutus untuk membunuh 10 nyawa lewat suatu bencana. Dan bencana itupun terjadilah. Tangis dimana-mana. Dan setelah selesai, korban bukan hanya 10 tetapi  100 lebih. Maka, malaikat pencabut nyawa itupun diprotes, “Mengapa begitu kejam?”. Dengan marah malaikat pencabut nyawa itu menjawab, “Tidak. Saya tetap hanya mencabut 10 nyawa. Sisanya, karena ketakutan mereka sendiri ataupun karena kelalaian manusia. Lihat saja, pertolongan yang datang terlambat, korban yang terlalu sayang hartanya, ketidakpedulian. Itulah yang menambah jumlah mereka. Saya tidak melakukan apapun”

  • Pelajaran penting Soal Bencana?

(1) Jangan menganggap tidak akan ada apa-apa. Dalam kondisi bencana, memikirkan skenario terburuk adalah langkah terbaik! Misal: kapan Sinabung akan berhenti? Kalau perlu, pikirkan satu tahun lagi!

(2) MIntalah bantuan, tetapi janganlah bergantung pada bantuan. Ada orang yang merasa bisa melakukan segalanya sendirian! Tetapi, bergantung pada pertolongan orang (aus belajar untuk mandiri dan bergerak mencari bantuan dan pertolongan, bukan pasif menunggu)

(3) Setelah bencana selesai, sungguh pikirkan antisipasinya. Kalau bisa terjadi sekarang, berarti besok-besok bisa terjadi lagi! Hanya keledai yang jatuh di lubang yang sama, harus belajar dari pengalaman bencana!

  • Berbagai sikap orang tatkala menghadapi bencana?

(1)  Nggak akan terjadi apa-apa!

  • Burung Unta: “Tidak mungkin. Ini hanya mimpi. Besok akan selesai” (tiada masalah disekeliling, tetapi sebenarmya masalah besar sedang menunggu dihadapan mereka.)
  • Denial, menolak terjadi bencana, tidak siap (Denial adalah sebuat istilah psikologi yang dikenakan pada seseorang yang menyangkal dan menolak serta tak mau melihat fakta-fakta yang menyakitkan dirinya)

(2) Habis sudah hidupku!

  • Chicken Little, kisah dalam Walt Disney yang berteriak-teriak, “The Sky is Falling”, Gara-gara kepalanya kejatuhan biji buah kenari, lalu pikir “Langit akan runtuh!”

(3) Tuhan sedang menghukumku

  • “Danger passed, God is forgotten”
  • Lifeway Research th 2013, setelah Tornado melanda Moore di AS, 57% menjadi lebih dekat dengan Tuhan
  • 34% percaya doa bisa menyelamatkan manusia dari bencana

(4) Marah dengan Tuhan, setelah bencana!

  • 5% makin marah dengan Tuhan
  • 3% benci dengan Tuhan!

(5) Realistis-optimis! Ini sudah terjadi, apa hal terbaik yang bisa saya lakukan!

  • Kisah kuda tua yang dilempar ke dalam sumur dan ditimbun!

“Seorang Petani mempunyai Seekor kuda yang terperosok didalam sumur yang cukup dalam. Selama berjam-jam ia terperangkap dan tidak bisa apa-apa. Maka dia berpikir bahwa sumur itu lebih baik ditimbun dengan cara apapun supaya tidak ada yang jatuh lagi. Petani itu memanggil para tetangganya untuk menimbun sumur tersebut. Tidak berapa lama kuda itu menjerit dan merintih kesakitan, kemudian semua orang mendengar suara kuda itu. Ternyata kuda itu sedang sibuk membersihkan pundaknya dari tanah yang disiramkan ke dalam sumur. Setiap satu skop tanah, ternyata membuat kuda itu berusaha menyelamatkan diri dengan menggoncang punggungnya supaya tanah terjatuh, lalu ia bergerak dan melompat, demikian seterusnya sampai kuda itu bisa keluar. “

  • Kita harus bisa seperti kuda tersebut yang bisa menyelamatkan diri dengan memanfaatkan segala kesulitan yang dihadapi. Misalnya: Kejadian buruk sudah terjadi, apa yang bisa dilakukan sekarang ini?

(6) Malaikat! Saya korbannya tapi siapa tahu ada orang yang lebih buruk situasinya yang bisa saya bantu?

  • Logoterapi Victor Frankl
  • “Saya begitu tersentuh bahwa di dalam kondisi yang paling suram di muka bumi ini. Justru saya menyaksikan jiwa-jiwa mulia yang memberikan potongan roti sisa-sisa terakhirnya bagi yang membutuhkan!

  • Ini Dia tipsnya…
    • Konsep tentang Resilience
      • Kemampuan untuk bertahan melewat penderitaan dan kesulitan, mampu untuk melambung kembali setelah jatuh!
      • Kisah Tabasco Sause 1870, Edmund McIlhenny dengan tanah pertanian yang hancur setelah perang saudara di Amerika

  • Resilience Factor:

Ujilah!

(1) Apakah Anda berusaha mencari makna dibalik apa yang sedang terjadi?

(2) Apakah Anda bisa memberikan kata-kata positif pada dirimu?

(3) Apakah kamu terpuruk, menyesali ataukah percaya bahwa ini akan berlalu?

(4) Apa kah kamu yakin bahwa kamu akan mampu melewatinya?

(5) Apakah kamu menjadi teman buat dirimu dan menghibur dirimu?

  • Tips!

(1) Mencari kebermaknaan. Meaningful life: mencari makna baru! Apa makna buatku?

(2) Mencari penguatan. Perseverance: mencari kata-kata positif untuk tetap bertahan!

Lance Armstrong: “Saya hanya punya 2 pilihan: menyerah atau melawan sekuat tenaga?”

(3) Mencari keseimbangan.Equanimity: tidak membuat sesuatu jadi bertambah parah tapi juga

tidak meremehkan

(4) Mencari peneguhan. Self Reliance: percaya pada dirinya bahwa ia akan mampu melewatinya!

(5) Mencari pertemanan (terutama diri). Existential Aloneness: jadilah teman terbaik buat dirimu

sendiri!

“LIVE YOUR DREAM, NOT DREAM YOUR LIFE!” 080114

January 9, 2014 by Anthony Dio Martin  
Filed under Smart Emotion Radio Talk

Comments Off

Rekaman Smart Emotion


Download

“LIVE YOUR DREAM, NOT DREAM YOUR LIFE!”

Smart Emotion Radiotalk, Rabu 08 Januari 2014

Banyak orang cuma bermimpi tentang hidupnya, namun jarang yang sungguh menghidupi mimpinya. Tepat di awal tahun 2014 ini, waktunya yang pas untuk membuat perencanaan dan menegaskan langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menghidupi mimpi Anda. Pertanyaannya, puaskah Anda dengan perjalanan Anda di tahun lalu dan bagaimana supaya tidak terjadi penyesalan di tahun ini?  Bagaimana caranya, supaya Anda bisa sungguh-sungguh menghidupi mimpi Anda sekarang?

Alasan memilih topik ini…

(1) Tahun Baru, biasanya punya banyak RESOLUSI! Resolusi (menurut Wikipedia: kebulatan tekad melakukan sesuatu)

(2) Banyak yang menyesali masa lalu, dan OPTIMIS untuk masa depan! BERMIMPILAH!

PLANNER DAN ATLIT. Seorang wirausahawan muda berkata lesu kepada seorang pelatih olah raga. “Apa masalahmu?” tanya si pelatih. “Saya selalu antusias bikin rencana. Sampai-sampai bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Saya desain rencana saya dengan software terbaik dan saya habiskan waktu untuk membuat business plan terbaik. Sampai saya betul-betul puas. Tapi selanjutnya, sering terjadi, saya pun jadi tidak lagi punya semangat untuk merealisasikannya. Saya lalu memimpikan lagi rencana bisnis yang lain. Si pelatih yang menyimak dengan serius dari tadi lalu berkata, “Saya tak tahu soal bisnis. Tapi bagi atlit saya, saya sarankan jangan habiskan waktu untuk pemanasan (warm up)-nya. Pertandingan yang sesungguhnya ada di lapangan. Kalau tidak, mereka kehabisan tenaga sebelum bertanding. Saya kok merasa, Anda mirip seperti atlit yang kehabisan tenaga sebelum mulai.” Planning bukanlah eksekusi. Planning hanyalah pemanasan bagi eksekusi Anda.

8 Langkah Mulai Menghidupi Mimpi Anda?

(1) Bangunlah! “The first step to make your dream come true, is wake up!”. Maknanya ada dua:

  • Wake Up, arti: mulai kerjakan sesuatu;
  • Wake Up: jangan lagi berandai-andai

(2) Jangan terlalu dengarkan opini orang. “Boleh minta pendapat, tapi keputusannya ada di kamu!”. Ini mimpimu, jadi wujudkanlah!

(3) Tuliskan mimpimu dimana-mana, untuk mengingatkanmu! Di post it-kan! Di dompet!

(4) Lakukan secara harian. Praktekkan prinsip 12 detik!

12 detik, komit bahwa saya akan lakukan sesuatu yang ingin saya lakukan untuk wujudkan mimpiku!

(5) Lihat orang yang sudah berhasil, dekati, pelajari dan gali ilmu dari dia!

(6) Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang punya mimpi sepertimu, misalkan asosiasi di dunia maya (ikut miling list) atau ikut clubnya

(7) Bikin “folder” khusus. Bisa berarti folder di komputrer berisi semua jenis informasi, atau folder map yang berisi kliping atau bahkan buku2 tentang hal yang terkait dengan mimpimu.

(8) Jangan menunggu momen lagi. Tidak ada yang terlalu tua ataupun terlalu muda, untuk mewujudkan mimpinya. Start now!

  • Buku “Apa yang disesali, seandainya aku paham tentang hal ini di usia 20 tahun?”. Salah satunya: “Apa yang aku lakukan hari ini, adalah tabungan yang akan aku petik bunganya nanti. Aku meti mulai melakukan sekarang!”
  • Dream don’t work, unless you do

Mengapa Banyak Orang Tidak Menghidupi Mimpinya?

  • TAKUT!
    • Takut waktunya nggak tepat!
    • Takut kalau gagal!
    • Takut kalau risikonya terlalu sulit untuk ditanggung!
    • Takut ditertawakan orang kalau tidak berhasil!

  • KISAH DAL LAMAGNA
    • Kegagalan: kuliah bikin teater mobil tapi hujan terus-menerus dan banjir; bikin water bed, tapi ditutup karena diusir ibu kostnya, bikin film 10 tahun tapi gagal, bikin kedai es krim, di usia 32 tahun punya utang sampai 150,000 USD
    • Kejadian menarik pas pacaran, berjemur di pohon redwood, akibatnya kena duri-duri, pas ke apotik cari penjepit nggak ada, muncul ide awal bikin penjepit! Ditambah pengalaman kerja di pabrik elekronik, lihat orang pake penjepit lalu dikembangkan jadi penjepit duri, dll.
    • Nasihat terpenting: Don’t fear failure. Fear success because when you success, you’re going to be living your dream 24 hours! So make sure that’s what you really want!

Tips Extra Menghidupi Mimpi Anda!

  • Menggunakan Law of Intention atau Law of Desire!
  • Gunakan prinsip: C-B-A (Conceive, Believe, Achieve)
    • Langkah 1: Memilih

Tentukan MIMPI apa yang Anda inginkan, buat spesifik! Lakukan penyesuaian, jika perlu, sampai keadaan memungkinkan

  • Langkah 2: Meniati

Pikirkan apa arti keinginan itu bagi Anda! Timbulkan perasaan khusus dibalik impian itu!

  • Langkah 3: Membersihkan

Buang keyakinan yang negatif, ganti yang positif

  • Langkah 4: Mendoakan

Luncurkan mimpi Anda seperti PROPOSAL yang sudah terfokus dan kuat kepada Tuhan. Jangan Egois, beri alasan mengapa itu penting buat juga bagi orang-orang sekitarmu

  • Langkah 5: Mewujudkan

Mulai bertindaklah!  Bersikap percaya dan berharap dengan harapan penuh dan antusias

Saran dan tips!

  • Masuk website the one questions: www.theonequestion.com/. Untuk melihat tujuan hidup kita yang sesungguhnya
  • Masuk ke website www.dreaminder.com. Tulis, bikin schedule untuk mengingatkan
  • Saran terakhir: PUTUSKAN, PERCAYAI dan LAKUKAN

4 Tingkatan Energi yang kita miliki untuk dari memimpikan hidup sampai menghidupi mimpi:

Level 1: Wanting (berharap, pingin)

Level 2: Waiting (bingung, status quo)

Level 3: Excusing (melakukan yang sekarang sambil berdalih lagi cari dana, lagi cari pengetahuan, dll)

Level 4: Doing (mulai bertidak melakukan apa yang diinginkan)

“Kalau mimpimu, tidak membuatmu takut berarti mimpimu belum cukup besar!”

Sweet Seventeen Radio SMART FM, “Sharing Culture” GBK Jakarta 2013

May 20, 2013 by Anthony Dio Martin  
Filed under Seminars

Comments Off

Umur 17 biasanya merupakan umur yang istimewa, umur yang menandakan seorang sudah mulai masuk kedalam tahap yang disebut “dewasa”. Namun berbeda dengan Ulang tahun yang ke 17 kali ini, karena yang berulang tahun bukan lagi akan menjadi Dewasa, tetapi lebih dari dewasa, bahkan sudah mampu membuat banyak orang menjadi lebih dewasa dengan kehadirannya. SMART FM, radio yang sudah membuat pemikiran banyak orang termasuk Indonesia menjadi lebih dewasa melalui isi dan siaran yang sudah mulai on air selama 17 tahun ini.

Karena memang ulang tahun istimewa, sehingga acara pun harus diangkat secara spesial. Dengan tema “Sharing Culture”, Smart FM mengajak banyak motivator dan inspirator TOP Indonesia untuk berbagi kepada banyak orang secara FREE! acara yang diadakan di Gelora Bung Karno pada tanggal 19 Mei 2013 ini memang sengaja dipilih untuk dapat menampung ribuan orang yang akan hadir dan memeriahkan acara ini.

Acara yang dimulai dengan senam bersama Ade Rai ini diikuti ribuan peserta dari seluruh pelosok Jakarta, bahkan ada yang dari daerah khusus datang ke Jakarta untuk menghadiri acara ini. Selama kurang lebih 4 jam acara ini berlangsung, banyak masyarakan umumnya dan pendengar setia SMART FM khususnya berkumpul untuk bertanya secara langsung kepada para speaker yang selama ini mungkin hanya dapat didengar melalui radio, dan HREexcellency dengan master trainer Anthony Dio Martin diundang untuk menjadi salah satu motivator dalam acara tersebut, dan banyak masyarakat yang tidak menyianyiakan kesempatan untuk bertemu langsung dengan Anthony Dio Martin yang selalu hadir setiap hari Kamis jam 07.00-08.00 dalam acara Smart Emotion ( Pindah ke hari Senin, 07.00-08.00 Mulai 20 Mei 2013 ). Tidak hanya berkonsultasi tentang masalah emosi saja, bahkan masalah-masalah pribadipun ditanyakan sebagian pengunjung, ada pula yang hanya sekedar foto bersama Anthony Dio Martin.

Pada kesempatan ini pula HRExcellency membagikan door price berupa Televisi LCD dan beberapa hadiah lainnya kepada pengunjung yang beruntung, juga beberapa PIN sukses yang berisi kata-kata motivasi dari para motivator kelas Dunia kepada para pengunjung yang mendatangi stand dari HRExcellency.

Tetaplah berbagi untuk Indonesia! SMART FM!

[ds]

HOW TO RAISE A HIGH EQ FAMILY? – SmartEmotion, Bp Anthony Dio Martin, 31 May 2012

SmartEmotion, Bp Anthony Dio Martin, 31 May 2012

HOW TO RAISE A HIGH EQ FAMILY?

Bintang tamu: Ibu Melly Kiong, pakar parenting, penulis terkenal.

3 buku Bu Melly Kiong yang terkenal: “Siapa Bilang Ibu Bekerja Tidak Bisa Mendidik Anak dengan Baik?”, “Cara Kreatif Mendidik Anak Ala Melly Kiong”, serta buku terbarunya, “Guru-guru Kecil Melly Kiong”.

Menurut Bu Melly, ada 2 hal yang penting untuk segera diperbaiki pada anak:

1. Moral & etika,

2. Daya juang.

Jangan hanya menyalahkan anak saja, orang tua harus mau berjuang untuk memperbaikinya. Home education, ide dari Pak Daud Yusuf, sangat diperlukan untuk mengimbangi pendidikan akademis di sekolah. Home education tidak sama dengan Home Schooling. Ini penting, karena selain pendidikan akademis oleh guru di sekolah, orang tua perlu mempunyai konsep pendidikan yang lain. Mengajari tentang EQ, jauh lebih penting. Beliau tidak bicara tentang teori, tapi berdasarkan pengalaman praktis.

2 email tentang masalah keluarga yang diterima Pak Martin:

1.     Seorang director yang sukses dan terkenal. Disisi lain keluarganya berantakan, istrinya tinggal dikota lain yang jauh, anaknya terlibat narkoba.

2.     Seorang regional sales mgr merasa tidak ada gunanya sukses kalau keluarga tidak terbina dengan baik. Karena stress, sering memaki maki anak secara berlebihan. Orang tua yang stress hendaknya jangan mengorbankan anaknya. Dia berharap orang tua lain tidak melakukan hal seperti yang dia lakukan.

Read more

Next Page »