Radio Talk 26 April 2012
April 27, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
“MENJADI HUMAN LIE DETECTOR: BAGAIMANA MENDETEKSI KEBOHONGAN?” Spektakuler Smart Emotion Radiotalk, Bp Anthony Dio Martin, 12 April 2012
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Background topik: Adanya reality show tentang bagaimana mendeteksi kebohongan, selain menggunakan cara polygraph. Problem dengan pemakaian polygraph untuk acara reality show, rasanya acara yag demikian tidak terlalu etis, karena disinggungnya masalah2 yang sangat Pribadi (mis: orang harus mengakui apa ia pernah beselingkuh atau tidak, dll).
Tujuan Human Lie Detector, untuk mengetahui:
- Apakah orang berbohong?
- Apa yang akan kita lakukan setelah merasa dia berbohong?
Misalnya, untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum memutuskan berbisnis dengan seseorang. Dari indikasi yang ada, kalau calon bisnis itu berbohong, tinggal menentukan apakah akan lanjut atau tidak berbisnis dengan dia.
Ada film Serial TV berjudul: Lie To Me (versi Inggris, bukan yang Korea)yang bercerita tentang investigasi polisi dengan memperhatikan micro-muscle (otot2 kecil) untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong.
Kisah Seorang Raja.
Seorang Raja kehilangan uang emasnya. Dengan bantuan seorang penasihat, dipanggillah beberapa orang pengawalnya. Dia mengambil sekepal nasi dan menyuruh pengawalnya satu persatu menelannya. Ketika salah satunya mengalami kesulitan menelan, dia langsung ditangkap. Indikasi yang dilihat: kesulitan menelan adalah salah satu indikasi kebohongan.
Ketika kita mencoba berbohong, bawah sadar tahu kalau kita sedang berbohong. Akan muncul reaksi tubuh yang yang mengindikasikan kebohongan itu (missal: kerongkongan menjadi kering, sehinga orang jadi harus telan ludah, lebh banyak berkedip, mengusap-usap atau menggaruk padahal tidak lagi gatal)
Disaat interview, seorang calon yang sangat lihai berbohong dan bisa bercerita dengan sangat meyakinkan (too good to be true). Coba minta dia menceritakannya secara terbalik, maka akan kelihatan kesulitan dia untuk bercerita, karena dia telah berbohong. Orang yang berbohong biasanya telah merangkai ceritanya secara berurutan (A-B-C-D-E), tetapi ketika diminta untuk dibalik misalkan tolong cerita dari E sampai A. Biasanya cerita mereka tidak akan terlalu lancar, dibandingkan dengan orang yang betul-betul mengalaminya)
White Lie
Ada kebohongan yang tujuannya untuk membantu atau melindungai orang. Misalnya, dokter tahu akan parahnya penyakit pasiennya, tapi mengatakan kepada pasiennya:” Jangan kuatir, kita masih punya harapan”.
Alasan Orang Berbohong:
1. Sengaja. Untuk mengarahkan kesan orang. Misalnya, pelamar kerja yang pengalamannya belum banyak, mengaku sudah lumayan lama bekerja.
2. Mencegah kerugian. Misalnya: adanya bom dipesawat, tidak diumumkan apa adanya, untuk menghindari kepanikan penumpang.
3. Supaya Lucu. Misalnya, untuk ngerjain orang. (misalnya saat April Mop…?
)
4. Takut orang tidak bisa menerima kenyataan. Misalnya pacar bertanya tentang kelanjutan hubungannya”, dijawab dengan:”Saya mesti menyelesaikan studi dulu….”, padahal dia tidak punya rencana untuk menikahinya…..(kejam….!)
5. Menyelamatkan diri. Misalnya:”Bukan saya yang salah, dia tuh….”
6. Keuntungan pribadi. Menipu orang demi uang, dsb.
Atas kebohongan itu, kita harus menentukan apakah menerima atau bereaksi.
NLP For Leader
23-25 April 2012
Registrasi: 021 3518505
Dalam training NLP ini banyak hal yang dipelajari termasuk tentang human lie detector, eye accessing cue, bagaimana menimbulkan kesan yang baik (rapport, pacing & leading, etc), dan ada juga kesempatan untuk mengikuti firewalking, lho!
Deteksi:
1. Base line. Dengan pertanyaan sederhana. Orang biasanya akan bereaksi. Misalnya kalau istri menegur suami yang pulang terlambat. Bisa terjadi reaksi yang berlebihan, misalnya:” Suami sudah setengah mati cari duit buat keluarga,….. etc,etc.” (merasa tidak nyaman, atau ada yang disembunyikannya sehingga bereaksi seperti itu). Ada reaksi yang tidak wajar. (kalau suami benar benar capek, bisa saja kan dia bereaksi seperti itu dan dia tidak berbohong atau selingkuh…..;-))
2. Diri orang itu. Kalau biasanya bersemangat, jadi kelagapan, nadanya aaaa..eeee, ada nada lambat atau terhenti, dll. Berarti, ada yang dirasakannya tidak nyaman, bisa jadi ini akan jadi alasan baginya untuk menyembunyikan dan membohongi suatu fakta.
Teknik Deteksi:
1. Teknik Zoom: Memperhatikan petunjuk2 kecil(dengan mata), misalnya dari gerakan matanya, gerakan tertentu seperti menyilangkan kaki saat ditanya, menggaruk tangan, dsb. Contohnya: Di tahun 1973, President Nixon, ketika ditanya tentang scandal Watergate, tangannya kebelakang, mengelus elus tangan, suatu indikasi kebohongan. Intinya, kalimat bisa berbohong, bahasa tubuh tidak.
Contoh lain: penyangkalan waktu kasus video porno artis merebak, coba lihat kembali video interviewnya, matikan suaranya, dan perhatikan bahasa tubuhnya. Disaat berbohong orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjawab, ada juga yang malah balik bertanya. Dia tidak merasa nyaman, atau karena ada yang disembunyikannya.
2. Teknik corong. Perhatikan beberapa segmen kalimatnya(dengan telinga). Dengarkan kalimat yang dipakai untuk menekankan sesuatu. Ketika Clinton berbohong, beliau membutuhkan begitu banyak energy untuk meyakinkan pemirsanya bahwa beliau tidak pernah berbohong terhadap rakyat Amerika.
Petunjuk kebohongan: ketika butuh begitu banyak energy mengatakannya, atau perubahan menyolok (biasa lembut jadi semangat, atau sebaliknya biasa semangat, jadi lembut. Biasanya lancar jadi gagap)
3. Teknik matching. Apakah yang dikatakannya dan reaksi tubuhnya tidak sinkron (match). Dia mengatakan sedih, tapi air mukanya tidak menunjukkan kesedihan. Dia mengatakan sudah melupakan pacarnya, tapi airmatanya berlinang. Untuk orang yang wajah poker (kebohongan wajahnya sudah terlatih), perlu memakai beberapa teknik secara simultan.
4. Analisa percakapan. Kalau percakapannya tidak lancar, kurang nyaman. Ya, termasuk dengan menggunakan teknik cerita dibalik itu. Misalkan kisahnya A sd F, sekarang katakana padanya, cobalah sebakarang kisahnya dibalik dari F ke A. Kalau lancer, bisa jadi orang tsb betul-betul mengalaminya.
5. Interogasi. Dengan mengajukan pertanyaan berlipat lipat. Ada tekniknya, yang akan menjadi panjang lebar kalau dijelaskan disini. Yang jelas, teknik ini adalah dengan teknik menggali lebih jauh dengan bertanya lebih banyak. Semakin banyak ketidak konsistenan, semakin besar kemungkinan orang itu menipu.
Contoh pemakaian Teknik Zoom lain: Orang disuruh memilih satu bilangan dan ditanya tentang bilangan2 yang harus dijawab dengan “Tidak”. Kebohongannya bisa diketahui dari dari pupil matanya (ketika bohong, pupilnya membesar), atau menghindari kontak mata. Inilah micro muscle yang digerakkan oleh bawah sadar. Ini bisa dilatih.
Satu clue penting untuk deteksi kebohongan: reaksi yang berlebihan. Semakin dia berusaha meyakinkan secara berlebihan, semakin besar kemungkinannya dia berbohong.
Ada seorang bapak di Batam mengatakan bahwa para pejabat yang datang ke Batam, bukanlah untuk meeting tapi untuk bersenang senang dengan amoy2 disana. Dia mengatakan tidak terpengaruh, yang diulang sampai 4 kali. Informasi dari teman2nya: dia itu biang kerok juga…….
Pesan Pak Martin:
1. Hati hati kalau berbohong. Diperlukan ingatan yang sangat kuat untuk mempertahankan kebohongan. (satu kebohongan ditutupi dengan kebohongan lain…;-))
2. Jangan langsung melabel orang. Lihat konteks nya secara keseluruhan.
3. Kecurigaan bisa menimbulkan persepsi yang salah. Misalnya: kalau tetangga dicurigai mencuri sepedanya yang hilang, dia bisa “menyamakan” indikasi yang dilihatnya, sesuai dengan kecurigaannya.
Diskusi Telpon, SMS.
Ingkar Janji vs Bohong (Bp Ronny, Jkt). Pejabat janji saat pilkada tapi tidak direalisasikan.
ADM: Mana yang lebih banyak berbohong, ilmuwan atau poliltikus? Posisi seseorang seringkali mengarahkan orang untuk berbohong. Berbohongnya baru terjadi kalau tiba waktu yang dijanjikannya tidak dilaksanakan. (waktu janji sih belum berbohong…..;-))
White Lie (Bp Sofwan). ADM: Pada umumnya white lie bisa diterima. Tapi seringkali ada white lie yang terselubung. Misalnya: Ketika karyawan terlambat, dia bilang sama boss:” Tadi mengurusi bisnis dulu…” (untuk menutupi kenyataan bahwa bisnis yang diurus adalah bisnis pribadinya, tapi boss bisa mengira dia mengurusi bisnis kantor….). Contoh lain: mengaku sakit, tidak masuk kantor, padahal yang sakit cuma jarinya saja……
Anak Berbohong. Cara anak berbohong, berbeda dengan orang dewasa, anak biasanya lebih polos, kecuali yang sudah terlatih. Caranya: suruh cerita terbalik. Ketika berumur 4-5 tahun anak mulai belajar berbohong, supaya tidak dihukum oleh orang tuanya. Salah satu teknik terbaik menghadapi anak yang brbohong adalah teknik interogasi, bertanyalah lebih banyak. Biasanya akan mudah ketahuan.
Incoming search terms:
- lie detector sederhana
- reaksi orang berbohong
- teknik mengetahui kebohongan melalui pertanyaan terbalik
- video cara penggunaan lie detector
“How To Be An Expert In Your Field?”
February 17, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
SmartEmotion, Anthony Dio Martin, 16 Februari 2012
Setiap orang, apapun pekerjaannya, bisa menjadi seorang ahli (expert).
Apa yang harus diketahui, dilakukan terlebih dulu? Dalam bukunya, Management Intrapreneurship (Pemburu dan Petani), Pak Martin memberikan tips tentang bagaimana kita harus bangun Personal Mastery dulu untuk bisa mencapai sukses. Janganlah pergi ke jalan yang sudah biasa dilalui orang lain, tapi pergilah ke jalan yang jarang dilalui orang dan tinggalkan jejak kita disana. (kalau kesasar nanti gimana….? Apa gak ada rampok nya…?
)
Yang pertama harus dilakukan: Lakukan inventory buat diri kita, untuk mengukur diri kita dengan SIAP.
SIAP:
S: Skill. Apa skillmu, seberapa tinggi skill itu dikuasai?
I : Interest. Apakah Anda betul betul tertarik untuk itu, tertarik dibagian mananya?
A: Atitude. Bagaimana attitude kita akan bidang itu?
P: Pengalaman. Punya pengalaman gak? Kemungkinan sukses akan lebih besar kalau lebih banyak pengalamannya.
Kenapa Mastery itu diperlukan?
Selain kita akan dibayar lebih mahal, juga untuk popularitas. Orang lain akan mencari kira dan mengikuti apa yang kita katakan, pernyataan kita di tunggu tunggu.
Contoh: Dosen dibayar Rp 100-200 ribu/ jam, Speaker ada yang dibayar sampai Rp 60 jt/ jam. Dengan bayaran sebesar itu bukan berarti Speaker sekian kali lipat lebih pintar dari Dosen, tapi dia tahu bagaimana ‘menjual’ dirinya……(pantas aja harga speaker di sound system ku mahal ya….?
)
Anda pasti punya satu keahlian yang anda kuasai. Orang seringkali terlalu meremehkan pengetahuan yang mereka miliki, padahal banyak orang lain yang membutuhkannya. Kita bisa membantu orang lain dengan keahlian kita.
Martin Luther King dengan puisinya bercerita tentang tukang sapu, yang intinya:
Lakukan pekerjaan menyapu jalan dengan luar biasa, sama seperti Michael Angelo, Beethoven, membuat karya karya besarnya….supaya sampai2 penghuni surga dan bumi berkomentar: “Disini hiduplah seorang penyapu jalan yang luar biasa”. (kalau penyapu jalan bisa luar biasa gitu, kenapa kita mau jadi yang biasa biasa saja…..?
)
Hal yang bisa dilakukan: lakukan 7 Rules berikut ini.
7 Rules How You Can Start to be an Expert:
1. SIAP: Skill Interest, Attitude, Pengalaman.
2. Pilih Satu Bidang. Gali kemungkinan satu bidang yang bisa anda masuki (peluangnya, kemampuannya). Dari satu bidang, dicari sub-expert nya, misalnya, ingin menjadi broadcaster, lebih spesifik lagi, broadcaster khusus untuk bisnis.
3. Buat keputusan: Saya harus masuk ke bidang itu.
4. Bangun obsesi. Cari sebanyak mungkin informasi dan tambah terus pengetahuan tentang bidang itu. Obsesi ini akan memberikan identitas diri. Contohnya: tentang Sex orang ingat Dr. Boyke, Dr. Naek L Tobing, tentang Marketing: Hermawan, James Gwee, tentang Happiness: Arvan, Parenting: Ayah Eddy. (tentang Provokasi, ingat Pak Prasetya M Brata….tentang MindWeb ingat siapa? Syukur kalau ingat….;-))
5. Cari ahlinya. Misalnya, untuk marketing: cari orang yang ahlinya, ikuti seminarnya.
6. Berlatih. Rumus 10,000 jam terbang tetap berlaku, untuk bisa mendapat pengakuan. Beatles main band 10 ribu jam lebih. Mulailah berlatih sekarang untuk obsesi kita.
7. Mengumumkan kepada dunia, promosikan bidang yang kita ketahui.
3 Prinsip Penting Menjadi Ahli:
- Focus – pada apa yang kita kuasai, yg dibutuhkan pasar, yang mampu kita lakukan.
- Bayar waktu untuk belajar, berlatih.
- Berani investasi. Learn before you earn, invest before you harvest.
Bp Martin sendiri menganggarkan Rp 100 juta setiap tahun untuk pengembangan diri, melalui buku, training, dsb.
10 Tips Untuk Menjadi Expert:
1. Tulis artikel. Mulailah menulis artikel di berbagai media. (nah, mulailah nulis di milis kita)
2. Tulis buku. Menulis buku memberi nilai yang lebih tinggi.
3. Buat informasi publik apa yang bisa anda lakukan. Promosikan.
4. Buat newsletter berkala. (bukan kala iya, kala tidak….)
5. Kasih pendapat. Misalnya dalam forum forum yang terkait dengan bidang Anda
6. Kasih seminar. Untuk ini, Anda harur punya skill yang bagus. Berlatihlah, supaya tidak terjadi kesalahan fatal.
7. Berikan hal hal yang gratis, seperti: e-book, CD. Jangan terlalu pelit. (kalau pelit dikit boleh….?
)
8. Gunakan internet (FB, Twitter). Buat status terkait dengan keahlian kita.
9. Bangun kelompok kecil yang interest bidang tertentu, untuk sharing secara rutin.
10. Rawatlah kelompok yang sudah dibangun itu.
Diskusi Telpon, SMS.
Merintis Public Speaker Bagaimana? (Bp. Isparmo). Apakah harus menulis buku dulu atau bikin workshop kecil kecilan dulu untuk memperkenalkan diri kita? 10,000 jam terbang, masih berlaku?
Anthony Dio Martin (ADM): Ada 7 Rules yang harus diikuti (sperti diatas).
Bagaimana Menggali Potensi Diri? (Bp. Simon). Passion nya tentang masakan, tapi bekerja sebagai GM di trading company.
ADM: Dalam situasi seperti itu, caranya adalah dengan kompromi, walaupun butuh sedikit pengorbanan. Usahakan bagi waktu sebaik baiknya agar pekerjaan tidak terganggu (komitmen), tapi tetap bisa menyalurkan hobi. Mulailah dengan kedai kecil, gunakan akhir pekan untuk membangunnya. Pak Martin sendiri memakai masa transisi 6 bulan saat masih bekerja, sebelum beralih profesi. Week end dipakai bekerja keras, mempersiapkan diri, sesudah itu memutuskan untuk resign.
Pandai Tapi Tidak Pede. Bagaimana supaya berani tampil.
ADM: Mulailah membangun harga diri (self esteem), misalnya: meyakinkan diri sendiri dengan ngobrol dengan diri sendiri didepan kaca, bicaralah dengan diri sendiri ketika mau tidur, baru bangun tidur, untuk meyakinkan diri sendiri. Lama kelamaan harga diri akan terbangun. (namanya juga bangun tidur….;-))
Ingin Jadi Trainer, Tapi Kurang Pandai Bicara (Agus).
ADM: Sebelum menjadi Trainer, poles dulu kemampuan persentasi. Mintakan masukan dari orang lain, kumpulkan jam terbang. Berlatihlah terus, tapi berlatih dengan benar. Practice makes perfect, tapi kalau practice nya salah, kita akan menjadi master yang salah dengan sempurna juga.
Komentar Iseng:
- Perlu 10,000 jam terbang ya…? Kalau gak bisa terbang gimana ya…..? Kan kita bukan burung….;-))
- Jadi ingat ungkapan ini: “If excellent is possible, good is not enough” (kalau luar biasa itu mungkin, maka bagus saja tidaklah cukup). Makanya terus ikut HR Excellency….biar tetap bisa menjadi EXCELLENT….;-))
- Expert In Your Field? Kalau gak punya lapangan (field), gimana dong…?
)
*Ditulis oleh Eka ‘MindWeb’ Wartana
penulis buku MindWeb, konsep Berpikir Tanpa Mikir
MY BOSS IS A B@$TARD!” (BOSS SAYA BRENGS*K!)
February 10, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
SmartEmotion, Bp. Anthony Dio Martin, 9 February 2012
Bulan ini kita membahas topik topik tentang Boss. Sebagian besar sms yang masuk mengeluhkan tentang boss nya. Judul diatas ada bukunya, yang dikarang oleh Richard Maun.
Orang berkomentar negatif tentang boss nya, merupakan sejenis balasan terhadap boss. Banyak curhat tentang si boss, kemudian berubah menjadi gossip. Ada buku lain tentang boss: My Stupid Boss. (Chaos@work)
Boss Pasti Berlalu: (kurang lebih isinya begini…)
Ingat ketika menginjak sepatu Boss: “Jangan injak sepatuku…., sepatu mahal tauuu! Apalagi diinjak dengan sandal murahan”. Si anak buah merasa sangat menyesal. Bukan karena telah menginjak sepatu si Boss, tapi menyesal karena lupa menginjak tahi kucing dulu sebelum menginjak sepatu si Boss……;-))
People do not leave the company, they leave their Boss. Orang keluar dari pekerjaannya, bukan karena pekerjaannya, bukan karena organisasi (perusahaannya), tapi kebanyakan karena tidak tahan, tidak suka terhadap Boss nya. Bahkan Peter Drucker mengatakan bahwa, sekarang saatnya untuk mendidik Boss, bukan anak buah lagi.
Jangan berpikir bahwa “Nice Boss is always good boss”. Good Boss kadang kadang harus membuat keputusan yang kurang menyenangkan, demi untuk hal yang lebih penting. Bastard Boss hanya mementingkan dirinya sendiri.
Dilihat dari kestabilan dan konfrontasionalnya, tipe boss bermasalah ada 4 jenis.
Tipe Tipe Boss Bermasalah:
- Buaya. Sikapnya tenang, strategic, tidak peduli perasaan, tidak memberi pendapat tapi menjadi dalang dibelakang layar. Contohnya, ketika memindahkan orang, dia menutupinya dengan komentar positif, padahal dia ingin menempatkan orangnya sebagai pengganti. Dia itu tipe politikus. (kok cirri-cirinya seperti ‘buaya darat’ ya…?
) - Singa. Suka terang terangan, konfrontasional, agresif, suka menyerang. Kalau tidak suka, akan ketahuan dari sikap dan ucapannya. Contohnya: “Kenapa sih kamu tadi komentar begitu….”. (Singa suka intimidasi yang lemah, seperti kancil……tapi juga yang kuat, seperti kerbau…..)
- Gajah. Dia tidak stabil tapi suka konfrontasi, moody, suka berbicara tentang perasaan, keluarga. Terkadang suka membentuk ‘gang’ sendiri dan melihat orang masuk blok siapa. Dia tipe roller coaster, naik turun. (pantas aja gak pernah senyum….moody terus…;-))
- Meerkat (Luwak). Tipe ini suka plin plan, tidak memberi komentar, suka menyembunyikan diri, sulit dihubungi, suka “No comments”. Kalau ada masalah:”Kan aku gak tahu…” (orang yang suka minum kopi luwak…iiiih…, bisa berubah menjadi tipe ini….? Just kidding…..;-))
Inti dari semua tipe boastard boss: ego nya luar biasa, semuanya demi kepentingan dirinya.
Teori A-G (Personal Survival Kits).
A: Awareness. Kenali boss anda.
B: Behaviour. Lihat sikap dia, apakah senang dengan perilaku anda. Harus berhati hati karena karir anda tergantung sama dia.
C: Consequencies. Pelajari dampaknya, kalau terjadi hal tertentu, bakal seperti apa jadinya.
D: Desire. Maunya apa? Tetap bertahan, dan mengharapkan karir naik, atau apa. Pikirkan rencana apa yang akan dilakukan.
E: Engage, -Disengage. Pikirkan jangka panjangnya, apakah akan tetap terlibat dengan apa yang dikerjakan sekarang dan bertahan atau mundur
F: Find A Way. Ubah langkah berikutnya, bagaimana caranya berhubungan dengan dia.
G: Go For Your Plan. Kalau kelihatannya tidak akan lama bertahan, lakukan rencana selama masa itu. Tapi Jangan terlalu cepat menghakimi. Kita selalu bisa belajar sesuatu dari boss seperti itu. Mungkin dia kelihatannya keras, tegas dan tidak menyenangkan, tapi ada yang bisa diperoleh dari dia. Jadi jangan membenci boss.
Menyikapi Boss:
Buaya: Hati hati, jangan terlalu percaya begitu saja (dia tricky) dan jaga hubungan, jangan terlalu dekat, buat dia bergantung pada kita.
Singa: Jaga emosinya. Disaat darurat, dia bisa bersikap manis, bertolak belakang dengan kebiasaannya.
Gajah: Lihat kondisi emosinya, dia orang yg personal, memakai perasaan (hobi, keluarga), berikan sentuhan emosional yang dia sukai.
Meerkat: Perlu sedikit di push, minta waktu bicara, libatkan dia dalam meeting, dsb
Diskusi Telpon, SMS
Boss Yang Marah Marah Terus.(Bp Ridwan). Bagaimana menyadarkannya? (emangnya dia pingsan, Pak? Kasih minyak angin aja…;-)).
Anthony Dio Martin (ADM): Usahakan untuk menjaga emosinya. Cari tahu apa saja yang membuat dia marah marah dan coba untuk meredam emosinya.
Boss Baik Dari Karyawan Baik (Bp Ongko). Ada ungkapan bahwa baik buruknya boss bisa dilihat dari kelakuannya saat menjadi bawahan. Tipe Buaya dan Meerkat ada kemiripan?
ADM: Terkadang karakter ketika menjadi karyawan terbawa ketika dia menjadi boss. Jangan marah marah sama boss (emang berani…?
) karena ketika anda yang menjadi boss, belum tentu anda lebih baik dari dia. Karakter sesungguhnya dari sseseorang akan muncul ketika dia diberi kekuasaan.
Mengundurkan Diri Dengan Kesan Baik(Bp Satria).
ADM: Buat catatan yang bagus sebelum berhenti. Kalau perlu buat suatu proyek dengan hasil yang bagus, yang akan meninggalkan kenangan yang baik tentang diri Anda. Penting untuk diingat: Never Burn Your Bridge. (artikelnya ada di website Pak Martin: www.anthonydiomartin.com)
Boss Baik Tapi Koruptor (Bp Wira). Hasil korupsinya dibagi ke karyawan.
ADM: Nice Boss belum tentu Good Boss! Gak selalu begitu, jadi jangan terlena dengan boss yang ‘nice’, cepat atau lambat ada ada problem yang bisa menyeret kita. Kita telah membangun mental yang buruk. Berhati hatilah.
Anggota LSM Tidak Disiplin (Bp Wilham). Bagaimana supaya LSM kokoh dan disiplin, sedangkan tidak ada sistim gaji?
ADM: adopsi sistim professional, jalankan sistim punishment and rewards. Anggota harus dibina dulu, kalau tidak bisa baru dibinasakan. Lebih baik kehilangan dia daripada kehilangan organisasi.
Kesimpulan:
- Nice boss is not always good boss,
- Jangan cepat menghakimi. Terkadang kita bisa belajar sesuatu dari dia.
Komentar Serius.
Tambahan informasi dari Richard Maun:
Tipe Boss yang:
- Stabil: Buaya dan Singa
- Tidak Stabil: Meerkat dan Gajah.
- Konfronsional: Singa dan Gajah (gajah juga suka teriak dengan terompetnya…)
- Non Konfronsional: Buaya dan Meerkat.
Jadi, kita termasuk yang mana dari yang diatas….? Gak satupun ya…..;-))
BASTARD versi bawahan: Begok Arogant,Sinting,Tolol, Aneh, Resek, Dongok….. (sudahlah begok, tolol….dongok lagi!
)
*Ditulis oleh Eka ‘MindWeb’ Wartana
penulis buku MindWeb, konsep Berpikir Tanpa Mikir
Incoming search terms:
GOOD BOSS, BAD BOSS
February 3, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
GOOD BOSS, BAD BOSS
Smart Emotion Radiotalk, Bp. Anthony Dio Martin, 2 Februari 2012
Kisah Boss yang salah. Seorang Boss salah dalam investasi saham, sehingga perusahaan dan karyawan yang memiliki saham, mengalami kerugian besar. Dia mengumpulkan semua karyawan dan didepan mereka, dengan rendah hati dia:
- Mengakui kesalahannya. Beliau bersedia dipecat kalau itu yang diinginkan oleh karyawan.
- Berjanji akan bertanggung jawab untuk kerugian itu.
- Berjanji, kalau diijinkan, akan berjuang sekuat tenaga supaya perusahaan kembali pulih dari kerugian itu.
Para karyawan menjadi simpati dan tidak memecatnya. Mereka bahu membahu untuk membangun kembali perusahaan dan berhasil mengatasi masalahnya. Si Boss tidak memikirkan hal itu dari sisinya tapi dari sisi karyawannya.
90% orang didunia mempunya atasan, ditempat kerja, termasuk customer, yang juga Boss, karena bisa menentukan ‘nasib’ kita. Di Amerika ada 21 jt boss (pimpinan). Apa yang harus dilakukan supaya menjadi boss yang baik. Jangan jadi BOSS: Bikin Orang Susah Saja. Ada buku tentang Good Boss dan Bad Boss yang ditulis oleh: Prof. Robert Sutton.
Renungan Evaluasi Diri Sebagai Boss:
- Kalau karyawan diberi kesempatan untuk memilih bossnya, apakah mereka akan memilih untuk tetap bekerja dengan anda? (atau mereka ingin memecat Anda…?)
- Apakah Anda tahu bagaimana perasaan bawahan Anda? (apakah mereka senang, ngedumel, atau tidak punya ide tentang perasaan mereka…..yang penting mereka sudah digaji…?)
Mindset Good Boss:
- Hukum Keseimbangan (La Corda?). Sebagai boss anda harus tahu dan memahami kapan harus micro-managing, kapan macro-managing. Kalau anak buah sudah kompeten, tidak perlu lagi micro managing, mengelola sampai ke detail sekali. (micro-managing: ikut campur sampai hal hal kecil yang bisa ditangani oleh anak buah, tidak percaya kepada anak buah. Macro-managing: mengelola hal hal prinsip dan menyerahkan hal hal kecil kepada anak buahnya…..EW)
- Prinsip Maraton. Bukan sprint, tapi marathon, karena menyangkut proses yang bisa panjang. Harus ada keseimbangan antara marathon dan sprint. Mengembangkan orang tidak dengan cara sprint, tapi memberi waktu untuk masukan, bimbingan.
- Small Win. Merayakan keberhasilan anak buah, tanpa harus menunggu sampai visi tercapai. Misalnya setiap bulan, kalau hasil bagus, dirayakan bersama anak buah. Kemenangan2 kecil akan mengarah kepada kemenangan besar.
- Toxic People. Hati hati dengan toxic employee, yang menjadi pembisik. Harus tahu mana kelompok orang2 yang toxic, mana objektif didalam organisasi.
- Bela Anak Buah. Bela mereka bukan hanya didepan mereka tapi juga dibelakangnya. Dengan demikian akan timbul komitmen dari anak buah. Atasan yang biasa biasa saja bisa berprestasi luar biasa dengan memotivasi anak buahnya dan membuat anak buahnya merasa aman. Apalagi kalau atasannya juga luar biasa.
Dari sudut kecerdasan emosi, ada 2 jenis hubungan:
- Romantic/ Intimate relationship. Hubungan yang saling menguntungkan, misalnya antara suami dan istri, sahabat. Kalau yang satu sedih, yang lain ikut prihatin. Begitu juga kalau senang, dia ikut senang.
- Boss dan Anak Buah. Semuanya mengalir dari atas kebawah. Kalau Boss gak senang, suasana itu akan cepat mengalir kebawah. Apakah Boss lagi happy atau tidak bisa dilihat dari sikap anak buahnya. Jeleknya, apa yang turun kebawah tertampung disana.
Boss harus mampu mengelola emosinya setiap hari, karena sikapnya akan berpengaruh terhadap kondisi kerja. Banyak boss tidak menyadarinya.
Dari penelitian di Florida University sikap karyawan berbeda sejalan dengan sikap Boss-nya:
- Kesalahan disengaja: 6% (Good Boss), 30% (Bad Boss)
- Suka sembunyikan data: 4% (Good Boss), 27% (Bad Boss)
- Kerja gak mampu: 9% (Good Boss), 33% (Bad Boss)
- Pura pura sakit: 4% (Good Boss), 29% (Bad Boss)
Telpon/ SMS.
Boss Main Curiga Saja. Hampir menangis melihat boss yang seringkali menuduh anak buahnya “memakan” uangnya..kok bisa keluar negeri dsb.
Anthony Dio Mertin (ADM): Gak habis pikir kalau ada boss yang tidak senang bila anak buahnya senang. Sebaiknya sama sama refleksi (bukan yang pijit refleksi loh…;-)).
Dianggap Antek Boss Lama. (Bp Damanik). Dekat dengan Boss lama, dianggap antek Boss lama oleh Boss baru (kedua Boss saling tidak akur). Tidak peduli dengan permusuhan mereka dan Pak Damanik tetap berbuat yang terbaik untuk Boss baru. Akhirnya, hanya dalam waktu 2 bulan, sikap Boss baru berubah 180 derajat (bukan 360 derajat karena balik lagi ke sikap semula…;-)). Sikap Boss tergantung dari kita sendiri.
ADM: Anda dapat mengatakan kepada semua orang bagaimana jeleknya Boss Anda, tapi dia sudah menjadi Atasan Anda. Sekiranya Pak Damanik memberikan respon yang negative, maka akan ada pembenaran bahwa dia adalah kroni Boss lama. Beliau bersikap professional. Pada akhirnya respon kita yang menentukan. Jangan cepat menyerah. Toh kita punya pilihan apakah akan “memecat” Boss Anda. Tapi sebelumnya, sudahkah Anda melakukan hal terbaik untuk memperbaiki sesuatu? Baru kemudian memutuskan langkah berikutnya.
Boss Curi Ide Bawahan (Bp Anto). Boss mencuri ide dan hasil kerja bawahannya. Tapi kalau anak buah salah, dia memakinya.
ADM: Bawahan salah kalau tidak mampu. Intinya: berikan feedback, lakukan counseling terselubung, misalnya dengan cara meminta masukan dari Boss: “Pak, dengan beberapa hasil kerja kita ini kok teman teman merasa begitu begitu saja….apakah Pimpinan kita tahu hasil kerja kami. Bagaimana ya Pak menjelaskannya kepada teman teman”. Ini juga sebagai Test The Water apakah pimpinan peka. Karyawan sering tidak termotivasi gara gara tidak terapresiasi. Kalau terlalu banyak pekerjaan, katakan, misalnya: “Apakah mungkin saya tidak efisien, Pak sehingga saya tidak bisa menyelesaikanya pekerjaan yang banyak ini”. Belajarlah menjadi professional.
Cari Kelemahan Boss (Bp Andi). Mencari kelemahan Boss baru untuk maksud bargaining hal hal tertentu. ADM: Setiap Boss selalu punya kelebihan dan kelemahan. Jangan jadikan ini sebagai kesempatan mengambil keuntungan. Bila kita tahu kelemahan Boss, bantulah dia untuk menutupi kelemahannya dan bertindaklah sebagai professional.
Boss Menghina. ADM: kita tidak bisa disakiti tanpa seijin kita.
Boss Korupsi. (Bu Merry). Perlukan melaporkan Boss yang korupsi ke owner?
ADM: Hati hati, perhatikan lebih kepada diri sendiri, ingat dampaknya. Ada baiknya diomongkan dengan Boss, walaupun kemungkinan berhasil sangat kecil. Kalau korupsinya berdampak semakin buruk, kasih tahu owner, minta beliau merahasiakan anda. Pakai bahasa yang diperhalus supaya owner menerimanya dengan lebih bijaksana.
Best Boss (Bu Dewi). Boss saya the best! He is my mentor, percaya kemampuan saya, padahal saya sendiri tidak yakin.
ADM: Anda sangat beruntung. Hanya 2-3 sms yang memuji Boss nya. 80% sms menceritakan Boss yang buruk.
Boss Melampiaskan Marah. Boss selalu marah2 gak jelas, melampiaskan kepada orang2 disekitarnya.
ADM: Pelajari polanya, kapan saja dia seperti itu, apakah akhir bulan, atau saat dia ada masalah dengan istrinya, dll. Kenali Boss dengan lebih baik. Ketika ada waktu, saat dia tenang, kasih tahu dia dengan sopan, atau dengan humor, becanda…bisa jadi masukan buat boss.
Terkadang Boss tetap saja tidak mau mendengarkan. Lakukan lagi dengan cara lain.
Komentar Iseng
- Yang diatas itu berhubungan dengan Boss ditempat kerja. Bagaimana dengan Boss dirumah? (suami/ istri).
- Bawahan yang ‘Bad’ bisa menjadi calon Bad Boss dikemudian hari? Tapi kalau sudah Bad, kok masih bisa dipromosi jadi Boss ya….? (pasti atasannya terlalu Good Boss…?).
- Bad Boss bisa jadi begitu karena mau membalas dendam….? (terhadap koleganya atau kompensasi dimarahin Boss dirumah…?)
- Kita ngomongin Boss kita……apakah kita sendiri sudah menjadi Good Boss…?
Kalau Pak Martin bilang BOSS itu Bikin Orang Susah Saja…..gimana BAD BOSS ya?
Sudah BOSS, Bikin Orang Sudah Saja…..BAD lagi: Banyak Amat Dosanya….suka nge-Blame, Angry-Angry (Marah Marah), nge-Damn…terus Behave like A Dracula…..(Pak Alex, sorry bahasa gado gadonya….;-))
GOOD: Guide, give Opportunities, enhance Ownership, teach good Deeds.
Jadilah BOSS: Bikin Orang Sukses dan Senang…..
*ditulis oleh Eka Wartana
(Penulis Buku Mind Web; konsep Berpikir Tanpa Mikir)
Incoming search terms:
- bos kurang akur sama bawahannya
- anak buah kepercayaan korupsi bagaimana sikap bos
- bos yg selalu curiga sama karyawannya
Social Media: Building or Destroying Yourself?
February 2, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Social Media: Building or Destroying Yourself?
SmartEmotion Radiotalk Bersama Anthony Dio Martin,
19 January 2012
Haree geneee gak punya FaceBook, Twitter……?
Kabarnya, belakangan ini kepopuleran FB mengalahkan Google (rasa pengin tahu orang lebih ke personal daripada ke pengetahuan…..?). FB, etc telah membuat karyawan lebih sibuk ber FB ria daripada bekerja. Akibatnya beberapa perusahaan memblok situs situs media social itu.
Teknologi untuk manusia, bukan manusia untuk teknologi.
Manfaat Social Media:
- Connecting. Menghubungkan kita dengan orang lain, menemukan sahabat lama.
- Networking. Membuka jaringan pertemanan, profesi, bisnis.
- Updating. Memberi dan menerima update tentang sesuatu, memberi kabar (updating dan dating…?).
- Marketing. Untuk promosi produk, menjual ide.
- Entertaining. Untuk hiburan melalui guyonan, godaan.
- Personalizing. Untuk hal hal pribadi, misalnya: mencari jodoh.
Dampak Negatif Social Media.
- Addiction. Media ini bisa menyebabkan ketagihan. Pak Martin pernah memberikan konsultasi kepada seorang karyawan yang tiap pagi ketagihan untuk konek ke FB sampai 1 jam lebih. Berhati hatilah, terutama kalau tidak ada nilai tambahnya.
- Production. Mempengaruhi turunnya produktifitas kerja.
- Privacy Intrusion. Masalah pribadi menjadi terungkap untuk konsumsi umum. Image tentang diri kita muncul di social media.
Ada yang ditolak masuk kerja pada saat saat terakhir karena status FB nya yang bermasalah.
Pakailah cara bijaksana berkomunikasi dengan FB:
Waspadai 3 Hal:
- Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Dalam pertemuan asosiasi dokter, ada seorang ibu yang asyik dengan BB nya. “Lagi chattingan dengan teman teman”,katanya. Padahal disekitarnya ada banyak teman temannya, tapi diacuhin… Jangan sampai kita menjadi ‘autis’, anti social.
- Artificial Relationship. Bisa saja ‘friend’nya ribuan. Masalahnya: seberapa dekat kita dengan teman teman FB? Banyak orang yang menghindari kontak sosial, dan lebih suka berhubungan lewat computernya.
- Multiple Positive and Negative. Multiple Positive, misalnya: ketika jogging di Senayan, selain berolahraga, juga menikmati pemandangan, bertemu dengan orang orang baru yang hobinya sama. Multiple Negative bisa berdampak merugikan baik anda sendiri, anak, keluarga, dsb. Tindakan kita bisa berdampak positif atau negative. Usahakan agar tindakan kita memberikan banyak dampak positive (Multiple Positive). (contoh multiple negative: sudah salah, bodoh….ngeyel lagi, membuat lingkungan yang tidak nyaman, hasil kerja yang buruk, membuat orang lain marah, sebel dan ….pasrah….;-))
FB sendiri memberikan dampak multiple positive, misalnya: mendapatkan banyak teman, tahu kondisinya, dsb. Multiple negativenya, misalnya: ketahuan belangnya, menyinggung perasaan orang, dsb….Selain di FB, juga usahakan memberikan multiple positive dalam kehidupan kita setiap hari. Pikirkan aktifitas aktifitas multiple positive.
Tips:
- Disiplin waktu. Gunakan pada waktu yang tepat dan batasi.(15 menit cukup?)
- Positive Update. Lakukan status update untuk hal hal yang positif.
- Privacy. Ingat akan hal hal yang pribadi sifatnya. Kalau perlu bikin account tersendiri untuk kalangan tertentu saja.
_______________________________________________
Diskusi Telpon.
Marketing Strategy vis FB (Bp Ferry). Tidak semua orang membaca status FB, kapan waktu yang tepat supaya terbaca oleh segmen pasar kita? ADM: Pelajari pattern trend di FB, kapan hari yang kunjungannya banyak, pada jam berapa saja yang ramai. Biasanya orang baca FB dipagi hari dan sore hari, atau saat makan siang. Diluar itu kurang efektif. Untuk Twitter, karena jumlah kata katanya terbatas, buat saja link ke blog atau website untuk menjelaskan lebih detail tentang produk kita.
Karakter Orang (Bp Agung). Dari status FB bisa membaca karakter orang. Juga bisa berkomunikasi tidak langsung dengan keluarga. Di FB kita juga bisa melihat komentar komentar yang luar biasa, misalnya dari Pak Pras, tokoh Provokasi kita. ADM: Benar sekali, lewat FB kita bisa mengetahui suasana hati anak. Juga bisa tahu apakah seseorang itu ceria, melo, serius, dsb. Komentar Pak Prasetya M Brata memang bermakna tinggi. Orang memerlukan waktu untuk mencerna kata kata beliau.
Manfaat EQ Goes To Campus (Bu Yeti)
Anthony Dio Martin: Banyak orang yang focus ke IQ saja. Banyak mahasiswa tidak mengerti tentang EQ Masalahnya akan timbul ketika masuk ketempat kerja, dimana EQ sangat berperan. IQ membuat orang diterima kerja, tapi EQ membuat orang dipromosikan. Akan terlambat kalau baru belajar EQ sesudah bekerja.. Banyak manfaat training ini: untuk membina hubungan lewat interaksi dengan kolega, atasan, bawahan; membuka network, memberi kesempatan; belajar berempati, belajar konsekuensial thinking (memperhitungkan dampak dan akibat lanjut dari tindakankita). Manfaatnya besar untuk Intrapersonal (mengenal diri sendiri), maupun Interpersonal (hubungan dengan orang lain).
Kesimpulan:
Social Media tidak bisa dibendung, jadi jangan bersikap antipasti. Pergunakanlah dengan bijaksana. Kita bisa melakukan banyak hal baik dengan social media.
Kata kunci: Outsmart the technology. Teknologi dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk teknologi.
*ditulis oleh Eka Wartana
penulis buku MindWeb
konsep Berpikir Tanpa Mikir
You Can Make 2012 Your Year
February 2, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
You Can Make 2012 Your Year
SmartEmotion Radiotalk Bersama Anthony Dio Martin
Kamis, 12 January 2012
“Jadi, apakah ini sungguh tahun yang baru,
ataukah sebuah rutinitas dengan tanggal yang berbeda?
Hanya bisa dilihat di dalam hati saya
Apakah akan tetap sama, ataukah ini saatnya membuat perubahan?
SAYA YANG MENENTUKAN! “
(jangan delegasikan keputusan ini kepada ‘nasib’, atau kepada keadaan….;-))
Banyak yang mengatakan bahwa 2012 Tahun Bencana? (ramalan suku Maya). Ramalan lain justru menyebutkan bahwa 2012 merupakan tahun yang bagus buat Indonesia. Penghasilan per kapita orang Indonesia akan menjadi US$ 3500!!
Menyambut Tahun Baru ini, banyak orang yang merayakannya besar-besaran, tapi sayangnya mereka mulai lagi melakukan kebiasaan-kebiasaan lamanya (old habits).
Keputusan awal bisa luar biasa, tapi dari survey yang ada, kebanyakan resolusi hanya bertahan 3 bulan saja. Dibawah ini Anthony Dio Martin akan mengungkapkan rahasianya sehingga 90% mimpi mimpi nya bisa terwujud. Tapi mari kita simak dulu, Anda termasuk tipe yang mana dari 5 tipe dibawah ini.
5 Tipe Orang dalam menyikapi apa yang menimpa dirinya:
- Do Not Know What Happen. Orang yang tidak tahu apa yang terjadi . If you do nothing, you lose opportunities. Ketinggalan berita. Jadilah pribadi yang update. (makanya cari “know” lah, alias cari tahu…..tapi jangan hanya mau tahu urusan orang lain, alias ngegosip….;-))
- Let Things Happen. Orang yang membiarkan sesuatu terjadi. “Hopeless, percuma, gak bisa membuat perubahan”, cuek. Ini akan berdampak kepada kita pada akhirnya. Contohnya: dalam film, si Spiderman tidak peduli ketika melihat seorang pencopet menggarap korbannya. Ternyata pencopet itulah yang kemudian membunuh paman yang membesarkan dia. Perhatikanlah orang orang disekitar kita, keluarga kita, teman-teman. (lebih bagus lagi: membiarkan yang bagus terjadi, tapi mencegah yang kurang bagus terjadi…..eh, yang terakhir ini termasuk ke nomor 4 ya….? )
- Worried Things Happen. Selalu kuatir dan mengeluh akan apa yang terjadi atau akan terjadi, tapi tidak melakukan apa-apa. Belajar take action, walau tidak dramatis, take small steps first. Misalnya: keluhan terhadap anak. Apa yang sudah dilakukan untuk mengubahnya? (termasuk mengeluh tentang gaji…..? kuatir gak menemukan jodoh yang dicari….? mengeluh ‘kok umur bertambah terus’….? Kalau gitu, kapan happy nya ya…? Gak sempat bahagia, jadinya…..
) - Change Things Happen. Orang yang tahu apa yang terjadi dan membuat keputusan untuk melakukan perubahan. Dia melakukan sesuatau yang berbeda. Einstein bilang: “Orang gila: melakukan hal yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda”. (banyak lho orang yang salah kaprah, takut dibilang ‘kuno’: ‘pokoknya berubah’ for the shake of change, padahal berubahnya kearah yang lebih buruk..;-))
- Make things happen. Orang yang membuat sesuatunya terjadi, sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Sikap ini membutuhkan keberanian, kegigihan. Kata Mahatma Gandhi: “Be the change you want to see” (jangan cuma ngomong doang….). Contoh: Kantor sepi, tidak ada aktifitas pengembangan karyawan, tidak ada training: lakukan knowleddge sharing. (para penjahat termasuk kelas ini? mereka membuat terbentuknya kesatuan polisi, mereka membuat jumlah polisi lebih banyak…….koruptor juga sama, mereka membuat dibentuknya KPK yang sebelumnya tidak ada….;-))
Rahasia Anthony Dio Martin dalam mewujudkan mimpi mimpinya:
- Theme. Buat tema besar tahun ini. Misal: kesehatan.
- Breakdown. Buat lebih banyak indicator untuk tema yang sudah ditentukan. Misal: saya tidak akan masuk RS, berapa kali olahraga dalam seminggu dsb.
- Starting Point. Berusaha tahu starting point kita dimana, mulai darimana. Apa ukurannya. Misal: keuangan, berapa nilai rekening awal, berapa nilai asset yang sudah ada sekarang. Berusahalah melihat kembali (review).
- Decide. Putuskan apa yang akan dilakukan dengan segera. Do not wait! Mulai resolusi dalam waktu 72 jam (bukan 72 hari loh…;-)). Kalau tidak, kita bisa kehabisan momentum.
- Monitor. Lakukan monitor secara berkala, sebagai check point. Apakah sebulan sekali? Lebih baik dituliskan agar supaya bisa mengingatkan diri kita.
- Do. Kerjakan. Pantau terus, siapa tahu ada penyimpangan atau kesalahan.
Diskusi Telpon, SMS.
Resolusi/ Goal? (Bp Ferry). Resolusi: perubahan karakter, beda dengan goal. Yang penting: bukan apa yang kita petik hari ini tapi apa yang kita tanam hari ini.
Anthony Dio Martin: Resolution is Decision(Keputusan). Keputusan kita bisa menyangkut masalah karir, keuangan, hubungan, dsb. Ukuran pencapaianNYA:
50% tercapai: niatnya kurang.
100% tercapai: targetnya kerendahan, atau kita terlalu merendahkan kemampuan sendiri. (serba salah ya….? Orang sales malah maunya diatas 100%, over target….
)
Yang bagus adalah diantara 60%-90%.
Kunci pencapaian sasaran (goals): Komitmen + Konsistensi (2K) (kalau di-Inggris-kan: 2C, Commitment & Consistency)
Supaya Tetap “Hangat”? (Bp Ongko). “Make things happen”, selain untuk bercermin, juga introspeksi. Ini sering terganjal dari sikap “Do not know what happen” dan “Let things happen”. Sudah mengadakan sharing setiap bulan. Bagaimana supaya kehangatan semangat diawal tahun bisa tetap terpelihara?
Anthony Dio Martin: Bagus sekali usaha sharing dengan orang lain. Untuk mendorong semangat, ceritakan dengan orang lain, libatkan diri dengan orang orang yang mempunyai keahlian yang sama dengan impian kita. Misalnya: ingin belajar fotografi, ikut milis fotografi. Contoh ekstrim: menulis buku. Katakan kepada teman, kalau niat menulis buku tidak terlaksana, dia boleh ambil segala sesuatu dalam ruanganmu. Ini akan memberikan dorongan yang luar biasa untuk mencapai impian. (enak aja mau ambil barang barangku…..mendingan taruhan rumah beserta seluruh isinya, termasuk istri….haaah?!
)
Lingkungan Baru. (Ibu Dewi). Pindah perusahaan setelah 15 tahun. Apa yang perlu dilakukan di perusahaan baru?
Anthony Dio Martin:: Keputusan sebaiknya jangan dibuat secara emosional. Sebagai orang dilingkungan baru, pasti ada rasa kurang aman, dan ada learning curve nya (tahap belajar). Kemungkinannya dua: semakin berhasil atau gagal. Sekarang yang penting: what next? (selanjutnya apa?). Mulailah wujudkan mimpi anda, bicara dengan orang yang bisa menjadi mentor, coach, dan belajarlah dari mereka. Ciptakan momentum.
Tega. Ingin lingkungan baru, karena kurang nyaman, tapi pesismis. ADM: Kisah seorang pelawak yang ragu untuk memecat koleganya. Yang penting apakah lingkungan itu membantu atau menjegal kita. Kita harus bisa membuat keputusan dan mulailah dengan meminimalisasi hubungan dengan yang bersangkutan. Kata kuncinya: tega!, tega terhadap orang dan terhadap diri sendiri.
Tidak mudah kalau sudah nyaman (Bu Wiwik). Seperti menghadapi rasa mengantuk. Bagaimana memulainya?
Anthony Dio Martin:: Orang sukses, walau mengantuk, dia tetap akan melakukannya!
Pesan Anthony Dio Martin::
- Jadikan 2012 ini sebagai tahun kita. Buat 2012 menjadi tahun yang luar biasa buat diri kita.
- Jangan sampai kita dikuburkan sebelum kita mewujudkan impian kita. Ingat komentar Mark Victor Hansen (yang mengarang buku Chicken Soup For The Soul bersama Jack Canfield):
“Tempat yang paling menyedihkan adalah: kuburan, bukan karena disana dikubur banyak orang mati, tapi karena begitu banyaknya ide ide, impian impian yang belum sempat diwujudkan”.
- Setelah set resolusi: segera do something! Lakukan sesuatu! Luangkan waktu, jangan sampai kehilangan momentum. Jangan membuat rencana terlalu lama, karena bisa gak jalan jalan. Lakukan dalam waktu 72 jam!
*ditulis oleh Eka Wartana
penulis buku MindWeb
konsep Berpikir Tanpa Mikir
Executive Ber-EQ Rendah
August 26, 2010 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Smart Emotion Radio Talk (Smart FM 95,9 FM)
Executive Ber-EQ Rendah
Tanggal 26 Agustus 2010
Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini :
Odditude
August 19, 2010 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Smart Emotion Radio Talk (Smart FM 95,9 FM)
Odditude
Tanggal 19 Agustus 2010
Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini :
Menggunakan Kecerdasan Emosional Untuk Family Business
August 12, 2010 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Smart Emotion Radio Talk (Smart FM 95,9 FM)
Menggunakan Kecerdasan Emosional Untuk Family Business
With Fransis Wanandi – VP Anugerah Corporation
Tanggal 12 Agustus 2010
Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini :










