Don’t Bite The Hand That Feed You

December 8, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Di beberapa posting facebook, saya membaca beberapa rekan yang memaki dan menyatakan murkanya pada atasannya, pada perusahaannya, pada pabriknya tempat bekerja. Saya pikir, memaki bukanlah langkah yang bijak. Apalagi, sampai akhirnya dibaca oleh banyak orang. Tapi, saya memang memahami kalau perasaaannya mungkin sedang sangat marah dan jengkel sekali dengan si atasannya. Dia tak tahu lagi harus berbuat apa-apa sehingga mengeluh di facebooknya.

Ingatlah, perlu pula buat kita untuk belajar menghargai dan menjadi pribadi yang berterima kasih atas perusahaan yang telah menghidupi kita selama ini. Mengapa kita bisa menerima gaji dan upah dari mereka dengan muka tersenyum dan senang tetapi pas giliran kerja, kita memaki-maki atasan dan pimpinan kita. Ini kan namanya tidak ksatria. Kalau kita tidak suka, lebih baik bicara dan katakan. Tetapi, jika terus-terusan tidak ada perubahan, lebih baik kita mundur dan mencari dimana kita bisa tetap menjaga mental kita yang positif. Yang penting, jangan mengeluh apalagi memaki. Seburuk-buruk atasan kita, merekalah yang memberi makan buat kita. Ingatlah pepatah, ‘Don’t Bite The Hand That Feed You”. Seekor binatang, maaf…anjing, mengerti bahwa ia tidak boleh menggigit tuannya yang memberikan makan kepadanya. Martabat kita lebih tinggi daripada binatang, maka tunjukkanlah bahwa minimal kita adalah orang yang tahu berterima kasih. Ingatlah sekali lagi, Anda tidak harus menyukai atasan Anda tetapi tunjukkan bahwa kita bisa berterima kasih kepadanya.

Shoulder To Cry On

December 8, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Richard Farson, seorang profesor Humanistic Psychology Institute di San Fransisco mengatakan dalam surveinya bahwa “Jutaan orang Amerika tidak pernah punya lebih dari satu menit selama hidupnya untuk menceritakan persoalan hidupnya kepada orang yang bisa dipercayainya”. Tidaklah mengherankan jika angka depresi dan pemakaian obat-obat anti depresi tergolong sangat tinggi di Amerika. Bagaimana kita di Indonesia? Bersyukurnya, saya berharap bahwa angka ini tidak akan terlalu mengkhawatirkan. Saya pikir, kita masyarakat yang lebih terbuka. Dan untungnya, kalau saya perhatikan, baik di kota maupun pedesaan, kita umumnya masih punya seseorang yang bisa diajak untuk bicara.

Menurut saya, punya seseorang yang bisa diajak bicara adalah perlu sekali. Bukan saja, bicara dengan orang lain akan memberikan kita ide maupun solusi, yang kadang tidak mampu kita lihat. Tapi, bicara dengan orang juga melegakan. Ada banyak kasus dimana seseorang yang bermasalah tetapi tidak menemukan seseorang yang bisa diajak bicara, berakhir dengan bunuh diri. Memang tidaklah mudah mempercayai seseorang dan cukup berisiko mempercayakan persoalan kita pada orang lain. Tapi, jika ingin bertumbuh dan berkembang secara sehat, kadang kita membutuhkan bahu orang lain dimana kita bisa bersandar!

Berbahagialah orang yang mempunyai ‘Shoulder To Cry On’

Incoming search terms:

Meminjam Pikiran Orang

December 8, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Pikiran dan pengalaman kita bisa terbatas. Saat kita selalu mentok dan terus-menerus tidak mampu begerak lebih jauh dan kelihatannya segitu-segitu saja. Padahal, kita telah berusaha secara maksimal. Saat itulah, Anda mulai menyentuh limit pengalaman dan pikiran Anda. Itulah saat dimana Anda perlu perlu meminjam pikiran dan pengalaman orang lain.

Meminjam ini bisa dilakukan dengan membaca, mendengarkan, ngobrol atau mengikuti bimbingan atau pelatihan tertentu. Intinya, masalah yang Anda alami sekarang, kadang tidak bisa diatasi dengan pikiran Anda karena keterbatasan pengalaman yang Anda miliki. Itulah manfaat bicara, mendengarkan dan belajar dari orang lain.

“Ketika Anda kelihatannya mentok di satu titik dan tidak kemana-mana meskipun Anda telah berusaha keras. Mungkin saatnya bagi Anda untuk meminjam pikiran orang lain”

Incoming search terms:

The Fastest is The Slowest

September 13, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Featured, Personal Notes

Banyak orang ingin cara instan untuk berhasil. Wajar sih, siapa sih yang ingin berlama-lama? Tetapi, di bawah matahari, setiap hal ada waktunya. Misalkan, ada waktu seorang bayi manusia lahir, sekitar 9 bulan. Ada waktu pula bagi suatu tanaman untuk bertumbuh. Kita bisa memaksa mempercepat ha…sil itu, tetapi, hasilnya akan tidak karuan.

Read more

Incoming search terms:

KISAH DUA WARTAWAN PERANG

February 2, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Dua wartawan perang, ditangkap oleh sekelompok gerilyawan. Lantas, mereka dibawa oleh kawanan gerilyawan itu bersembunyi dan masuk ke dalam hutan rimba belantara. Selama ditawan, mereka sebenarnya diperlakukan dengan baik. Para kawanan gerilyawan pun tidak punya niat untuk mencelakakan mereka. Para tawanan ini hanya akan dipakai untuk menekan pihak pemerinta yang tidak mau berunding. Tidak ada niat sedikit pun mencelakakan mereka. Read more

SINGA TERLUKA

July 29, 2009 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Seekor singa di hutan lindung terkena panah. Ia sempat melarikan dirinya ke hutan. Untungnya, beberapa bulan kemudian, singa itu sempat ditemukan petugas pelindungan hewan dan diobati. Tapi, lukanya tidak sembuh benar. Sejak singa itu terluka, semua fokus perhatiannya hanya tertuju pada lukanya. Bahkan, ia pun menjadi begitu curiga kalau ada manusia lewat. Ia mengaum dan mengamuk, semua aktivitasnya menjadi kacau karena hanya terpaku pada lukanya.

Singa ini menjadi mirip kita kalau kita terluka. Luka apa saja. Bisa luka fisik, bisa luka mental. Saat itu fokus itu tidak bisa ke hal yang lain, selain pada luka kita saja.