EQM PT Cipta Integra Duta di Aryaduta Suite, April 2012
April 16, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars

Tim HR Excellency merasa sangat bangga karena untuk pertama kalinya diberikan kepercayaan untuk memberikan Training “Emotional Quality Management” bagi para karyawan PT Cipta Integra Duta. Secara khusus kali ini training diberikan bagi para jr. manager, executive, assisstant, serta administrator yang diikuti oleh 33 peserta. Training yang berlangsung selama 2 hari dari tanggal 13-14 Maret 2012 yang bertempat di Aryaduta Suite, Jakarta ini benar-benar membuat para peserta terinspirasi melalui materi-materi yang disampaikan para Master Trainer EQ dari HR Excellency. Keunikan gaya mengajar mereka masing-masing yang tidak monoton membuat suasana belajar menjadi sangat seru. Ditambah lagi dengan antusiasme peserta yang selalu ditunjukkan mereka membuat waktu berjalan sangat cepat dan tanpa terasa sudah berada dipenghujung dari training 2 hari ini. Namun seperti biasa, HR Excellency selalu ingin memastikan bahwa setiap pembelajaran benar-benar dipahami dan peserta tertantang tuk menerapkannya. Untuk itu training di tutup dengan sebuah tantangan yang membuat setiap peserta bisa benar-benar yakin akan peranan EQM dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Semoga dengan training ini PT Cipta Integra Duta becoming a high EQ organization with high EQ teams!
Seminar “Becoming A Great Leader” Mensch Pharma, 4 April 2012 di Hotel River Hill, Tawangmangu Solo.
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars

Mensch Pharma adalah nama baru di dunia industri farmasi. Timnya sendiri baru dibentuk di awal tahun 2012 ini. Namun, para pemainnya bukanlah wajah-wajah baru di industri farmasi. Dan untuk membangkitkan spiritnya di awal pembentukannya maka berkumpullah para manager (regional manager, distrik manager serta assistant manager) untuk mengadakan meeting bersama bertema “One Team, One Heart, To Be Different”. Dalam acara gathering sales leader ini, Bp. Anthony Dio Martin turut memeriahkan acara dengan memberikan seminar bertema “Becoming A Great Leader”. Acara seminar ini berlangsung tanggal 4 April 2012, bertempat di Hotel River Hill, Tawangmangu, Solo. Sekitar 70 orang peserta ini bukan saja dihadirpi pihak Mensch Pharma tetapi juga para pejabat dari group perusahaan lainnya yang sudah eksis khususnya dari Graha Pharma. Kegembiraan serta antusiasme tinggi menyertai organisasi farmasi yang sebentar lagi akan turut meramaikan industri farmasi Indonesia ini. Menyambut suksesnya seminar perdana ini, selanjutnya masih ada proyek kerjasama dengan HR Excellency untuk seminar berikutnya, khususnya dengan para dokter. Terima kasih atas kepercayaan dan kerjasamanya. Sukses untuk perjalanan tim Mensch Pharma. “One Team, One Heart, To Be Different”
Incoming search terms:
“MENJADI HUMAN LIE DETECTOR: BAGAIMANA MENDETEKSI KEBOHONGAN?” Spektakuler Smart Emotion Radiotalk, Bp Anthony Dio Martin, 12 April 2012
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Smart Emotion Radio Talk
Background topik: Adanya reality show tentang bagaimana mendeteksi kebohongan, selain menggunakan cara polygraph. Problem dengan pemakaian polygraph untuk acara reality show, rasanya acara yag demikian tidak terlalu etis, karena disinggungnya masalah2 yang sangat Pribadi (mis: orang harus mengakui apa ia pernah beselingkuh atau tidak, dll).
Tujuan Human Lie Detector, untuk mengetahui:
- Apakah orang berbohong?
- Apa yang akan kita lakukan setelah merasa dia berbohong?
Misalnya, untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum memutuskan berbisnis dengan seseorang. Dari indikasi yang ada, kalau calon bisnis itu berbohong, tinggal menentukan apakah akan lanjut atau tidak berbisnis dengan dia.
Ada film Serial TV berjudul: Lie To Me (versi Inggris, bukan yang Korea)yang bercerita tentang investigasi polisi dengan memperhatikan micro-muscle (otot2 kecil) untuk mengetahui apakah seseorang itu berbohong.
Kisah Seorang Raja.
Seorang Raja kehilangan uang emasnya. Dengan bantuan seorang penasihat, dipanggillah beberapa orang pengawalnya. Dia mengambil sekepal nasi dan menyuruh pengawalnya satu persatu menelannya. Ketika salah satunya mengalami kesulitan menelan, dia langsung ditangkap. Indikasi yang dilihat: kesulitan menelan adalah salah satu indikasi kebohongan.
Ketika kita mencoba berbohong, bawah sadar tahu kalau kita sedang berbohong. Akan muncul reaksi tubuh yang yang mengindikasikan kebohongan itu (missal: kerongkongan menjadi kering, sehinga orang jadi harus telan ludah, lebh banyak berkedip, mengusap-usap atau menggaruk padahal tidak lagi gatal)
Disaat interview, seorang calon yang sangat lihai berbohong dan bisa bercerita dengan sangat meyakinkan (too good to be true). Coba minta dia menceritakannya secara terbalik, maka akan kelihatan kesulitan dia untuk bercerita, karena dia telah berbohong. Orang yang berbohong biasanya telah merangkai ceritanya secara berurutan (A-B-C-D-E), tetapi ketika diminta untuk dibalik misalkan tolong cerita dari E sampai A. Biasanya cerita mereka tidak akan terlalu lancar, dibandingkan dengan orang yang betul-betul mengalaminya)
White Lie
Ada kebohongan yang tujuannya untuk membantu atau melindungai orang. Misalnya, dokter tahu akan parahnya penyakit pasiennya, tapi mengatakan kepada pasiennya:” Jangan kuatir, kita masih punya harapan”.
Alasan Orang Berbohong:
1. Sengaja. Untuk mengarahkan kesan orang. Misalnya, pelamar kerja yang pengalamannya belum banyak, mengaku sudah lumayan lama bekerja.
2. Mencegah kerugian. Misalnya: adanya bom dipesawat, tidak diumumkan apa adanya, untuk menghindari kepanikan penumpang.
3. Supaya Lucu. Misalnya, untuk ngerjain orang. (misalnya saat April Mop…?
)
4. Takut orang tidak bisa menerima kenyataan. Misalnya pacar bertanya tentang kelanjutan hubungannya”, dijawab dengan:”Saya mesti menyelesaikan studi dulu….”, padahal dia tidak punya rencana untuk menikahinya…..(kejam….!)
5. Menyelamatkan diri. Misalnya:”Bukan saya yang salah, dia tuh….”
6. Keuntungan pribadi. Menipu orang demi uang, dsb.
Atas kebohongan itu, kita harus menentukan apakah menerima atau bereaksi.
NLP For Leader
23-25 April 2012
Registrasi: 021 3518505
Dalam training NLP ini banyak hal yang dipelajari termasuk tentang human lie detector, eye accessing cue, bagaimana menimbulkan kesan yang baik (rapport, pacing & leading, etc), dan ada juga kesempatan untuk mengikuti firewalking, lho!
Deteksi:
1. Base line. Dengan pertanyaan sederhana. Orang biasanya akan bereaksi. Misalnya kalau istri menegur suami yang pulang terlambat. Bisa terjadi reaksi yang berlebihan, misalnya:” Suami sudah setengah mati cari duit buat keluarga,….. etc,etc.” (merasa tidak nyaman, atau ada yang disembunyikannya sehingga bereaksi seperti itu). Ada reaksi yang tidak wajar. (kalau suami benar benar capek, bisa saja kan dia bereaksi seperti itu dan dia tidak berbohong atau selingkuh…..;-))
2. Diri orang itu. Kalau biasanya bersemangat, jadi kelagapan, nadanya aaaa..eeee, ada nada lambat atau terhenti, dll. Berarti, ada yang dirasakannya tidak nyaman, bisa jadi ini akan jadi alasan baginya untuk menyembunyikan dan membohongi suatu fakta.
Teknik Deteksi:
1. Teknik Zoom: Memperhatikan petunjuk2 kecil(dengan mata), misalnya dari gerakan matanya, gerakan tertentu seperti menyilangkan kaki saat ditanya, menggaruk tangan, dsb. Contohnya: Di tahun 1973, President Nixon, ketika ditanya tentang scandal Watergate, tangannya kebelakang, mengelus elus tangan, suatu indikasi kebohongan. Intinya, kalimat bisa berbohong, bahasa tubuh tidak.
Contoh lain: penyangkalan waktu kasus video porno artis merebak, coba lihat kembali video interviewnya, matikan suaranya, dan perhatikan bahasa tubuhnya. Disaat berbohong orang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menjawab, ada juga yang malah balik bertanya. Dia tidak merasa nyaman, atau karena ada yang disembunyikannya.
2. Teknik corong. Perhatikan beberapa segmen kalimatnya(dengan telinga). Dengarkan kalimat yang dipakai untuk menekankan sesuatu. Ketika Clinton berbohong, beliau membutuhkan begitu banyak energy untuk meyakinkan pemirsanya bahwa beliau tidak pernah berbohong terhadap rakyat Amerika.
Petunjuk kebohongan: ketika butuh begitu banyak energy mengatakannya, atau perubahan menyolok (biasa lembut jadi semangat, atau sebaliknya biasa semangat, jadi lembut. Biasanya lancar jadi gagap)
3. Teknik matching. Apakah yang dikatakannya dan reaksi tubuhnya tidak sinkron (match). Dia mengatakan sedih, tapi air mukanya tidak menunjukkan kesedihan. Dia mengatakan sudah melupakan pacarnya, tapi airmatanya berlinang. Untuk orang yang wajah poker (kebohongan wajahnya sudah terlatih), perlu memakai beberapa teknik secara simultan.
4. Analisa percakapan. Kalau percakapannya tidak lancar, kurang nyaman. Ya, termasuk dengan menggunakan teknik cerita dibalik itu. Misalkan kisahnya A sd F, sekarang katakana padanya, cobalah sebakarang kisahnya dibalik dari F ke A. Kalau lancer, bisa jadi orang tsb betul-betul mengalaminya.
5. Interogasi. Dengan mengajukan pertanyaan berlipat lipat. Ada tekniknya, yang akan menjadi panjang lebar kalau dijelaskan disini. Yang jelas, teknik ini adalah dengan teknik menggali lebih jauh dengan bertanya lebih banyak. Semakin banyak ketidak konsistenan, semakin besar kemungkinan orang itu menipu.
Contoh pemakaian Teknik Zoom lain: Orang disuruh memilih satu bilangan dan ditanya tentang bilangan2 yang harus dijawab dengan “Tidak”. Kebohongannya bisa diketahui dari dari pupil matanya (ketika bohong, pupilnya membesar), atau menghindari kontak mata. Inilah micro muscle yang digerakkan oleh bawah sadar. Ini bisa dilatih.
Satu clue penting untuk deteksi kebohongan: reaksi yang berlebihan. Semakin dia berusaha meyakinkan secara berlebihan, semakin besar kemungkinannya dia berbohong.
Ada seorang bapak di Batam mengatakan bahwa para pejabat yang datang ke Batam, bukanlah untuk meeting tapi untuk bersenang senang dengan amoy2 disana. Dia mengatakan tidak terpengaruh, yang diulang sampai 4 kali. Informasi dari teman2nya: dia itu biang kerok juga…….
Pesan Pak Martin:
1. Hati hati kalau berbohong. Diperlukan ingatan yang sangat kuat untuk mempertahankan kebohongan. (satu kebohongan ditutupi dengan kebohongan lain…;-))
2. Jangan langsung melabel orang. Lihat konteks nya secara keseluruhan.
3. Kecurigaan bisa menimbulkan persepsi yang salah. Misalnya: kalau tetangga dicurigai mencuri sepedanya yang hilang, dia bisa “menyamakan” indikasi yang dilihatnya, sesuai dengan kecurigaannya.
Diskusi Telpon, SMS.
Ingkar Janji vs Bohong (Bp Ronny, Jkt). Pejabat janji saat pilkada tapi tidak direalisasikan.
ADM: Mana yang lebih banyak berbohong, ilmuwan atau poliltikus? Posisi seseorang seringkali mengarahkan orang untuk berbohong. Berbohongnya baru terjadi kalau tiba waktu yang dijanjikannya tidak dilaksanakan. (waktu janji sih belum berbohong…..;-))
White Lie (Bp Sofwan). ADM: Pada umumnya white lie bisa diterima. Tapi seringkali ada white lie yang terselubung. Misalnya: Ketika karyawan terlambat, dia bilang sama boss:” Tadi mengurusi bisnis dulu…” (untuk menutupi kenyataan bahwa bisnis yang diurus adalah bisnis pribadinya, tapi boss bisa mengira dia mengurusi bisnis kantor….). Contoh lain: mengaku sakit, tidak masuk kantor, padahal yang sakit cuma jarinya saja……
Anak Berbohong. Cara anak berbohong, berbeda dengan orang dewasa, anak biasanya lebih polos, kecuali yang sudah terlatih. Caranya: suruh cerita terbalik. Ketika berumur 4-5 tahun anak mulai belajar berbohong, supaya tidak dihukum oleh orang tuanya. Salah satu teknik terbaik menghadapi anak yang brbohong adalah teknik interogasi, bertanyalah lebih banyak. Biasanya akan mudah ketahuan.
Incoming search terms:
- lie detector sederhana
- reaksi orang berbohong
- teknik mengetahui kebohongan melalui pertanyaan terbalik
- video cara penggunaan lie detector
LAYANG-LAYANG KEHIDUPAN!
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Personal Notes

Baru-baru ini, untuk pertama kalinya saya mengajari anak saya bermain layang-layang. Saya, tidak ingin anak saya menjadi anak kota yang tahu nya hanya dengan televisi, video game atau benda-benda elektronik. Mungkin saya termasuk ayah yang agak kolot, tetapi saya ingin, ketika di masa kecil, permainan layang-layang seringkali mengajarkan banyak nilai kepada saya: berpikir cerdik (misalnya bagaimana caranya membuat layang-layang bisa terbang), berkompetisi (berusaha mengalahkan layang-layangnya anak lain), dll. Akhirnya, ketika berkesempatan menunjukkan kepada anak saya permainan layang-layang itu, anak saya begitu bersemangat. Namun, sayangnya layang-layang itu hanya bisa terbang sebentar, beberapa saat kemudian layang-layang itu kembali ke tanah karena tidak ada angin. Beberapa kali, kami melakukannya. Layang-layang itu terbang ke atas sebentar, lalu jatuh ke tanah lagi. Akhirnya, saya berkomentar pada anak saya, “Kalau layang-layangnya mau tinggi, kita butuh angin yang kencang. Kalau tidak ada angin, layang-layangnya tidak bisa naik!”. Saat setelah saya mengatakan hal itu kepada anakku, saya sadar, saya pun sedang mengajari sesuatu pelajaran untuk diriku sendiri.
Bener banget kan? “Tidak ada angin, maka layang-layangnya tidak bisa naik”. Ketika hidup kta tidak ada masalah, tidak ada tantangan, maka tidak ada kesempatan buat kita untuk belajar dan mengembangkan diri. Karena itu, jangan mau hidup yang hanya enak dan menyenangkan. Kehidupan yang demikian, tidak akan membuat mu menjadi tinggi. Berbahagialah ketika kamu punya masalah dan tantangan. Itulah kesempatan bagimu untuk melambung ke atas!
“Tidak ada angin, maka tidak ada layang-layang yang bisa naik ke atas!” (Anthony Dio Martin)
RAHASIA SANG JUARA!
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Personal Notes

Ada kalimat yang luar biasa. Kalimat ini diucapkan oleh pesepakbola terkenal tatkala ia memenangkan gelarnya sebagai pencetak gol favorit. Saat dikerubungi para wartawan dan ditanya apa rahasia kesuksesannya, beginilah jawabannya, “Untuk bermental juara, lupakanlah….lupakanlah kemenangan yang telah kamu peroleh. Itulah kemenangan yang bisa memberimu kebanggaan yang palsu. Lupakanlah…lupakanlah kegagalanmu yang menciptakan banyak ketakutan-ketakutan semu dalam hidupmu. Ingatlah, setiap pertandingan ataupun perlombaan, itulah sebuah permulaan yang baru. Berjuanglah sampai detik terakhir!”
Mulai sekarang setiap kamu bangun pagi, jadikanlah itu sebagai permulaan pertandingan yang baru. Lupakan kemenangan kemarin ataupun kegagalan yang sudah lewat. Bangun, optimis dan berjuanglah sampai sukses. Jika ini terus-menerus kamu lakukan, kamu akan melihat dirimu bergerak semakin mendekati garis kemenanganmu!
“Lupakan kemenanganmu kemarin. Lupakan kegagalanmu kemarin. Cetak skor sebanyak-banyaknya hari ini!” (Anthony Dio Martin)
Incoming search terms:
JIKA ANDA BINGUNG? COBALAH TEKNIK YANG DILAKUKAN PARA PRESIDEN INI!
April 13, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Personal Notes
Saat perayaan 10 tahun tragedi 11 September, mantan Presiden George W. Bush diwawancarai soal apa yang terjadi dan bagaimana sikapnya saat itu. Tahukah kamu, salah satu langkah yang diambilnya? Dia sedang berada di sekolah dan sempat shock. Setelah itu ia berusaha menenangkan dirinya dan langsung diterbangkan dengan Air Force One, pesawat kepresidenan AS. Dan di dalam pesawat itulah, George Bush berkata bahwa ia berusaha tenang sambil memikirkan, “Apa yang kira-kira akan dilakukan oleh presiden-presiden yang sebelumnya, jika berada pada situasi ini?” Dan akhirnya, itulah yang membuatnya memutuskan kembali ke ibukota negara, Washington meskipun dilarang oleh para pengawalnya. Ini tindakan yang cukup berani sebagai pimpinan, tetapi ia mengaku bahwa ia terinspirasi oleh presiden sebelumnya.
Terus terang, saya bukanlah seorang ‘fan’ dari George W. Bush, namun kita tetap bisa belajar sesuatu darinya. Nah, ini sebuah tips untukmu. Tatkala berada situasi krisis dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan, diamlah. Cobalah pikirkan tentang seseorang atau suatu figur yang kamu kagumi dan hormati dan cobalah pikirkan apa yang kira-kira akan dilakukannya dalam situasimu sekarang? Menarik sekali, bawah sadar kamu biasanya punya banyak kebijaksanaan untuk membantumu membayangkan dan memberikan solusi buatmu. Cobalah teknik ini!
EQM PDP (Professional Development Program) BCA Finance Angkatan 7 & 8, April 2012
April 7, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars



Incoming search terms:
Public Class EQM Maret 2012
March 30, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars

Pada tanggal 26-28 Maret 2012 bertempat di Hotel Santika Premier Jakarta, sejumlah 30 Peserta yang datang dari berbagai latar belakang perusahaan yang berbeda berkumpul untuk mengikuti program pelatihan Kecerdasan Emosional yang diadakan oleh HRExcellency. Pelatihan yang diadakan selama 3 hari ini berlangsung sangat antusias, hal ini terlihat dari semangat para peserta dalam menjalani setiap aktivitas ataupun setiap materi yang disampaikan oleh Master Trainer Anthony Dio Martin dan Max Sandy. Para peserta sangat menikmati ketika Anthony Dio Martin dan Max Sandy sharing berbagai pengalaman dan pengetahuan tentang kecerdasan emosional, terlebih ketika para peserta disadarkan bahwa kecerdasan emosional tersebut sudah ada didalam setiap diri para peserta, namun karena dianggap kurang berperan besar dalam kehidupan, maka potensi tersebut lama kelamaan terkubur oleh hal yang lain.
Sukses buat para peserta, kesempatan masih terbuka lebar untuk hal-hal sederhana yang membuat perubahan besar!!
Incoming search terms:
Seminar “GOOD BOSS, BAD BOSS: Laws of Great Leaders” 24 Maret 2012 dalam acara Suara Pembaruan Business Gathering di The Only One Café, Gedung EX Jakarta
March 26, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars

Selama setengah hari dari siang hingga malam, meskipun didera isu demo kenaikan harga BBM, ternyata tidak menyurutkan para peserta untuk datang dalam acara seminar di Gedung EX ini. Kurang lebih 50-an peserta seminar yang terdiri dari para pebisnis, eksekutif dan karyawan hadir di daam acara yang rutin diadakan oleh Suara Pembaruan Business Gathering ini. Sebagai pembicara utamanya adalah Bp Anthony Dio Martin yang dengan lugas dan trampil membawakan topik “Good Boss, Bad Boss” ini. Seminar yang dibuka dengan puisi soal boss ini langsung disambut gelak tawa oleh peserta. Setelah menjelaskan dan meminta peserta melakukan gerakan-gerakan untuk mengingat 6 Hukum Pemimpin yang Luar Biasa, acarapun diakhiri dengan tanya jawab serta diskusi yang seru. Hadir pula memberikan sharingnya adalah actor dan pebisnis Ferry Salim, yang menceritakan kiat dan rahasia berbisnisnya. Sungguh pertemuan yang mencerahkan dan memberika banyak manfaat bagi pesertanya dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan!
Miniworkshop series Module Content Coaching BCA, Maret 2012
March 22, 2012 by Anthony Dio Martin
Filed under Seminars
Selama 3 hari, sekitar 25 orang tim pengajar dari BCA khususnya yang telah mendapat predikat sebagai ELT (Essential Licenced Trainer) dari Miniworkshoseries (MWS) International, mendapat pelatihan untuk mengajarkan modul-modul MWS. Adapun, jenis modul utama yang disharingkan kepadapara tim trainer tersebut adalah: (1) Visi, Mision and Purposes; (2) Executing Change; (3) Dealing with Change; (4) Handling Difficult People; (5) Creative Thinking serta (6) The Winning Attitude. Selama 3 hari, para tim pengajar BCA ini diajarkan secara kreatif dan ‘blak-blakan’ rahasia serta tips mengajarkan modul-modul tersebut ke seluruh jajara karyawan di BCA dengan berhasil. Suasana yang fun, penuh aktivitas dan atraktif sungguh mewarnai acara ini. Beberapa tim pengajar yang belum bersertifikasi ELT dari MWS bahkan berharap bahwa mereka segera bisa belajar dalam program “Trainer in Action” bersama MWS. Sukses untuk tim pengajar dari MWS!










