The Fastest is The Slowest

September 13, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Featured, Personal Notes

Banyak orang ingin cara instan untuk berhasil. Wajar sih, siapa sih yang ingin berlama-lama? Tetapi, di bawah matahari, setiap hal ada waktunya. Misalkan, ada waktu seorang bayi manusia lahir, sekitar 9 bulan. Ada waktu pula bagi suatu tanaman untuk bertumbuh. Kita bisa memaksa mempercepat ha…sil itu, tetapi, hasilnya akan tidak karuan.

Begitu pula, bicara soal keberhasilan. Karena tidak sabar untuk menjadi sukses, banyak orang menempuh langkah-langkah tidak etis yang justru membuat suksesnya menjadi semakin lama. Seperti halnya seorang pencuri, ingin menjadi kaya tetapi justru dengan mencuri, ia akhirnya mendekam di penjara yang membuatnya semakin lama jadi kaya. Hati-hati, kata Peter Senge, penulis buku The Fifth Discipline, kadangkala: The fastest is the slowest! What do you think? Kenalkah Anda dengan mereka yang ingin cepat, tetapi justru berakhir dengan situasi yang semakin lama?

Incoming search terms:

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

Comments

Comments

One Response to “The Fastest is The Slowest”
  1. advokat antonio says:

    wah saya setuju banget prinsip ini, ini prinsip jawa banget . . !
    “alon-alon waton kelakon”, yg artinya pelan-pelan yang penting terlaksana.

    suatu tujuan jika kita capai dengan proses tergesa-gesa tanpa rencana kegiatan yg bagus hasilnya dijamin pasti buruk atau malah tujuan tidak tercapai.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!