KISAH DUA WARTAWAN PERANG

February 2, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Personal Notes

Dua wartawan perang, ditangkap oleh sekelompok gerilyawan. Lantas, mereka dibawa oleh kawanan gerilyawan itu bersembunyi dan masuk ke dalam hutan rimba belantara. Selama ditawan, mereka sebenarnya diperlakukan dengan baik. Para kawanan gerilyawan pun tidak punya niat untuk mencelakakan mereka. Para tawanan ini hanya akan dipakai untuk menekan pihak pemerinta yang tidak mau berunding. Tidak ada niat sedikit pun mencelakakan mereka.

Namun, setelah dikepung berhari-hari oleh tentara pemerintah, akhirnya pihak kawanan gerilyawan pun memutuskan untuk menyerah. Mereka ditangkap, dan begitu pula kedua wartawan inipun diselamatkan oleh tentara pemerintah dan dibawa pulang. Akhirnya, kedua wartawan ini pun kemudian dipulang ke negara mereka masing-masing.

Lalu, di negara asalnya, wartawan yang satu, mengungkapkan kesannya yang penuh dengan celaan serta kejengkelan selama ia ditawan. Menurutnya, “Kami harus masuk ke jalan-jalan di hutan yang buruk! Nyamuknya banyak! Hidup dari buah-buah dan berburu binatang di hutan! Tidur dengan sangat tidak nyenyak.” Pokoknya, isinya hanya penuh keluh kesah.

Sementara itu, wartawan yang lainnya mengungkapkan catatan hariannya yang isinya sama sekali berbeda. Menurutnya catatannya, “Betul-betul perjalanan yang menantang. Hidup terasa lebih hidup. Saya merasa seperti menjalani kehidupan seperti jaman dahulu. Berburu binatang di hutan untuk hidup. Tidur di alam terbuka. Belajar bertahan hidup dengan apa yang tersedia di hutan. Sungguh pengalaman yang mendebarkan!”

Ketika tulisan pengalaman kedua wartawan ini akhirnya dimuat di koran mereka masing-masing, tampaklah betapa berbedanya kedua wartawan ini melihat pengalaman mereka, dengan kaca mata mereka masing-masing. Pertanyaannya, kalau begitu, siapa diantara kedua wartawan ini yang benar?

Pesan Moral:
Ketika kamu mulai mencela, kamu kehilangan kesempatan untuk melihat sesuatu yang indah ” (Anthony Dio Martin)

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

Comments

Comments

5 Responses to “KISAH DUA WARTAWAN PERANG”
  1. D3pd says:

    Terinspirasi oleh pertarungan 2 (dua) orang hebat itu. Salam D3pd…

  2. Anjahul says:

    like this!!!!

  3. Blikololong says:

    kalau semua melihat dari yang baik indah nian dunia ini

  4. advokat antonio says:

    diri kita sendiri-lah yg bs menentukan indah atau buruknya apa yg kita lihat & alami, bukan ditentukan dari org lain.

  5. Tari says:

    “Ketika kamu mulai mencela, kamu kehilangan kesempatan untuk melihat sesuatu yang indah ” (Anthony Dio Martin) <– Begitupun sebaliknya, bukan? Kalau hanya melihat indahnya saja, apa bagusnya? Ngga objektif dong… Bukannya tidak ada yg sempurna? Bagus dong, kalau ada perbedaan. Bagus dong, kalau bisa melihat dari banyak sisi, tidak hanya 1 sisi saja, entah itu sisi baiknya saja atau sisi buruknya saja.
    Sekedar…keras kepalanya saya ini.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!