Visi – Strategi – Aksi!

January 8, 2010 by Anthony Dio Martin  
Filed under Articles

Tahun baru, semangat baru! Pembaca, sudahkah Anda pikirkan bagaimana Anda akan melewati dan mengisi tahun 2010 ini? Memang, tahun yang baru selalu menjadi simbol semangat baru, harapan baru, dan bagaikan suntikan energi baru untuk melakukan sesuatu yang belum sempat (atau belum bisa) dicapai sebelumnya. Karena itulah, tahun baru menjadi sebuah kesempatan yang dirasa tepat untuk membuat target-target baru, mimpi-mimpi baru, dan sasaran-sasaran baru. Belum lagi sekarang dengan makin maraknya buku-buku, seminar, dan training motivasi yang hampir semuanya mengajarkan bagaimana pentingnya memiliki sebuah visi dan mimpi serta bagaimana membuat goal setting dengan cerdas.

Saya sendiri masih ingat ketika 2 tahun lalu, di minggu-minggu awal tahun 2008, seorang teman mengajak saya makan malam bersama dan kami ngobrol mengenai resolusi kami di tahun 2008. Kemudian, teman saya tersebut mengeluarkan PDA’nya dan menunjukkan 59 hal yang ingin dicapainya di tahun 2008. Mulai dari olahraga teratur, berhenti makan jeroan, menulis buku, dan masih banyak lagi. Memang ada beberapa pembicara yang mengajarkan kita untuk memiliki goal dan mimpi sebanyak mungkin dan sebesar mungkin, namun, di akhir tahun 2008, ketika saya mengamati kehidupan teman saya tersebut, tidak sampai 10% daftar mimpinya yang berhasil terwujud. Kejadian ini, mengingatkan saya pada apa yang dikatakan oleh Anthony Robbins, “Kita seringkali terlalu optimis dengan apa yang mampu di capai dalam setahun tetapi terlalu pesimis dengan apa yang mampu dicapai dalam lima tahun”

Menulis dan membuat mimpi memang sesuatu yang menyenangkan. Berimajinasi dan membangun sebuah visi adalah sesuatu yang akan menggairahkan kita, tetapi jika visi itu tidak membuat kita memiliki kekuatan untuk bergerak dan berusaha, maka sebenarnya itu bukanlah visi, itu hanyalah sekedar mimpi di siang bolong. Seperti yang pernah dikatakan oleh Arthur Joel Barker, seorang futurolog, “Aksi tanpa visi, hanya buang-buang waktu. Tetapi, visi tanpa aksi adalah khayalan belaka!”.

Namun, persoalan kembali muncul. Seorang peserta pelatihan pernah mendatangi saya dan berkata, “Pak, saya itu tahu bahwa memiliki goal setting itu penting, dan saya juga tahu bahwa saya harus melakukan tindakan untuk mewujudkan visi saya, tapi masalahnya, saya itu sering bingung bagaimana saya harus memulainya?” Inilah problem klasik yang sering kita hadapi. Kita pandai “merancang” visi kita. Kita juga tahu dan MAU bertindak. Tetapi masalahnya, kita seringkali tidak tahu bagaimana memulai langkah awal dan tindakan apa yang perlu kita lakukan untuk mendekatkan diri kita pada visi dan mimpi kita. Ini sebabnya saya anggap ada satu elemen lagi diantara Visi dan Aksi yang tak boleh dilupakan, Strategi!

Ibarat sepak bola, visi dan sasaran sudah jelas, yaitu memenangkan pertandingan dengan memasukkan bola ke gawang lawan lebih banyak. Lokasi gawang lawan pun juga sudah terlihat. Aksi juga sudah jelas, dengan cara menggiring bola, saling mengoper, dan menendang bola ke arah gawang lawan. Namun, untuk membuat sebuah aksi yang benar-benar bisa memenangkan permainan, sebuah tim dan para anggotanya harus memiliki strategi yang jitu. Nah, mengawali tahun yang baru ini, akan menjadi sebuah momentum yang tepat pula jika saya membagikan sedikit tips bagaimana secara sederhana kita bisa meramu strategi untuk mewujudkan visi dan mimpi-mimpi yang sudah kita tulis dalam agenda pribadi kita.

5 Tips Sederhana

Tulis dan daftarkan apa saja tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri Anda pada pencapaian mimpi Anda. Dalam hal ini, Anda boleh menuliskan sebanyak mungkin daftar aksi Anda dari mulai yang paling kecil hingga yang paling ‘gila’ sekalipun. Saat membuat daftar tindakan ini, berpikirlah secara kreatif dan jangan dibatasi oleh ketakutan-ketakutan Anda.

Setelah daftar Anda selesai, mulailah menganalisa daftar tersebut dan tentukan mana tindakan-tindakan yang paling masuk akal untuk dilakukan saat ini. Tentunya untuk menentukan tindakan-tindakan yang bisa diambil, Anda harus melihat sumber daya yang Anda miliki saat ini. Dengan kapasitas Anda sekarang, manakah tindakan yang paling memungkinkan untuk dijalankan. Sekali lagi tuliskan dan daftarkan tindakan-tindakan ini. Carilah juga referensi dari orang-orang yang sudah pernah melakukannya dan analisa tindakan apa yang mereka lakukan dan masukkan juga dalam daftar Anda.

Setelah Anda menyelesaikan tahap “filterisasi” di atas. Mulailah melakukan finalisasi daftar tindakan dengan cara menyusun aksi-aksi tersebut berdasarkan prioritas. Mana yang ingin Anda jalankan lebih dulu. Berapa lama waktu yang Anda perlukan.Kapan Anda mulai melaksanakannya. Apakah perlu menetapkan jadwal periodik untuk secara konsisten melaksanakan aksi tersebut. Sampai kapan batas waktu akhir harus dieksekusi. Dan jangan lupa mengapa Anda memprioritaskan tindakan-tindakan itu. Semua pertanyaan ini harus bisa Anda jawab agar Anda bisa menyusun aksi-aksi utama Anda dengan efektif.

Setelah Anda memegang daftar aksi Anda, sekarang saatnya Anda memikirkan bagaimana Anda ingin melakukannya. Bantuan-bantuan alat apakah yang Anda perlukan untuk mengkondisikan diri Anda agar bisa bertindak. Disinilah tahap Strategi benar-benar berjalan secara utuh. Di langkah inilah Anda harus benar-benar memikirkan trik-trik untuk membuat diri Anda “mau tidak mau” melaksanakan daftar tindakan yang sudah Anda buat sendiri. Karena sering juga beberapa orang sudah tahu apa yang seharusnya dia lakukan tetapi tidak memiliki kemauan atau keinginan yang cukup kuat untuk melakukannya, karena itu perlu sekali untuk kita memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa memaksa diri kita untuk melakukan sesuatu yang positif. Ada seorang teman saya yang memiliki resolusi untuk mulai belajar menabung dan mengurangi shopping. Teman saya ini tahu persis bahwa dirinya sulit menghentikan kebiasaan borosnya, karena itu ia “memaksa” dirinya dengan menitipkan kartu kredit dan ATM-nya kepada orang tuanya, sehingga tidak setiap saat ia bisa mengambil uang dan berbelanja tanpa “permisi” kepada orang tuanya.

Langkah terakhir untuk membantu Anda menyempurnakan strategi Anda adalah, pikirkan siapa orang yang bisa membantu Anda untuk mempercepat pencapaian Anda. Dan dalam bentuk apa mereka bisa membantu Anda. Seperti cerita teman saya yang gemar shopping tadi, ia meminta bantuan orang tuanya untuk menyimpan ATM’nya. Seorang peserta pelatihan saya juga pernah menceritakan pengalamannya dalam belajar bersosialisasi. Ia merasa bermasalah dalam membangun hubungan dengan orang baru dan merasa dirinya sangat pendiam. Untuk membantu mewujudkan keinginannya dalam belajar bersosialisasi, ia meminta bantuan temannya yang lebih “supel” untuk selalu mengajarinya dan mengajaknya pergi bersama. Lama-kelamaan peserta pelatihan yang bercerita kepada saya itu mulai terlatih untuk bersosialisasi dan kini memiliki keberanian untuk berbicara dengan orang-orang asing.

Semoga 5 langkah sederhana ini bisa membantu Anda untuk lebih mudah mencapai visi dan mimpi Anda di tahun 2010 dan Anda bisa mengakhiri tahun ini dengan “gol-gol” kemenangan Anda.
Salam Antusias!

Incoming search terms:

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • TwitThis

Comments

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!